Memories Of The School

Memories Of The School
Mulai penasaran


__ADS_3

"Gimana Mai?"tanya Dinda setelah Maira duduk di sampingnya.


"Gimana apanya Din?" kini Maira yang bertanya balik.


Plak....Dinda memukul tangan Maira


Auwhhh Maira meringis setelah mendapat pukulan kecil dari Dinda.


"DINDA".teriak Maira dan sontak saja Dinda langsung membungkam mulutnya sedangkan murid yang lainnya langsung melihat kearah sumber suara dan kembali fokus pada urusan masing-masing


"Kamu tuh kenapa sih memukul tanganku segala?.ketus Maira sambil mengelus tangannya.


"Kamu tuh ya kebiasaan sudah pikun atau apa sih,Aku tanya malah kamu nanya balik".dengus Dinda sambil melihat kedua tangannya di dada.


"Ya aku mana tahu kamu nanya apa lowong pertanyaan kamu tidak jelas begitu?"kini Maira tidak mau kalah.


"Ampun deh kalau punya teman pintar nih tapi lambat loading kayak kamu harus auto banyak sabar- sabar ".ucap Dinda dan menatap ke arah Maira."Tadi aku tanya kamu berhasil nggak membuat murid baru itu supaya mau di bantu sama kamu".sambungnya lagi.


"Ehmm gimana ya,berhasil nggak ya, kamu mau tahu saja atau mau tahu bangat".ledek Maira membuat Dinda kembali mencubitnya.


"Maira kebiasaan deh, ayo cepat jawab kalau nggak".kini Dinda menggantung perkataannya.


"Apa nggak kenapa?.tantang Maira


"Kalau nggak mau cerita aku ngambek sama kamu".ucap Dinda lalu kembali melipat kedua tangannya di dadanya.


"Ya sudah, jangan ngambek gitu dong".bujuk Maira."Raka mau aku membantunya dan dia meminta nomor hp aku, katanya supaya dia lebih gampang hubungi aku kalau ada yang ia tidak pahami".jelas Maira dan Dinda hanya manggut-manggut.


Di tengah keseruan mereka mengobrol tiba- guru Fisika masuk dan pelajaran terakhir pun akhirnya dimulai.


Hampir dua jam pelajaran fisika berlangsung dan bel pertanda pulang pun akhirnya berbunyi membuat sebagian siswa bersorak kegirangan seperti mendapat hadiah lotre.


Bagi sebagian murid pelajaran fisika adalah pelajaran yang sangat menguras fikiran karna banyaknya rumus harus di kuasai.


"Din temani aku sebentar ya ke kantin".ucap Maira sambil merapikan bukunya.


"Ngapain? mau belanja, kan kantis pasti sudah tutup".tanya Dinda setelah memasukkan semua bukunya ke dalam tas.


"Bukan dodol, aku mau ambil kue yang aku titip di ibu kantin tadi siapa tahu masih ada sisa dan tidak habis ke jual semua jadi aku bisa bagi nanti sama anak jalanan kalau aku pulang ".ucap Maira sembari berdiri dari duduk nya.


"Ohh begitu, sisanya buat aku saja ya hehehe".


"Dinda Dinda asal soal makanan kamu paling semangat".ucap Maira geleng-geleng kepala."Ya udah ayo keburu ibu kantin nya pergi lagi".


Maira dan Dinda pun bergegas keluar dari kelas menuju ke kantin.Sesampainya di sana Maira pun mengambil keranjang kuenya dan ternyata Kuenya habis terjual semua.


"Wahh kuenya habis terjual semua ya bu".tanya Maira setelah menerima hasil jualan kuenya.


"Iya nak,semua murid pada suka kue kamu katanya enak sekali dan beberapa guru juga memborongnya".jawab ibu kantin."Besok-besok kamu bawah lagi kue yang banyak Mai pasti habis".


"Siap bu makasih ya sudah mau bantu jualin kue Maira".ucap Maira sambil memberikan separuh uang hasil jualan kuenya kepada bu kantin.

__ADS_1


"Sama-sama nak ibu juga senang kok bisa membantu, kamu tidak perlu sungkan.Tapi maaf ibu tidak bisa meneriman uang itu karna itu hasil dari jualan kamu.Kamu simpan saja uang itu untuk tambahan uang jajan".seruh ibu kantin menolak halus pemberian Maira.


"Baiklah bu sekali lagi terima kasih banyak Maira tidak akan lupa kebaikan ibu".ucap Maira lagi."Ya sudah, kami berdua pamit pulang duluan ya bu".ucapnya lagi dan di angguki oleh ibu kantin.


Maira dan Dinda pun berlalu pergi meninggalkan kantin menuju parkiran sepedanya.


"Maira ,Maira tunggu".panggil seseorang dari belakang.Maira yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh kearah sumber suara.


"Maira pulang bareng yuk".ajak Reyhan setelah sampai di parkiran dengan napas tidak beraturan.


"Ehh Reyhan kirain siapa tadi yang manggil-manggil.Kamu kenapa ngos-ngosan begitu?".


"Memangnya siapa lagi berani manggil-manggil nama kamu selain aku.ucap Reyhan dengan pedenya.Tadi aku habis main basket sama anak kelas sebelah. "Mau pulang bareng nggak".ajak Reyhan sekali lagi.


"Ya nggak bisa lah Rey pulang bareng, kan aku bawah sepeda".ucap Maira sambil mengikat keranjang kuenya di sepedanya.


"Tenang, Aku juga sekarang bawah sepeda Mai, jadi kita bisa pulang bareng terus".ucap Reyhan dengan bangganya sambil menunjuk kearah sepedanya.


"Wah Mai,Reyhan sekarang so sweet bangat ya Duhhh jadi iri deh".ledek Dinda


"Biasa ajah kali Din, udah ah ayo pulang keburu sore nanti di cariin sama ibu".ucap Maira menaiki sepedanya.


Maira dan Reyhan pun pulang dengan sepeda masing-masing sedangkan Dinda di jemput sama Supirnya.


Maira dan Reyhan terus mengayu sepedanya sambil berlomba.


"Siapa duluan sampai perempatan dia yang menang".tantang Reyhan.


Hingga akhirnya mereka pun sampai di perempatan.


"Yeyyy aku yang menang, Reyhan kalah wekk".ujar Maira dengan bangga sambil terus tertawa.


Reyhan yang melihat Maira bisa tertawa lepas ketika bersamanya merasa bahagia.


Aku harap aku bisa melihat kamu terus tertawa dan tersenyum bahagia seperti itu Mai.batin Reyhan.


"Rey ngapain bengong,nanti kesambet baru tahu rasa kamu".ledek Maira sambil tertawa membuyarkan lamunan Reyhan.


"Siapa juga yang bengong, Ya sudah kamu pulang sana nanti di cariin sama ibu kamu".


"Iya iya bawel, kamu juga pulang sana anak mami hahahhaha".ledek Maira lagi sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Reyhan sendiri di perempatan.


Mereka pun akhirnya berpisah di perempatan dan pulang kerumah masing-masing.


****


Maira terus mengayu sepedanya sampai kerumah dan sesampainya dirumah ia melihat ibunya sedang menyapu di halaman rumah


"Assalamualaikum Bu Maira sudah pulang".sapaMaira menghampiri ibunya yang sedang menyapu dan mencium punggung tangan ibunya.


"Walaikumsalam nak, cepat masuk mandi dan ganti bajumu baru kamu makan".ucap Ibu

__ADS_1


"Baik Bu Maira masuk duluan ya".balas Maira dan langsung masuk rumah setelah menyimpan sepedanya.


Malam harinya Maira dan keluarganya sedang makan malam.


"Maira bagaimana jualannya hari ini apa kuenya laris semua ndok?"tanya ibu di sela-sela makan malam mereka.


"Iya bu alhamdulillah kuenya laris semua tidak ada yang sisa".jawab Maira sambil memasukkan se sendok makanan ke mulutnya.


Selesai makan malam Maira pun mencuci piring dan setelah itu Ia masuk kamarnya.


Karna ujian sekolah sebentar lagi dimulai Maira pun mulai giat belajar serta mempersiapkan diri.


Di tengah keseriusannya belajar tiba-tiba hpnya berdering membuat ia terpaksa berhenti.


Cukup lama Maira mengabaikan orang yang tengah menelponnya, tetapi hpnya terus berbunyi hingga ia harus terpaksa mengangkatnya.


"Siapa sih malam-malam begini nelfon, ganggu saja".Maira kini bicara sendiri sembari mengambil hpnya di kasur nya.


Hah...nomor baru, pasti Reyhan nih mau kerjain aku lagi awas saja kalau benar .


"Halo siapa ini?.tanya Maira setelah mengangkat telfon nya.


"Hai ini aku Raka"jawab Raka di seberang telfon.


Ahh murid baru itu kirain Reyhan.


"Oh kamu, kenapa menelfon malam-malam begini?.tanya Maira lagi. kan sudah ku bilang jangan telfon kalau bukan urusan pelajaran.


"Oh begitu ya maaf sudah mengganggu, Aku hanya ingin mengetes saja apakah ini benar nomor yang kamu kasih asli atau nomor orang lain hehehe".ucap Raka di seberang telfon.


"Alasan saja kamu. Ya sudah tidak apa-apa kalau mau menanyakan soal pelajaran besok saja di sekolah ok ini sudah malam aku mau tidur bye".ucap Maira dan langsung mengakhiri telfonnya dengan Raka.


Setelah Mengakhiri telfon nya, Maira kini melanjutkan belajar sebentar setelah itu Ia pun naik ke atas tempat tidurnya untuk merebahkan tubuhnya.


Ahhh hari ini melelahkan sekali banyak tugas belum lagi besok aku mulai mengajari murid baru itu hufff semangat Maira kamu pasti bisa.Ohh kasur empukku yang selalu membuat badanku nyaman dikalah hari-hari yang melelahkan.batin Maira sembari guling-guling di kasur nya.


****


Maira yang menutup telfon secara sepihak membuat Raka pun mendengus kesal.


Ya ampun baru pertama kali ini cewek menolak dan tidak mau berlama-lama bicara dengan Aku padahal di sekolah lama semua cewek pada ngantri huffh.Tapi aku jadi makin penasaran sama dia seperti ada sesuatu yang beda pada dirinya membuatku tambah penasaran.hmm aku harus dekat sama dia.Untung saja wali kelas menyuruh dia untuk membantu aku jadi aku bisa lebih dekat lagi dengan nya.Hmmm kira-kira apa dia sudah punya pacar ya.Tapi kalau aku perhatikan sepertinya dia belum punya pacar soalnya dia sangat judes jadi pasti sulit bagi para lelaki untuk mendekatinya.batin Raka.


"Oke baiklah mulai besok dia akan mengajari ku bukan,aku harus manfaatkan itu supaya aku bisa lebih dekat lagi dengannya.Hati cewek mana yang tidak bisa di taklukkan seorang Raka Mahendra".seruh Raka pada dirinya sendiri dengan penuh semangat.


Bersambung.....


****


Guys jangan lupa like,komen dan vote ya💕💕💕


Terima kasih😘😘

__ADS_1


__ADS_2