Memories Of The School

Memories Of The School
Murid baru,Tugas baru


__ADS_3

Mentari yang cerah dipagi hari membuat Maira bersemangat melakukan rutinitasnya.Pagi hari sebelum berangkat sekolah Ia bangun subuh untuk membantu Ibunya memasak sarapan dan membuat kue untuk Ia jual di sekolahnya.


"Bu, kita hari ini membuat kue lumayan banyak semoga laris semua ya dan semoga teman-teman Maira pada suka".ucap Maira sambil memasukkan satu persatu kue kedalam keranjang kue.


"Iya ndok,Kamu harus harus semangat jualannya supaya laris dan bisa buat tambah biaya kuliah kamu".


"Baiklah, Maira akan semangat demi Ibu dan Bapak.


Setelah semua selesai kini Maira sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepedanya.


Sebelum berangkat Ia pun berpamitan dan mencium punggung tangan Ibunya setelah itu dengan penuh semangat Ia pun mengayu sepedanya melewati gang kecil.


"Pagi Bu".sapa Maira pada ibu-ibu yang sedang berbelanja sayuran.


"Pagi juga neng,sudah mau berangkat sekolah".balas Ibu RT.


"Iya ibu RT,Maira pergi dulu".ucap Maira penuh senyuman dan ia pun berlalu pergi.


Setelah kepergian Maira para ibu-ibu mulai bergosip membicarakan Maira


"Lihat tuh si Maira ibu-ibu, masa anak penjual kue keliling mau bermimpi menjadi seorang dokter,Cih".cibir salah satu ibu-ibu yang tidak menyukai Maira.


"Betul loh mbak,Padahal untuk kebutuhan sehari-hari mereka saja pas-pasan bagaimana mau menjadi seorang dokter hahaha".ucap salah seorang ibu lainnya.


"Sudahlah ibu-ibu tidak baik membicarakan anak orang, nanti malah anak kita yang kena karma nya ".ucap ibu RT yang tidak menyukai kedua ibu-ibu tadi yang selalu mencibir keluarga Maira."Ya sudah selesai belanjanya saya pamit duluan".sambungnya lagi lalu pergi meninggalkan kedua ibu-ibu tersebut yang lemes.


****


SMAN NUSANTARA


Sesampainya di sekolah Maira langsung memarkirkan sepedanya dan langsung menuju kantin untuk menitipkan kuenya kepada ibu kantin.Setelah itu ia menuju kelasnya.


"Hai..Mai kamu baru datang".sapa Dinda teman baik Maira.


"Hai juga Din".balas Maira


"Ohiya Mai kamu jadi ikut tes beasiswa nggak?"


"Jadi dong, masa ia tidak jadi itu kan salah satu jalan aku supaya aku bisa kuliah"


."Semangat Maira aku akan selalu mau mendukung mu".


"Kamu tidak mau ikut siapa tahu kamu lolos juga?.


"Hehehe kayaknya nggak deh otak aku sudah pas-pasn apalagi kalau tes nya kebanyakan matematika auto pingsan di tempat aku".celetuk Dinda tertawa dengan kata-kata nya sendiri.


"Dinda, Dinda kamu belum bertempur saja sudah menyerah duluan".ucap Maira geleng-geleng kepala.


Ting Ting


Suara bel masuk berbunyi membuat Maira dan Dinda mengakhiri pembicaraan hangat mereka.Guru masuk dan diikuti seorang murid laki-laki dari belakang.


"Pagi anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru dia baru pindah dari kota B.Ibu harap kalian bisa berteman dengannya".


"Iya Bu".ucap semua murid bersamaan.


"Baiklah Raka silahkan perkenalkan diri kamu sebelum duduk".seruh Bu Irma


Halo teman-teman perkenalkan nama saya Raka Mahendra, saya siswa Pindahan dari salah satu sekolah negeri di kota B".ucap Raka memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Ada yang mau bertanya".ucap Bu Irma setelah Raka memperkenalkan dirinya.


"Saya bu,saya mau bertanya".ucap salah satu murid yang duduk paling belakang sambil mengangkat tangannya.


"Iya silahkan Gina,mau bertanya apa".ucap Bu Irma.


"Saya mau bertanya kepada murid baru bu.Raka kamu sudah punya pacar belum?".ucap Gina mewakili perasaan para cewek-cewek di dalam kelas tersebut sedangkan yang lainnya berharap cemas mendengar jawaban dari Raka.


"Ibu rasa pertanyaan itu tidak perlu di jawab Gina,mungkin Raka juga tidak ingin menjawabnya".Ucap bu Irma membuat para Gina dan yang lainnya merasa kecewa.


"Baiklah Raka kamu sekarang boleh duduk.ucap Bu Irma setelah Raka memperkenalkan diri nya. Raka pun menurut dan berjalan menuju meja yang kosong.


"Maira kenapa dia baru pindah padahal kan ujian sekolah sudah dekat".bisik Dinda


"Nggak tahu siapa tahu keluarganya ada urusan pekerjaan di sini makanya dia harus pindah ikut orang tuanya.Sudah kenapa juga kamu yang repot sih".


"Iya ya kenapa juga aku yang repot hehehe.Tapi dia Tampan sekali Mai kalau aku pepet boleh kali ya".ujar Dinda sambil cengingisan sendiri.


"Tahu ah Din suka-suka kamu saja".ucap Maira geleng-geleng kepala dengan kelakuan sahabatnya itu setiap melihat laki-laki yang tampan semangat 45 nya langsung membara.


Akhirnya pelajaran pun di mulai dengan tentram sampai bel istirahat berbunyi.


"Maira kamu sebentar ke ruangan ibu.ucap Bu Irma sembari merapikan buku mengajarnya.


"Baik Bu".balas Maira


"Mai kenapa Bu Irma tiba-tiba manggil kamu".


"Aku juga nggak tahu Din,kamu nanti temani aku ya ke ruangan Bu Irma.


"Siap bos".


Tok Tok


"Boleh saya masuk bu".ucap Maira setelah mengetuk pintu.


"Silakan masuk Maira ibu sudah menunggumu dari tadi".sahut bu Irma dari dalam ruangannya.


Setelah mendapat persetujuan Maira dan Dinda pun masuk ke dalam.


"Silakan duduk Maira ibu mau bicara serius sama kamu".ucap bu Irma setelah Maira dan Dinda masuk.


"Kira-kira ada apa ya kenapa saya tiba-tiba ibu memanggil saya".ucap Maira mulai khawatir.


"Sebagai wali kelas Ibu minta tolong sama kamu supaya kamu membimbing Raka murid baru itu dan suruh dia menyalin semua tugas yang ibu kasih supaya dia tidak tinggal pelajaran karna sebentar lagi ujian sekolah mulai".ucap bu Irma dengan nada serius.


"Baiklah Bu saya mengerti, saya akan menjalankan tugas yang ibu kasih".balas Maira pasrah."Kami berdua permisi dulu Bu kembali ke kelas".pamit Maira dan Dinda dan di angguki oleh bu Irma.


Maira dan Dinda pun bergegas keluar dari ruangan Bu Irma.


"Din aku jadi ragu deh untuk membantu murid baru itu, tidak lama lagi kan aku ikut harus tes beasiawa, waktunya sangat mepet".ucap Maira lesuh.


"Kenapa kamu mesti ragu kan bu Irma sendiri yang minta kamu untuk membantunya, soal ikut tes itu kamu harus pintar-pintar mengatur waktu ".ujar Dinda untuk meyakinkan Maira.


"Baiklah akan ku coba asalkan murid baru itu bisa di ajak kerja sama".


"Gitu dong itu baru temanku, Maira selalu membantu orang".


Setelah itu mereka pun bergegas kembali ke kelas karna jam pelajaran selanjutnya akan di mulai.

__ADS_1


Sesampainya di kelas karna belum ada guru yang masuk Maira memutuskan untuk menghampiri meja Raka.


"Haii...bisa bicara sebentar".sapa Maira berdiri di depan meja Raka.


"Ada apa".jawab singkat Raka sambil terus menatap hpnya tanpa menoleh ke arah sumber suara.


"Kebetulan aku mendapat tugas dari wali kelas".ucap Maira mulai menjelaskan.


"Terus?"potong Raka sebelum Maira selesai menjelaskan.


"Kok terus sih?"ucap Maira mulai kesel


"Jadi?"seruh Raka mengalihkan pandangannya dari hpnya dan menatap lekat Maira.


"Aku belum selesai ngomong main potong pembicaraan saja.Dengarin ya baik-baik aku mendapat tugas dari wali kelas untuk membantu kamu belajar supaya tidak ketinggalan pelajaran".ucap Maira mulai kesal karna Raka kembali bermain game di hpnya tidak memperhatikan Maira yang menjelaskan.


"Oke baiklah terserah kamu mau mendengarkan apa yang aku bilang tadi.Aku sih nggak rugi ya kalau tidak jadi membantu kamu".ucap Maira dengan sedikit penekanan."Tapi jangan pernah mengadu sama wali kelas kalau aku tidak membantu kamu karna kamu sendiri yang menolaknya.sambungnya lagi.


Mendengar Maira mengatakan itu Raka pun langsung mematikan hpnya.


"Tunggu".ucap Raka melihat Maira mulai pergi berjalan menuju mejanya.Mendengar suara Raka langka Maira pun terhenti dan melihat ke arah Raka.


"Ada apa lagi.capek tahu nggak jelasin ke kamu malah tidak di dengar".ucap Maira sembari menghampiri meja Raka


"Hei...siapa yang menolaknya kamu jangan asal bicara dong".ujar Raka setelah Maira kembali berdiri hadapannya.


"Tadi kamu baru menolak bantuan aku".Maira tidak mau kalah.


"Maaf soal yang tadi aku tidak memperhatikan mu.Aku boleh minta nomor hp kamu nggak".


Mendengar hal itu Maira pun mengerutkan keningnya.


"Nomor hp aku? buat apa?"tanya Maira heran


"Tadi kamu bilang mau membantu aku".ucap Raka


"Terus?.kini Maira yang memotong pembicaraan.


"Ya ampun...Tuh kan malah kamu yang memotong pembicaraan sekarang".


"Ya sudah cepat ngomong sekarang tidak perlu bertele-tele untuk apa kamu meminta nomor hpku".


"Begini, kamu kan tadi bilang mau membantu aku mengerjakan tugas, jadi aku meminta nomor hp kamu supaya aku lebih gampang menghubungi kamu kalau ada tugas yang tidak aku pahami".ucap Raka sembari mengambil hpnya di atas mejanya.


"Oh begitu, Ya sudah mana hpmu".ucap Maira mengulurkan tangannya.


Melihat Maira mengulurkan tangan meminta hp Raka dan Raka pun memberikan hpnya kepada Maira.


"Oke aku sudah menyimpan nomorku di hp kamu kalau mau menanyakan tentang tugas kamu boleh menghubungi aku tapi kalau bukan tentang tugas jangan coba-coba menelfon ku".ucap Maira tegas setelah memberikan nomornya dan kembali ke mejanya.


Ya ampun judes bangat nih cewek.batin Raka.


Bersambung....


****


Guys jangan lupa like,komen dan vote ya 💕💕


Terima Kasih😘😘

__ADS_1


__ADS_2