Memasuki Tubuh Ratu Gila

Memasuki Tubuh Ratu Gila
8. Balasan Untuk Kemenangan


__ADS_3

Elves sedang asik mencoba dan menggunakan item yang baru saja ia dapat. Ternyata cambuk cincin itu hanya bisa mengeluarkan petir merah saja. Tak ada kekuatan dahsyat yang muncul, Setting menjelaskan karena cincin itu baru level pemula.


Elves terlelap tidur karena kelelahan berdebat dengan Setting dan memainkan cincinya. Namun dalam tidurnya, bukan mimpi indah yang ia dapat, melainkan mimpi aneh menjurus ke mimpi buruk. Elves yakin ini dibuat sengaja untuk dirinya dan sudah tahu siapa dalangnya.


Sudah ribuan tahun lamanya bangsa siluman seharusnya tidak hidup berdampingan dengan manusia, namun Dewa Alam Tengah memohon agar ada keturunanya yang hidup di Alam Bawah. Tentu saja bangsa siluman memiliki watak seperti iblis namun ada juga yang memiliki watak bagai malaikat.


Alasan itulah yang membuat Dewa Alam Tengah tidak mengijinkan bangsa siluman hidup di Alam Tengah. Baik, buruk, tergantung dengan wujud para siluman itu sendiri. Maka dari itu pula Elves tidak langsung menyuruh para pasukanya untuk menyerang bukit siluman.


Karena tidak semua siluman ikut dalam permusuhan itu. Tidak adil rasanya jika yang tidak tahu apa-apa ikut terkena imbasnya. Untungnya usulan yang dibuat Elves bisa diterima oleh ras peri dan bangsa siluman.


Walau Elves tahu bangsa siluman tidak menerima itu semua dengan lapang dada. Contohnya saat ini, mereka mengirimkan sihir mimpi buruk didalam tidur Elves.


Ia langsung memanggil Setting, "Apa yang terjadi? Apakah ini mimpi buruk?" Namun yang terdengar hanya bunyi notifikasi serta suara google penerjemah otomatis.


❰Seluruh Setting dalam Sistem nonaktif❱


Elves mengutuk dalam hati, bisa-bisanya dalam suasana genting seperti ini Setting malah tidak berguna. Dalam ruangan tak berujung, Elves berdiri dengan keheningan dan kegelapan yang mencekik. Bahkan sekarang serasa dingin. Bukankah ini dunia mimpi, kenapa ia merasa kedinginan?


"Apa ada orang?" Elves mendengar suara seseorang kasrak-kusruk, ternyata dia tidak sendirian disini.


Elves lalu bergumam pelan, "Hmmmm."


"Yang Mulia?" Suara itu makin mendekat, dan Elves meyakini bahwa itu suara Haven.


Elves tediam berpikir, kenapa Haven ikut dalam permainan dunia mimpi ini? Apa yang lain juga ikut? Seperti Sarah dan para prajurit lain? Seberkas cahaya menyinari dunia yang membuat Elves langsung membeku.


Mereka berada di Alam Tengah, Dunia para Roh dan Hantu. Bagaimana mungkin bangsa Siluman mengirimkan Elves dan Haven kesini? Walau ini hanya dunia mimpi tapi sama saja mengirim mereka berdua kedalam maut. Elves sangat paham, jika mereka tidak berhasil bangun, maka mereka tidak akan terbangun untuk selamanya.


Dasar bangsa siluman licik! Biadab! Tak berakal--tunggu! Bukankah seharusnya mimpi ini terjadi dalam beberapa tahun lagi setelah sang Ratu menikah dengan harem ketiganya?

__ADS_1


Karena seluruh bangsa siluman dijatuhi hukuman Lima Alam. Dalam beberapa tahun mereka membalas dendam. Mereka mengirimkan sihir kuat alam mimpi yang sangat buruk, untuk sang Ratu beserta harem ketiga nya. Mereka bahkan melakukan adegan intim agar bisa terbangun dalam tidur panjang mereka.


Tapi apa ini? Kenapa terjadi begitu cepat? Dia seharusnya bersama suaminya? Bukannya Haven? Apa yang harus dia lakukan dengan bocah ini nanti? Ketika Haven menuju kearahnya ia tersandung dan akan terjatuh, namun Elves berhasil menangkapnya.


"Akh--!" Grep!


Haven memeluk Elves secara tak sengaja. Elves merasa tubuh Haven agak bergetar, Elves beranggapan bahwa tubuh Haven bergetar karena dingin. Tidak tahu saja tubuh Haven bergetar sampai menggigil karena terkejut setengah mati dan ketakutan.


Elves memijit pelan kepalanya yang harus memproses kejadian yang terduga ini. Ia melirik ke arah Haven yang sedang menunduk sambil melihat sekeliling seperti kebingungan namun sungkan mau bertanya.


"Kau pasti sangat bingung dengan situasi sekarang. Singkatnya saja, kita sekarang sedang berada dalam dunia mimpi. Dan ini adalah mimpi buruk. Kau bisa bertanya apapun jika tak paham."


Haven mendongak dan berkata pelan, "Aku tahu apa itu dunia mimpi. Tapi mimpi buruk apa yang sedang kita jalani Yang Mulia?"


"Kau pasti sudah pernah mendengar tentang Alam Tengah kan?"


"Yy—yaa...tapi hanya sedikit."


Elves tersenyum dan menepuk kepala Haven. Lagi, perlakuan tak terduga itu membuat Haven terkejut dan berjingkat. Walau ini hanya dunia mimpi tapi Haven merasa sedikit bahagia diperlakukan baik pertama kalinya oleh sang Ratu.


"Yah, kita berada di Alam Tengah sekarang, bangsa siluman itu hah!" Elves mengehela nafas kasar, "Mereka mengirim mimpi buruk ini sebagai balasan karena perdamaian itu tidak sesuai dengan apa yang mereka mau."


Haven mengangguk paham, "Apa yang harus kita lakukan disini Yang Mulia?"


Mendengar Haven memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia membuat Elves merasa tidak nyaman. Bulu kuduknya merinding, mengingatkanya pada masa depan. Dimana Haven menyiksa sang Ratu, dia selalu memanggil sang Ratu dengan sebutan Yang Mulia.


"Tentu saja menunggu sesuatu muncul." Telinga Elves agak memerah, tidak mungkin Elves harus mengatakan bahwa mereka harus melakukan adegan intim agar bisa keluar, "Lebih baik kau tidak memanggilku Yang Mulia."


Mata Haven membola ia makin tidak paham dengan perubahan drastis sang Ratu didalam dunia mimpi, apa ini adalah kepribadian gandanya?

__ADS_1


"Namun Yang Mulia..." Haven menutup lagi mulutnya karena lirikan tajam Elves.


"Hmm, panggil saja aku kakak atau Elves atau apa lah terserah. Aku benci dengan panggilan Yang Mulia dari mu."


Menarik kata-katanya lagi Haven mengangguk dengan patuh. Namun memanggil Elves dengan sebutan kakak agaknya sedikit susah, lidah Haven menjadi kelu. Haven memutuskan memanggil Elves dengan namanya saja, sangat tidak sopan tapi ini dunia mimpi, dunia nyata nanti semua akan berubah seperti sedia kala.


Kenapa ia tidak menikmatinya saja?


Elves menarik Haven untuk bersembunyi, terlihat didepan sana berbagai kerumunan Hantu yang melayang dan beberapa ada yang memikul tandu. Festival? Dan semua ini persis seperti yang seharusnya terjadi dalam beberapa tahun kedepan. Haven melihat raut wajah Elves yang sedang menggerutu sendiri, namun ia memilih untuk diam pura-pura tak mendengar.


Elves mengutuk samar, "Plot! Plot! Plot! Sialan! Anak anjing!"


Karena selain melakukan adegan papapa mereka harus ikut menyelinap dalam kerumunan festival. Dimasa depan sang Ratu memilih cara yang mudah yaitu melakukan adegan intim dengan haremnya daripada harus susah payah menyelinap dalam kerumunan dan mencuri piala emas / Rune untuk teleportasi.


Karena adegan intim yang sang Ratu lakukan bersama haremnya membuat hawa mereka menyatu. Menciptakan sebuah energi yang sama hebatnya dengan piala emas / Rune teleportasi. Walau Elves tak begitu yakin apakah sang Ratu dan haremnya benar-benar melakukan adegan itu.


Kenapa didalam video game tidak diperlihatkan? Elves memukul keningnya, jelas lah! Jika diperlihatkan, game nya tidak akan lulus sensor bodoh!


Haven memilih mengabaikan sang Ratu yang sedang bergumam aneh sendiri, dan tiba-tiba memukul keningnya sendiri. Jika Haven menegur, takut sang Ratu malah akan murka. Karena bukan pertama kalinya Haven melihat kelakuan aneh sang Ratu ini. Ia melihat para rombongan hantu yang sedang berjalan menuju kearah mereka sebentar lagi.


Rombongan pertama adalah para hantu gadis-gadis muda. Mereka mengenakan baju berwarna merah. Muka mereka sangat pucat dan menyeramkan, beberapa ada bagian tubuh yang hilang. Namun penampilan itu disini sangatlah biasa. Mereka sedang asik berbincang-bincang.


Hantu memang tidak bisa melihat mereka, tapi roh atau arwah bisa. Walau roh hanya berupa cahaya berwarna hitam dan putih. Ada dua jenis yang hitam sangat jahat dan putih itu baik. Elves berdoa dalam hati agar tidak dipergoki oleh roh hitam.


Rombongan hantu gadis-gadis melewati tempat persembunyian mereka. Elves berbisik pelan, "Tahan nafasmu." Haven mengangguk dengan patuh.


Ketika rombongan hantu gadis-gadis itu lewat ada satu hantu yang menepuk pundaknya. Elves nyaris jantungan, otaknya sekarang mendadak pindah ke perut.


Bagaimana mungkin ada hantu yang bisa melihat mereka?

__ADS_1


__ADS_2