MENANTU MISKIN VS MERTUA KAYA

MENANTU MISKIN VS MERTUA KAYA
BAB. 12. KABAR BAIK TENTANG IBU


__ADS_3

...Setelah saya ( Wisnu ) selesai melaksanakan shalat subuh, saya pun mencoba untuk membaringkan tubuh saya di salah satu ranjang pasien yang ada di dalam ruangan tersebut, dan berharap semoga saja mata ini bisa terpejam dan saya bisa tertidur walaupun cuma sebentar saja, agar tubuh ini bisa kembali memiliki stamina dan lebih segar dari sebelumnya. Biar saya bisa terus kuat menjaga ibu....


...Jujur saja, cuma saya yang bisa menjaga beliau, walaupun saya memiliki beberapa saudara, tapi saya yakin mereka tidak mau ikut menjaga ibu. Mereka masih sakit hati dengan perlakuan ibu selama ini, sehingga saya yakin mereka pasti menolak jika saya minta tolong kepada mereka untuk ikut membantu saya menjaga ibu. Jadi sebaiknya saya saja yang berusaha agar tetap kuat dan sehat agar bisa terus menjaga ibu....


...Sebenarnya bukan salah saudara-saudara saya jika mereka memiliki alasan untuk membenci ibu, karena selama ini ibu memang sudah keterlaluan dengan anak-anak beliau, Ibu tidak pernah berfikir apakah anaknya sakit hati jika mendengar kata-kata kasar beliau, sehingga sikap kasar beliau itu seolah-olah bukan masalah. dan beliau terus bersikap seperti itu, walaupun kami sebagai anaknya sudah sering mengingatkan beliau. Tapi beliau tetap tidak mau mengalah dan terus mempertahankan sikapnya itu....


...Itulah sebabnya, saudara saya setelah berumah tangga, memilih ikut dengan pasangan masing-masing dari pada harus tinggal di rumah ibu. Walaupun ibu sudah memohon agar tinggal di sini, tapi mereka tetap bersikukuh untuk pergi, karena mereka sudah tidak tahan dengan sikap ibu....


...Begitu pun dengan saya, sebenarnya saya juga ingin membawa istri saya keluar dari rumah ini, dan menjalani kehidupan berdua walaupun di rumah yang sederhana asal kami bisa tenang tanpa celoteh dan kesedihan ibu yang selalu di buat-buat oleh beliau itu, untuk mencari-cari kesalahan seseorang....


...Tapi, saya merasa kasihan, jika harus meninggalkan ibu dan bapak, apa lagi dengan kondisi bapak yang sekarang ini, membuat saya harus mengambil keputusan agar tetap bertahan di rumah itu, dan harus membawa istri saya merasakan sikap ibu yang selalu menguji kesabaran bagi siapa saja yang berhadapan dengan beliau. Saya selalu berdoa, semoga istri saya bisa selalu sabar menghadapi sikap ibu....


...Tanpa terasa mata, saya pun akhirnya bisa terpejam juga, dan saya pun sempat tertidur untuk beberapa menit....


...Setelah saya tersadar dari tidur ku itu, saya pun duduk sejenak kemudian melangkah menuju ke dekat ibu, untuk memastikan ibu baik-baik saja dan apakah beliau sudah sadar atau belum?....


...Saya mencoba memegang tangan beliau dan memanggil - manggilnya, sambil mengajak beliau berbicara, akan tetapi ternyata beliau belum sadar, padahal kondisi beliau sudah stabil, terlihat dari alat bantu yang suster pasang kepada ibu, dari alat tersebut menandakan bahwa kondisi beliau normal tinggal menunggu beliau siuman....


...Walaupun ibu belum sadar, tapi saya yakin beliau pasti mendengar apa yang saya katakan, cuma beliau belum bisa untuk membuka mata dan menjawab percakapan saya tersebut....

__ADS_1


...Setelah beberapa menit berbicara dengan beliau, saya ingat hari ini belum pulang untuk memberikan uang belanja kepada Nur istri saya itu. Saya juga lupa menelpon dan menanyakan apakah perawat yang akan membantu merawat bapak sudah datang?...


...Soalnya setelah selesai shalat subuh tadi, saya langsung menghubungi teman saya yang berkerja di bagian penyedia jasa buat perawat atau Beby sister, atau pembantu rumah tangga. Jadi saya menginstruksikan agar mengirimkan seorang perawat buat bapak ke rumah saya. Semoga saja perawatan tersebut sudah datang hari ini....


...Biar Nur tidak terlalu repot harus mengurus bapak sendiri. Biar dia juga bisa banyak istirahat, mumpung ibu sedang tidak ada di rumah. Karena saya tahu selama ini dia kurang istirahat karena sikap ibu yang selalu saja menyuruh- nyuruh dia walaupun hal tersebut tidak penting untuk di kerjakan....


...Apa saja di buat alasan dan sengaja di suruh mengerjakan sesuatu oleh ibu agar menantunya itu tidak jadi istirahat. Itulah salah satu sifat keterlaluan ibu, beliau tidak senang jika Nur istirahat walaupun cuma sebentar saja....


...Saya sempat berfikir, ada baiknya juga hal ini terjadi, Jadi Nur bisa lebih banyak istirahat dan bisa alpa sementara dalam mengerjakan semua perintah dari ibu. Namun di satu sisi, saya kasihan melihat kondisi ibu yang seperti ini....


...*Oh iya saya harus pulang ke rumah dulu, untuk memberi uang belanja kepada Nur, sekalian mengecek apakah perawat tersebut sudah datang. Sekalian saya mengambil baju ganti beberapa lembar untuk saya pakai selama menjaga ibu di rumah sakit ini.* Gumam ku....


...Dan setelah saya selesai berbicara dan meminta izin kepada ibu, saya pun berniat untuk pergi dan mencoba melepaskan tangan saya dari tangan ibu. Dan yang terjadi, ibu menggenggam erat tangan saya dan seakan tidak mau melepaskan pegangan saya ini....


..."Alhamdulillah.... Alhamdulillah..... Alhamdulillah.... Apa ibu sudah sadar dan sudah bisa mendengar suara saya? Apa ibu bisa membuka mata ibu? Ayok Bu, ibu pasti bisa membuka mata dan melihat saya!" Ucap ku sambil terus mengelus rambut ibu dengan tangan yang satu ku lagi, karena yang satu di pegang oleh ibu....


...Beberapa menit saya menunggu dan terus menemani beliau berbicara, akhirnya beliau bisa membuka mata, tapi masih belum bisa untuk berbicara. Saya pun segera manggil suster untuk memeriksa ibu lagi....


...Tidak lama kemudian datanglah seorang dokter di temani seorang suster keruangan ibu ini. Saya pun menjelaskan kepada mereka perkembangan yang terjadi dengan ibu....

__ADS_1


...Mereka pun segera mencek kondisi ibu, sedang saya menunggu di luar kamar tersebut. Setelah beberapa menit, mereka pun keluar dari kamar tersebut...


..."Alhamdulillah pak, kondisi ibu bapak semakin stabil dan beliau juga sudah sadar, jadi ibu bapak sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap, dan di rawat di sana sampai ibu bapak sembuh dan bisa pulang! Jadi sebaiknya bapak menemui staf administrasi dan membicarakan hal ini!" ucap dokter tersebut....


..."Baik dokter! Terima kasih atas infonya!" ucap ku sambil menyalami dokter tersebut....


..."Sama-sama pak, kami permisi dulu!" ucapnya lagi sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan ini....


...Saya pun segera bergegas menemui staf yang di katakan dokter tersebut tadi, untuk membahas kamar yang ibu tempati nantinya. Saya berencana memilih kamar VVIP untuk ibu, biar beliau bisa betah dan nyaman selama proses penyembuhan....


...Setelah selesai urusan dengan staf administrasi tersebut, saya kembali ke kamar ibu untuk melihat kondisi beliau sekarang yang sudah sadar, dari komanya itu....


..."Terpaksa hari ini saya pulang ke rumah, mungkin siang ya Nur! Soalnya ibu sudah sadar dan akan di pindahkan ke kamar rawat inap! Oh iya apa perawat yang akan merawat bapak sudah datang? Dan apakah uang belanja kamu masih ada, sekedar untuk membeli makanan pagi ini untuk kamu dan bapak?" ini lah isi pesan yang saya kirim ke nomor ponsel istri saya itu. Semoga saja di cepat baca dan membalas pesan tersebut....


...Setelah selesai mengirimkan pesan ke Nur, tanpa menunggu balasan pesan tersebut, saya pun segera masuk ke kamar ibu dan menemui ibu....


..."Alhamdulillah ibu sudah sadar? Apa ibu mau makan? ucap ku kepada ibu sambil menatap wajah beliau....


...BERLANJUT.........

__ADS_1


...MAAF MASIH BANYAK TYPO.... JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!!!!!...


__ADS_2