
Keesokan harinya seperti biasa Maira bangun subuh untuk membantu ibunya memasak sarapan dan membuat kue.Setelah itu semua selesai Maira pun bergegas mandi dan bersiap-siap pergi sekolah.
"Bu, hari ini Maira sepertinya pulang agak sorean nggak apa-apa kan".ujar Maira di sela-sela sarapannya.
"Memangnya kenapa nak kamu harus pulang sorean".balas ibu heran.
"Palingan juga kak Maira mau jalan sama pacarnya bu hahahha".timpal Reza adik laki-laki Maira yang tiba-tiba muncul dari kamarnya seperti hantu dan langsung duduk di samping ibunya.
"Hush sembarang aja kamu kalo ngomong, anak kecil tidak usah ikut campur".ucap Maira jengkel dengan kata-kata adiknya."Maira di minta sama wali kelas bu untuk membantu murid baru yang baru masuk sekolah kemarin".sambungnya lagi.
"Ya sudah tidak apa-apa tapi jangan pulang sampai lewat magrib, tidak enak sama tetangga kalau melihat anak gadis ibu pulang sampai magrib".
"Siap bu".ucap Maira semangat
"Ya sudah berangkat sana nanti kamu terlambat lagi kesekolah.Biar nanti adik kamu yang bereskan meja dan mencuci piring kotornya".
"Kok jadi Reza bu yang bereskan mejanya, Reza juga kan mau berangkat sekolah".ucap Reza tidak terima.
"Sekolah kamu kan lebih dekat daripada sekolah kakakmu, nggak apa-apa kan sekali-kali kamu yang bereskan mejanya".
"Anak kecil nurut saja apa salahnya sih".ledek Maira sembari berdiri dari duduknya.
"Heii kak Maira aku bukan anak kecil lagi".Reza kini tak terima selalu di panggil anak kecil sama Maira.
"Hush sudah-sudah tidak usah bertengkar ibu pusing dengar kalian bertengkar terus".kini ibu yang mulai jengkel melihat kedua anaknya tidak pernah akur.
Umur Maira dan adiknya tidak terpaut terlalu jauh hanya berselisih 2 tahun tetapi Maira suka mengganggu adiknya tersebut dan selalu menganggap adiknya anak kecil.
Drama perdebatan kecil setiap pagi dengan adiknya menjadi kesenangan tersendiri bagi Maira.
Kini Maira sudah bersiap pergi sekolah menggunakan sepeda kesayangannya.Setelah berpamitan sama ibunya Maira pun mengayu sepedanya meninggalkan rumahnya.
****
Di rumah Raka
"Bagaimana sekolah barumu nak, apa kamu suka?".tanya mama Raka sembari mengoleskan selai kacang pada roti dan memberikanya kepada Raka.
"Biasa aja Ma, tidak ada yang spesial".balas Raka singkat.
"Oh begitu,Mama sama Papa harap kamu betah di sekolah barumu".ujar mama lagi dan Raka hanya manggut-manggut.
"Mama dan Papa mungkin beberapa hari kedepan akan ke luar negeri untuk mengurus kantor cabang Papa kamu disana, jadi Mama harap kamu tidak berbuat macam-macam lagi saat mama pergi nanti, jadilah anak yang baik kalau Mama tidak ada oke".sambung Mama lagi mengingatkan Raka.
__ADS_1
"Iya Ma, memangnya Raka anak kecil harus di ingatkan terus.Raka pamit dulu Ma".balas Raka mencium punggung tangan mamanya.
"Bagi Mama kamu memang masih anak kecil sayang dan kamu satu-satunya anak kami.Ya sudah cepat berangkat sekolah sana nanti kamu terlambat lagi".
Setelah sarapan dan berpamitan Raka pun berangkat sekolah menggunakan motor ninja kesayangannya.
Raka adalah anak tunggal kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya semua dia dapatkan.Meskipun sering ditinggal oleh kedua orangtuanya untuk urusan pekerjaan tapi dia tidak pernah mengeluh sedikitpun karna dia tahu semua demi dirinya.
****
SMAN NUSANTARA
Sesampainya disekolah Maira segera memarkirkan sepedanya dan mengambil keranjang kuenya dan membawanya ke kantin seperti biasa.
Tidak berselang lama setelah Maira pergi dari parkiran kemudian datanglah Raka dengan motor ninjanya.Saat Raka membuka helm nya semua mata cewek yang berada di sana tertuju padanya.
Maira yang mendengar suara histeris para cewek-cewek langsung membalikkan badan nya dan melihat ke arah parkiran dan hanya melirik-lirik sebentar kemudian fokus kembali berjalan ke kantin.
Memangnya siapa yang datang ya kenapa cewek-cewek pada heboh dan histeris begitu seperti melihat artis saja hmm.gumam Maira
Raka pun kemudian turun dari motornya dan berjalan meninggalkan parkiran berjalan cepat menuju toilet karna panggilan alam dan tidak menghiraukan para cewek menatapnya semenjak dia datang.
Setelah menitipkan kuenya di kantin Maira pun bergegas pergi dari kantin dan berjalan menuju kelasnya.Saat bersamaan juga Raka keluar dari toilet dan melihat Maira berjalan menuju kelas Raka pun mengikuti Maira dari belakang Karna terlalu serius berjalan Maira tidak menyadari Raka sudah berada di sampingnya saat Maira menoleh dan melihat sosok Raka sontak saja membuat Maira kaget.
"Ya ampun begitu saja kaget, kayak melihat hantu saja".cibir Raka
"Ya kaget lah lowong kamu tiba-tiba muncul di samping aku seperti hantu saja".
"Aku sudah dari tadi berjalan disampingmu dan mengikutimu tapi kamu terlalu serius jadi kamu tidak menyadarinya".jelas Raka
"Hadehh alasan saja kamu".ucap Maira lalu kembali berjalan.
"Kamu Habis dari mana?".tanya Raka basa basi mengalihkan pembicaraan.
"Idihhh anak baru, kepo bangat sih".balas ketus Maira lalu pergi meninggalkan Raka.
Ya ampun galak nya.batin Raka
"Heiii tunggu dong.Malah ninggalin gitu saja".teriak Raka tapi tidak di gubris oleh Maira.
Raka pun kemudian berlari mengejar Maira sampai di kelas.
Sesampainya di kelas Dinda yang melihat Maira dan Raka datang bersamaan merasa heran.
__ADS_1
"Mai kok kamu bisa datang bersamaan sama anak baru itu".Tanya Dinda setelah Maira duduk di sampingnya.
"Tahu tuh anak baru, dari tadi dia ngikutin aku mulu.Udah ah nggak usah di bahas ".balas Maira lalu Dinda hanya manggut-manggut.
Di tengah perbincangan mereka tiba-tiba muncul Reyhan.
"Hai Maira, kamu jadi kan ikut tes beasiswa?".tanya Reyhan lalu duduk di atas meja Maira.
"Jadi dong".balas Maira
"Aku nggak di sapa nih.Aku nggak di anggap gitu".protes Dinda
"Ehh ada Dinda ternyata kirain kamu tidak ada tadi".ledek Reyhan. "Soalnya kamu tertutupi sih sama kecantikannya Maira ku".goda Reyhan dan melihat kearah Maira.
"Ihh Reyhan kamu tuh kebiasaan bangat kalau datang langsung duduk di meja aku".Maira jengkel.
"Udalah Mai biarin aja, kamu mau larang dia bagaimana pun, dia akan tetap duduk di meja kamu kalau setiap datang, seperti kamu tidak mengenal kebiasaan Reyhan saja".ucap Dinda
"Tuh Dinda saja pengertian Mai".ucap Reyhan sembari turun dari meja Maira.
Mereka bertiga pun berbincang-bincang dan tertawa lepas bersama tanpa menghiraukan para murid yang berada di kelas terus memperhatikan mereka termasuk sosok Raka yang sedari tadi memperhatikannya.
"Loh, Mau kemana Rey"tanya Dinda saat melihat Reyhan mulai beranjak dari meja mereka di tengah-tengah keasikan mereka.
"Aku mau balik ke kelasku sebentar lagi bel masuk bunyi".balas Reyhan sambil melambaikan tangannya kearah Maira dan Dinda.
"Ya nggak asik dong kalau nggak ada Reyhan".keluh Dinda
"Duhhh anak pintar.ledek Maira sambil membalas lambaian tangan Reyhan.
Setelah kepergian Reyhan, Dinda dan Maira pun kembali berbincang-bincang tentang pengalaman mereka ketika menonton drama korea yang mereka tonton.
Sementara itu tidak jauh dari meja Maira dan Dinda tampak Raka sedang memperhatikan mereka semenjak kedatangan Reyhan.
Siapa ya kira-kira laki-laki yang datang tadi sepertinya dia sangat dekat sekali sama Maira dan temannya.
Kring Kring
suara bel masuk berbunyi membuat Raka yang sedang bergulat dengan pikirannya sendiri langsung sadar dan kembali fokus.
****
Guys jangan lupa like, komen, dan vote ya 💕💕💕
__ADS_1
Terima kasih😘😘