
Pagi hari cahaya mentari yang masuk kedalam sela-sela gorden jendela membuat Maira masih tertidur pulas terbangun dari mimpinya.Langsung saja Maira masuk dalam kamar mandi untuk membersikan dirinya dan memakai seragamnya.Setelah itu ia pun menuju ruang makan untuk ritual sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.
Saat sedang sarapan Maira pun mengecek ponselnya untuk melihat jadwal tes beasiswa.
"Nak, kalau sedang sarapan jangan main ponsel atu".tegur ibu yang melihat Maira sedang asik dengan ponselnya.
Astaga banyak bangat panggilan tidak terjawab dari Raka dan mengirim pesan juga, kok aku nggak dengar ya ponsel ku berbunyi tadi malam.Ahh pantesan aku silent jadi pasti tidak kedengaran lah kalau ada panggilan masuk.batin Maira
"Maaf Bu, Maira cuman melihat jadwal tes kok".
"Ya sudah simpan ponselmu dulu,lalu selesaikan sarapan mu nanti telat lagi ke sekolah".
"Iya bu. Ohiya hari ini ibu tidak membuat kue?"tanya Maira tidak melihat keranjang kue seperti biasa sudah siap di atas meja makan untuk ia bawah ke sekolah.
"Tidak nak, bahan-bahanya untuk membuat kue sepertinya sudah habis, Ibu belum sempat membelinya lagi".jawab ibu sembari membersikan piring kotor di atas meja dan membawanya ke dapur.
"Ohiya Bu, Reza mana tumben hari ini batang hidungnya tidak kelihatan?"tanya Maira yang tidak melihat adik kesayangan nya itu. "Biasanya jam begini dia sudah berisik mencari dasinya yang entah dimana dia menyimpannya dan malah menyalahkan orang lain hahaha".Sambung Maira lagi terkekeh dengan perkataannya sendiri.Walau mereka seperti tikus dan kucing yang tidak pernah akur tetapi saat tidak melihat adiknya seperti biasanya di pagi hari akan terasa kurang lengkap kalau Ia dan Reza tidak berantem sebelum berangkat ke sekolah.
Hal sekecil itulah yang selalu membuat Maira merasa bahagia, membuat adiknya jengkel di pagi hari hingga ibunya yang turun tangan untuk melerai keduanya.Sedangkan Bapaknya duduk di teras di temani dengan kopi hitam panas tanpa gula buatan sang istri dan sesekali menikmati indahnya matahari pagi.
Menikmati kopi hitam tanpa gula akan terasa manis jika sang istri yang membuatnya begitu pikirnya.Kadang kala Maira merasa di buat iri dengan orang tuanya begitu romantis meskipun umur mereka sudah muda lagi.
"Adik kamu masih tidur di kamarnya, katanya hari ini dia libur".ujar ibu dari dapur.
"APA... REZA MASIH TIDUR".kini nada Maira meninggikan suaranya sengaja agar adiknya mendengarnya."Bocah itu bisa-bisa nya dia jam segini masih tidur bukannya bantu orang tua malah masih molor, enak bangat ya hidupnya mau jadi apa dia".seruh Maira sembari Beranjak dari meja Makan menuju kamar Adiknya.
"HEII BOCAH BANGUN JAM BERAPA INI,ENAK BANGAT YA HIDUP ANDA LIBUR SEKOLAH BUKAN BERARI MALAS-MALASAN BANGUN PAGI".ujar Maira dengan suara nada tinggi sembari menarik selimut yang menutupi tubuh adiknya dan menuju kamar mandi mengambil se gayung air dan menyiramkan ke wajah adiknya dengan memakai tangannya.
Tetapi yang sang adik masih hanyut dalam mimpi-mimpi indahnya sehingga tidak menghiraukan suara yang sedang meneriakinya di sertai dengan percikan-percikan air yang mulai membasahi seluruh wajahnya.Saat Reza mulai merasa ada yang aneh pada wajahnya ia pun akhirnya terbangun.
"Kak Maira apa-apaan sih nggak ada kerjaan apa, ganggu orang tidur saja wuahhh".keluh Reza pada kakaknya yang masih berdiri dengan tangan di kedua pinggang.
__ADS_1
"Kamu yang apa-apaan jam segini masih molor, bukannya bangun bantu-bantu ibu di dapur malah enakan molor.Cepat bangun dan bantu ibu cuci piring sana".pinta Maira pada adiknya dan Reza pun menurut tanpa perlawanan.Percuma jika melawan sama kakaknya karna ia pasti akan kalah meskipun Reza lebih tinggi beberapa centi dari kakaknya, tetapi Maira terlalu tanggu bagi Reza karna mengingat Maira jago bela diri dan apalagi soal berdebat.begitu pikirnya Reza.
"Anak baik".ucap Maira pada adiknya setelah turun dari kasur dan melongos pergi dari kamarnya dan di ikuti Maira dari belakang.
"Maira kamu masih disini,kenapa belum berangkat sekolah juga telat nanti baru tahu kamu".tegur ibu yang melihat anak gadisnya masih dirumah.
"Eh ibu ini juga Maira juga mau berangkat kok bu".ucap Maira menuju rak sepatu dan memakainya di teras rumah.
"Syukurin...makanya jangan suka gangguin orang".ledek Reza saat Maira sedang memakai sepatunya.
"Diam kau bocah...kakak jewer baru tahu rasa kamu".hardik Maira pada adiknya
"BODO AMAT WEKK".ledek Reza lagi berlari masuk dalam rumah.
Setelah memakai sepatu Maira pun berpamitan kepada orang tuanya.
"Oh sitt bocah itu awas kau".umpat Maira saat melihat salah satu ban sepedanya kempes.Ia pun kembali masuk kedalam rumah dan memarahi adiknya.Setelah drama pertengkaran kecil dengan adiknya, Maira pun dengan terpaksa memesan ojek online, tidak butuh waktu lama abang ojek online pun datang.Maira pun bergegas naik keatas motor dan menyuruh ojolnya untuk sedikit ngebut karna mengingat sebentar lagi ia akan terlambat.
Ini semua gara-gara bocah itu, kalau saja dia tidak membuat ban sepedaku kempes nggak mungkin aku menunggu dan harus naik ojol.
Astaga Aku telat,gimana ini pasti bakalan di hukum dan pasti hukuman nya mencuci WC.
Saat memasuki area sekolah, Maira yang melihat sekitar dan ternyata sudah sepi karna 10 menit yang lalu bel masuk sudah berbunyi. Saat sedang jalan mengendap-endap j di koridor tiba-tiba ada guru yang memanggilnya sontak saja membuat Maira kaget bukan main.
Astaga ibu Linda guru killer itu ok fix aku bakalan di hukum.
Maira pun berbalik kearah sumber suara dan cengir-cengir seolah-olah tidak ada apa-apa.Karna ketahuan terlambat Maira pun di hukum sama ibu Linda dan benar saja guru killer itu menyuruhnya membersikan WC hingga bersih.Maira pun dengan pasrah menerima hukumannya.
Beruntung hari ini adalah pelajaran olahraga di jam pertama,sehingga ia bisa mengganti bajunya.Akhirnya selesai, setelah hampir satu jam Maira membersikan WC seorang diri.
Setelah menjalani hukumannya Maira pun berganti pakaian dan berpamitan kepada ibu Linda yang selalu mengawasinya.
__ADS_1
****
"Huff capek bangat".keluh Maira saat sampai di kelas dan duduk langsung di kursinya.
"Maira...Ya ampun kirain kamu nggak datang.Btw habis ngapain kamu kenapa keringatan begitu hayo loh ngaku?"selidik Dinda yang melihat Maira sedang mengelap air keringatnya.
"Ishh apaan sih, Aku tadi habis di hukum sama bu Linda gara-gara aku tadi T E R L A M B A T."ucap Maira dengan menekankan kata terlambat.
"Hahaha rasain siapa suruh datang telat.Lagian Mai, tumben kamu bisa terlambat sih".tanya Dinda heran karna tidak biasanya sahabatnya itu terlambat kesekolah.
Maira pun menceritakan semua nya apa yang dia lakukan hingga membuatnya telat kesekolah.Dinda yang mendengar cerita sahabatnya itu hanya tertawa terbahak-bahak hingga para murid yang berada di dalam kelas menatap ke arahnya.
"Dindaaa bisa nggak sih kalau ketawa itu di setel-setel dulu, heran ketawa kok sudah seperti memakai toa".hardik Maira
"Nggak bisa neng Maira, ketawa aku memang begini sejak lahir sudah dari sononya tidak bisa di tawar- tawar lagi ahahhaha".ledek Dinda.
"Auh ah Din suka-suka kamu saja.Asalkan dirimu bahagia".ucap Maira pada sahabatnya yang masih betah menertawakan nya.
Hampir 30 menit berlalu tetapi guru Fisika pun belum juga masuk untuk mengisi jam pelajaran kedua.Hingga akhirnya ada informasi bahwa sang guru tidak masuk mengajar hari ini di karna kan ada acara keluarga.Sebagian murid pun bersorak bahagia karna pelajaran yang selalu membuat mereka pusing tujuh keliling tidak masuk.
Terlihat keadaan kelas itu terlihat damai, tidak ada kebisingan sama sekali walaupun tidak ada guru yang mengajar karna semua fokus pada ponsel masing-masing
untuk bermain game sedangkan sebagian cewek-ceweknya asik bergosip memamerkan pacar baru mereka dan memperlihatkan foto-foto pacarnya kepada teman-temannya. Padahal itu hanya foto artis drama korea yang biasa mereka nonton di laptop, tetapi mereka menganggapnya itu pacar online mereka.
Bersambung...
****
Guys berikan dukungan kepada Author dengan cara Like, komen, dan vote ya supaya Author nya semangat terus update nya
💕💕❤🤗🤗
__ADS_1
Terima kasih
😘😘