
Beberapa jam berlalu akhirnya bel pertanda istirahat pun berbunyi.semua murid bersorak kegirangan.
Setelah memberi salam pada guru sebagian murid keluar kelas dan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.
"Mai kapan kamu akan mulai membantu anak murid baru itu?".tanya Dinda menatap lekat Maira.
"Hemm mungkin nanti Din setelah pulang sekolah, kan kebetulan hari ini ada rapat para guru setelah jam istirahat jadi kita bisa pulang cepat".jawab Maira sembari merapikan bukunya.
"Uhm begitu, aku boleh ikut nggak Mai".tanya Dinda lagi antusias.
"Boleh dong Din. itung-itung belajar bersama".jawab Maira mengiyakan
"Tapi Mai kira-kira enaknya kita belajar dimana ya".
"Di kafe tempat biasa kita datangi saja gimana Din?, di situ tempatnya lumayan nyaman dan makanannya pun murah meriah
"Boleh juga tuh Mai, sudah lama juga kita nggak kesana.Semoga tempatnya masih sama dan makanannya juga tetap murah hahahaha".
Di tengah keasikan Maira dan Dinda mengobrol tiba-tiba datanglah Raka membuat keduanya kaget.
"Buset dah ini anak sudah seperti hantu saja tiba-tiba muncul, dari tadi pagi juga begitu dan sekarang juga begitu".celetuk Maira menatap lekat Raka yang masih berdiri mematung.
"Aku sudah dari tadi berdiri di sini kalian berdua saja yang tidak menyadarinya".ucap Raka tidak mau kalah.
"Hadehh alasan mulu dah. Ngapain kamu berdiri terus disitu".tanya Maira
"Kapan kamu mau ngajarin aku?.kini Raka berbalik bertanya.
"Idihh nggak sabaran banget dah. Hmm nanti sehabis pulang sekolah kita ke kafe, tempatnya tidak terlalu jauh dari sini.jawab Maira sembari berdiri dari duduknya.kamu bisa kan".tanya Maira
"Aku bisa kok,bisa bangat".jawab Raka antusias.
"Ya sudah kalau gitu siapkan semua peralatan tulis yang kamu butuhkan nanti".ucap Maira dan langsung di angguki oleh Raka.
"Mai jangan cerita terus dong, aku laper bangat, kita ke kantin yuk".protes Dinda yang sedari tadi hanya menonton percakapan antara Maira dan Raka.
"Upss sorry Din, Ya sudah ayo kita ke kantin".
"Aku nggak di ajak?"keluh Raka tiba-tiba sedangkan Maira dan Dinda saling menatap sejenak lalu pergi meninggalkan Raka tanpa menggubrisnya.
Maira dan Dinda pun pergi keluar kelas dan pergi menuju kantin sedangkan Raka mengikutinya dari belakang.
Sejujurnya Raka belum tahu letak kantin dimana dan beberapa tempat nongkrong karna sejak kemarin pertama kali dia datang Raka belum sempat berkeliling sekolah.
Mereka bertiga pun akhirnya sampai di kantin langsung memesan makanan dan mencari meja kosong dan mendapatkannya.Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang.
__ADS_1
Dinda langsung melahap makanannya setelah pelayan menaruhnya.
Uhuk Uhuk
Dinda tersedak spontan saja Maira langsung memberikan minum.
"Din kalau makan tuh jangan buru-buru jadi tersedak kan".ucap Maira sembari mengusap punggung Dinda.
"Habisnya aku lapar bangat Mai. Tadi pagi lupa sarapan".ujar Dinda terus meneguk minumannya.
Raka hanya memperhatikan tingkah kedua gadis di depannya tanpa ikut berbicara.
Setelah selesai makan mereka pun langsung membayarnya.Raka yang ingin membayar semua pesanan mereka namun di tolak oleh Maira.
"Heii anak baru kalau mau traktir nanti saja di kafe oke".canda Dinda sedangkan Maira hanya geleng-geleng kepala.
Mereka bertiga pun pergi dari kantin.Dinda langsung kembali ke kelas dan Maira mengajak Raka berkeliling sekolah karna sedari kemarin dia belum sempat mengajak Raka berkeliling padahal dia sudah di tugaskan sama wali kelas.
Maira pun menjelaskan beberapa tempat yang berada dalam area sekolah dan Raka hanya manggut-manggut mengerti.
"Maira".panggil seseorang dari kejauhan yang tidak begitu asing dan Maira pun langsung menoleh ke sumber suara.
"Mai kamu ngapain disini, tumben?tanya Reyhan heran dan menghampiri Maira.Karna tempat itu memang tempat tongkrongan para laki-laki di sekolah dan para murid perempuan enggan ke area tersebut kecuali Maira.
"Oh begitu".ucap Reyhan terus memperhatikan sosok Raka dari ujung rambut sampai kaki."Mai, habis pulang sekolah kita jalan yuk?" ajak Reyhan
"Hmm maaf Rey sepertinya aku tidak bisa,soalnya nanti aku sama Dinda mau ke kafe".tolak Maira
"Ngapain? tumben kamu kesana?"tanya Reyhan lagi tampak sedikit kecewa
"Begini Aku sama Dinda mau membantu Raka supaya dia tidak ketinggalan pelajaran-pelajaran yang sebelumnya".jelas Maira.
"Oh begitu ya sudah nggak apa-apa lain kali saja kita jalan.Aku pergi dulu ya bye Maira".ucap Reyhan sembari mengusap puncak kepala Maira.
Setelah kepergian Reyhan, Maira dan Raka pun melanjutkan perjalanan mereka.
"Kenapa bro asam bangat tuh muka, habis ketemu gebetan?" tanya heran salah satu teman Reyhan yang melihat raut muka Reyhan yang tampak masam.
"Tadi gue habis ketemu Maira, terus gue ajak jalan tapi dia tolak gara-gara di minta sama wali kelasnya untuk mengajari anak baru di kelasnya".jelas Reyhan mulai kesal.
"Wah parah, gila tuh anak baru sepertinya dia ngajakin perang.nggak bisa di diemin tuh".ucap Arya mulai memprovokatif Reyhan.
"Terus gue harus gimana?. Masa ia gue kalah sama anak baru itu".kini Reyhan mulai frustasi
"Ya sudah loe susul saja dimana tempat mereka akan belajar. Tapi ingat loe harus perhatiin mereka dari kejauhan supaya Maira tidak curiga kalau loe buntutin dia".imbuh Arya lagi
__ADS_1
"Tumben otak lu cerdas Ar".ujar Reyhan merasa mendapatkan angin segar.
****
Setelah berkeliling sekolah Maira dan Raka pun kembali ke kelas mereka.
"Sudah selesai berkelilingnya Mai?"tanya Dinda saat Maira sudah duduk disampingnya.
"Iya Din, capek bangat dah. lagian itu anak sudah gedek masa harus di temanin segala hufh".keluh Maira sembari menidurkan kepalanya di meja nya.
"Terus Raka mana?"tanya Dinda sembari menyusuri seisi ruangan kelas.
"Nggak tahu, palingan dia diluar kelas sama anak-anak lainnya.balas Maira merapikan buku-bukunya dan memasukkan ke dalam tasnya.Udah yuk pulang Din".ajak Maira dan Di angguki oleh Dinda.
Setelah itu Maira dan Dinda pun keluar kelas untuk sekalian mengajak Raka karna mereka bertiga akan sama-sama pergi ke kafe.
Karna Menebeng di Mobil Dinda, Maira pun menitipkan sepedanya di pak satpam sekolah dan akan kembali mengambil sepedanya setelah pulang dari kafe.
Supir Dinda pun segera melajukan mobil kafe dan di ikuti oleh Raka dari belakang.Setelah 20 menit kemudian mereka pun sampai di kafe.Maira, Dinda Dan Raka pun memasuki kafe tersebut dan mencari meja yang kosong.
Setelah duduk mereka pun memesan makanan dan minuman sesuai selera masing-masing.Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang.Setelah makanan habis dan hanya menyisakan minuman mereka saja Maira pun mulai mengeluarkan buku dari tasnya dan menaruhnya di atas meja.
Maira pun memulai mengajari Raka dan menjelaskan secara detail setiap mata pelajaran dan Raka dengan seksama mendengarnya.
Tanpa Maira dan Raka sadari karna saking fokusnya belajar, ada seseorang dari kejauhan sedang memperhatikan mereka sedari tadi dengan tatapan membunuh. Ya orang itu adalah Reyhan yang ternyata mengikuti Maira ke kafe sesuai dengan usulan temannya.
Setelah 30 menit belajar, kemudian Maira pun memberikan latihan soal matematika yang cukup sulit ke Raka dan menyuruh Raka untuk mengerjakan.Tak di sangka oleh Maira ternyata Raka dapat menyelesaikan nya dengan cepat.Maira pun menerima kertas soal yang dia berikan ke Raka dan memeriksanya dan jawabannya ternyata benar padahal menurut Maira soal yang dia berikan lumayan sulit.
Ya ampun ini anak ternyata pintar juga hanya dalam hitungan menit dia bisa menyelesaikan soal matematika yang ku kasih padahal aku sendiri butuh waktu 10 menit untuk menyelesaikan nya.Huffh ngapain Aku capek-capek ngajarin dia kalau ternyata dia pintar tapi bagaimanapun inikan tugas dari Bu Irma.batin Maira
"Ternyata kamu pintar juga?" tanya Maira sembari merapikan buku nya karna hampir 2 jam mereka belajar di kafe dan waktunya untuk pulang.
"Hmm biasa ajah".jawab Raka singkat dan kembali fokus pada hpnya.
"Din, bangun Din ayo pulang".Maira membangunkan Dinda karena sedari tadi tertidur setelah dia selesai makan.
Setelah Dinda bangun, Raka pun segera pergi ke kasir dan membayar pesanan mereka tadi.Setelah itu mereka bertiga pun keluar dari kafe.Dinda pun mengantar Maira kesekolah kembali untuk mengambil sepedanya sedangkan Raka tetap mengikuti mobil Dinda dari belakang.
Bersambung...
Guys jangan lupa vote, komen, dan like ya**
😘😘
Terima kasih 💕💕**
__ADS_1