Memasuki Tubuh Ratu Gila

Memasuki Tubuh Ratu Gila
6. Kejanggalan Yang Diabaikan


__ADS_3

Walau agak bingung kenapa tiba-tiba dirinya sudah berada didalam kereta kuda, dan duduk berhadapan dengan sang Ratu, yang sekarang sedang meminum teh dengan santai. Haven hanya diam menunduk tak berani besuara, walau dibenaknya sudah dipenuhi pikiran yang macam-macam.


Klotak!


Sesuatu terjatuh dan menggelinding dibawah lututnya. Haven mengambil butiran itu, permen yang entah sengaja atau tidak telah sang Ratu jatuhkan. Haven melirik sang Ratu dengan takut-takut, namun sang Ratu sedang melihat kearah luar pemandangan.


Dengan hati-hati Haven memasukan satu butir itu kedalam mulutnya. Wajahnya berinar senang dan cerah. Karena baru kali ini dirinya memakan makanan manis selain buah. Tentu saja dengan kepribadian sang Ratu, dirinya harus bekerja agar bisa makan walau statusnya adalah Tuan Muda.


Sepiring untuk satu hari walau dia sudah bekerja keras, makanya dirinya terlihat sangat lemah dan kekurangan gizi. Jika masih kelaparan terkadang Haven memanjat buah ceri untuk mengganjal laparnya dimalam hari.


Sejak sang Ratu melihatnya, pohon ceri itu ditebang. Sungguh Haven hanya bisa mengehela nafas sabar. Tapi kali ini? Sang Ratu secara tidak sadar memberinya camilan? Dan bahkan mengizinkanya duduk satu kereta dan saling berhadapan?


Ketika Elves menoleh, Haven dengan cepat menundukan wajahnya. Elves memperhatikan setiap gerak-gerik Haven. Baru hari ini Elves berkesempatan bisa melihat Haven secara detail. Waktu pertama kali terbangun ia tak sempat memperhatikannya.


Dilihat secara langsung seperti ini, wajah Haven ternyata sangat imut. Lemak bayinya belum menghilang. Ia juga memiliki dua lesung pipi yang dalam dan menggemaskan ketika tersenyum. Matanya yang besar itu berwarna biru, ada dua tahi lalat masing-masing dibawah matanya.


Alisnya berwarna coklat sangat tebal dan rapi, bulu matanya bahkan sangat panjang dan lentik. Bibirnya tipis dan merah alami, rambutnya berwana silver keperakan. Sungguh tidak bisa dipungkiri jika dewasa nanti dia akan terlihat sangat cantik dan tampan secara bersamaan.


Kecantikanya akan mengalahkan para gadis-gadis, bahkan mengalahkan kecantikan sang Ratu sendiri. Wajah menggemaskanya akan tetap ada, perawakan Haven memang akan tetap kecil dan mungil karena dia tidak pernah mendapatkan gizi yang cukup.


Dewasa nanti wajah menggemaskan itu akan tercampur dengan seringai licik yang membuat bulu kuduk sang Ratu meremang. Namun untuk saat ini lihatlah penampilan lusuh dan wajah ketakutanya.


Demi Tuhan! Apa yang membuat si Ratu jalxng itu sangat membenci anak yang tak berdaya dan polos ini?


〘Setting : Memindai rute perjalanan, akan sampai dalam beberapa menit lagi〙


Elves mengalihkan atensinya kepada Setting yang selalu saja membuat jantungnya serasa akan copot. Tiba-tiba aktif sendiri! Jika Setting berwujud manusia Elves sudah akan berteriak memaki dengan segala sumpah serapah yang ia kuasai, dan tentu saja ditambah hadiah jari tengah.


〘Setting : Misi akan dimulai dalam beberapa menit, persiapkan untuk memasuki peran antagonis〙


〘Setting : Ibu peri akan memasuki area〙


Elves berkata dingin kearah Haven, "Keluarlah, pengasuhmu ada didepan!"


Tak perlu menunggu lama Haven keluar dari kereta kuda dan langsung diterjang oleh mahluk kecil seibu jari yang terbang mengelilingi Haven. Mereka berbicara mengenakan bahasa yang tak dimengerti oleh bangsa manusia. Kecuali Elves, dia tahu apa yang mereka berdua bicarakan.

__ADS_1


Tabir pelindung yang sempat diperbaiki diturunkan dan mempersilahkan Elves beserta rombonganya untuk masuk. Pemandangan pertama yang dilihat Elves adalah, emas! Mata Elves berkilat penuh cahaya! Dia butuh kaca mata hitam saat ini!


Elves menengok kekiri, aliran sungai itu sangat jernih. Ikan-ikan gaib yang berenang dan bersayap itu nampak sangat indah berkilauan. Air sungai itu jernih karena didalamnya terdapat kristal-kristal yang memantulkan cahaya. Elves ingin lompat dari kereta dan memancing kristal itu.


Jalanan yang ia lalui juga bukan tanah bebatuan, melainkan terbentuk dari logam-logam mulia. Batu akik berserakan seperti kerikil. Tangan Elves gatal ingin memungutnya. Pandangan Elves beralih ke pohon ek raksasa, disana mengalir deras bubuk berwarna emas.


Yang Elves ketahui bubuk itulah yang membuat para peri terbang. Pohon ajaib yang memiliki banyak sihir. Dan itulah salah satu penyebab bangsa siluman mengincarnya. Ia baru kembali normal ketika kereta kuda yang ia tumpangi berhenti.


Sepertinya mereka telah sampai, ketika Elves keluar dari kereta ia disambut dengan beribu-ribu kunang-kunang yang terbang mengitarinya. Sebenarnya kunang-kunang itu adalah para prajurit para bangsa peri.


Haven sepertinya telah selesai berbicara, sang ibu peri menganggukan kepalanya. Ibu peri menarik sulur, dan mereka diperlihatkan terowongan kecil seukuran lubang kelinci. Sang ibu peri mengatakan sesuatu ke Haven.


Dengan agak ragu Haven mendekat ke Elves. Haven berbicara dengan pelan sambil menunduk, "Yang Mulia, bangsa peri sekarang tinggal didunia bawah untuk persembunyian. Jadi kita—"


Elves menyela, "Baiklah Ratu ini mengerti."


Haven tersentak, "Eh?" Pasalnya Elves berbicara dengan datar kearahnya, bukan membentak seperti biasanya.


"Jangan membuang waktu, Ratu ini sudah paham."


Pertama yang terjun kedalam adalah ibu peri diikuti oleh Sarah, Haven, Elves dan para prajurit. Ternyata bubuk itu membuat mereka terbang, walau mereka tak bersayap.


Setelah terbang menuju kedalaman tanah yang tak berujung, mereka sampai kesebuah pintu besar. Entah Elves yang mengecil atau ruangan yang mereka lalui itu sangat besar. Bahkan menggabungkan dua ruangan diistananya tak akan bisa sebesar ini. Nampaknya memang mereka mengecil.


Dalam video game Elves tak terlalu memperhatikan ketika ia terjun. Karena fokusnya adalah misi. Tapi sekarang melalui semuanya secara nyata, membuat hati Elves makin bersemangat.


Beberapa kata atau mantara diucapkan oleh sang Ibu peri. Pintu besar itu terbuka dan pemandangan didalam sini seratus kali liat lebih indah dari emas-emas yang ia lalui tadi. Bahkan keindahan kerajaanya tidak bisa menyainginya. Dia merasa seperti sedang berada disurga.


Jamur-jamur raksasa dibuat rumah oleh para peri, tumbuhan yang Elves lihat kecil sekarang serasa raksasa dimata Elves. Sarah dan para prajurit pun ikut terperangah dan takjub. Mereka memang terjun kedalam tanah, tidak ada sinar matahari yang menyinari.


Namun, kunang-kunang yang menyambut Elves tadi juga sudah cukup untuk membuat dunia ini sangat bersinar. Ditambah dengan puluhan ribu kunang-kunang liar yang tinggal bersama bangsa peri. Sangat indah! Elves rasa ia tidak ingin pulang.


Ketika musik penyambutan dibuka, sorot-sorot lampu dari kunang-kunang yang terbang diatas dibuat berputar seperti lampu disko. Benang-benang sari dari bunga ditabur kesegala arah dan merekah seperti kembang api tahun baru.


Peri-peri menari dengan anggun mengitari Elves dan rombonganya. Mereka disambut dengan sangat meriah seperti sedang mengadakan festival musiman. Pemimpin mereka menyambut Elves dengan senyuman ramah.

__ADS_1


Dialah Raja Ingran Eldora.


Umurnya sudah berabad-abad, namun ia tidak terlihat tua sekalipun. Mahluk abadi dan diberkati seperti Elves. Bedanya ia memiliki keturunan untuk penerus jika sewaktu-waktu sang Raja diangkat kealam atas.


^^^**Diangkat Kealam Atas \= Disucikan, dijadikan dewa untuk disembah dan hidup dilangit*^^^


Senyumanya sangat ramah, telinganya panjang dan runcing, wajahnya tegas, matanya berwarna kuning keemasan, rambutnya berwarna biru safir seperti sayapnya, didahinya terdapat tanda berbentuk bulan sabit berwarna kuning yang memancarkan cahaya.


Mereka berjalan beriringan menuju kesebuah pohon bambu yang ridang. Tempat untuk memulai persidangan. Didalam meja panjang terdapat air yang bersinar dan memantulkan cahaya. Air itu menampakan peta seluruh Alam ras peri dan serigala. Seperti sebuah proyeksi layar komputer didunia aslinya. Didalamnya terdapat peta yang bergerak-gerak ajaib.


Terlihat seperti video yang diambil dari atas mereka. Beberapa huruf aneh yang Elves tak ketahui ikut bergoyang mengikuti beberapa titik dibawahnya. Sepertinya untuk menentukan letak maupun lokasi para warga lembah peri.


Sibuk mengangumi huruf-huruf aneh yang bergerak-gerak itu Elves tidak sadar jika Haven sudah berdiri disampingnya. Dengan gemetar Haven membisikan sesuatu kearah Elves, "Rapat akan segera dimulai."


Letusan bunga merah menjadi tanda jika rapat panjang akan segera dimulai. Ketika Elves sedang serius mendengarkan apa yang sedang diterjemahkan oleh Haven. Tiba-tiba pohon bambu berderak mengeluarkan suara bising.


Tanda peringatan berdentang! Ternyata para bangsa siluman mencoba menerobos tabir pelindung. Sekat-sekat pembatas antara tabir didepan.


Krak!!! Bom!!!


...*****...


Ensiklopedia Setting!


Pemimpin Lembah Ras Peri : Raja Ingran Eldora. Memiliki dua belas anak dan enam permainsuri. Karena para peri memiliki batas untuk melahirkan keturunan. Maka sang Raja memiliki enam permainsuri untuk memperbanyak keturunannya sebagai penerus.


Pohon Ek : Merupakan sumber kehidupan utama para ras peri. Pohon itu memiliki batang dan akar yang sangat besar. Mengalir bubuk emas dan akar Exilir.


Bubuk Emas : Yang membuat para peri untuk terbang.


Akar Exilir : Akar magis yang dapat digunakan untuk apa saja.


Penghuni Lembah Ras Peri : Para Peri, Tikus Liar, Belalang, Semut, Kunang-kunang. Prajurit manusia yang dibayar.


Diangkat kealam Atas : Berarti sama saja mendapat kedudukan atau menjadi Dewa. Berlaku untuk semua mahluk yang tinggal di Alam Bawah, Tengah, Neraka, dan Surga. Proses pengangkatan menjadi Dewa akan dibersihkan keseluruhanya. Yang artinya akan dihapus seluruh ingatanya tentang dunia sebelumnya. Seluruh dipikiranya akan dibersihkan dan lurus.

__ADS_1


__ADS_2