MENANTU MISKIN VS MERTUA KAYA

MENANTU MISKIN VS MERTUA KAYA
BAB. 7. POV MAS WISNU PART 1


__ADS_3

...Saya Wisnu Wijaya, saya berasal dari keluarga yang bisa di bilang kaya. Saya menikah dengan seorang gadis dari desa yang bernama Nur Wahida, keluarganya hidup sederhana dan pas-pasan....


...Dia gadis yang baik, sopan, perhatian dan penyayang, itulah sebabnya saya suka dengan dia dan memilih untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan....


...Saya tidak memandang status ekonomi keluarga dia, karena saya benar-benar sayang dan cinta sama dia. Kami sebelumnya sudah lama kenal sekitar 2 tahun, dan selama itu dia bersikap baik pada saya dan keluarga saya....


...Kami juga menikah karena dasar suka sama suka, walaupun keluarga sempat menolak karena mereka malu dengan status keluarga saya ini....


...Menurut mereka, Nur tidak pantas bersanding dengan saya yang terlahir dari keluarga yang kaya dan terpandang. Namun saya tidak menyerah dan tetap berjuang agar bisa menikahi anaknya itu....


...Di tambah keluarganya memang orang yang serba hidup pas-pasan, namun mereka sangat menghargai dan menghormati pasangan mereka apalagi orang lain....


...Itulah sebabnya saya semakin mantap dan menentukan pilihan ke dia, untuk saya jadikan istri saya. Ibu juga dulu sangat baik dan terlihat suka dengan dia, tapi sekarang setelah kami menjadi pasangan suami istri, ibu menjadi jutek dan judes ke dia....


...Entah apa yang membuat sifat ibu berubah seperti itu. Beliau biasa menghina dan merendahkan istri saya itu, tanpa merasa bersalah atau kasihan pada Istri ku itu walaupun sudah terlihat sedih dan menangis....


...Saya hanya mencoba menenangkan agar dia bisa sabar, dan tidak mengambil pusing ataupun memasukkan ke dalam hati setiap ucapan ibu tersebut....


...Walaupun sebenarnya saya merasa bersalah dan sedih, karena saya membawa dia ke dalam keluarga saya, sehingga dia harus merasakan semua perlakuan kasar dari ibu....


...Tapi, mau gimana lagi? Saya tidak bisa membawa dia pergi dari rumah ini, dan pindah ke rumah lain. Bukannya saya tidak mampu untuk membeli rumah untuk kami tinggali berdua, tapi saya tidak mau meninggalkan ibu dan bapak yang hanya tinggal berdua. Apalagi dengan keadaan bapak yang sekarang lagi sakit terkena stroke, yang mana anggota tubuh beliau tidak bisa bergerak dan mengerjakan apa-apa tanpa bantuan seseorang....


...Setiap hari saya selalu mendengar ocehan ibu tentang istri saya itu, entah apa yang terjadi dengan ibu, sehingga ibu selalu saja mencari -cari kesalahan istri saya itu....


...Padahal Nur, orang yang rajin setiap pagi setelah selesai shalat subuh, dia langsung menuju dapur dan berkutat dengan bahan masakan yang ada di situ. Semua dan bahkan semua pekerjaan rumah dia yang kerjakan, dari mulai masak, mencuci, dan membersihkan rumah. Itu semua dia kerjakan setiap hari, tanpa harus di perintahkan oleh ibu dia pasti sudah mengerjakannya....


...Jujur saja, selama seminggu lebih ini kami berumah tangga, saya merasa sangat bahagia dan sangat bersyukur bisa mendapatkan wanita secantik dan sebaik dia. Walaupun terkadang dia mengeluh dan protes kepada saya tentang sikap ibu ke dia, akan tetapi dia tidak pernah marah atau bahkan benci sama ibu....


...Bahkan dia sangat senang sama ibu dan bapak, terlihat jika ibu sedang memarahi bapak, pasti istri saya itu menangis dan berlalu masuk ke kamar agar tidak mendengar kata-kata kasar ibu ke pada bapak....


...Tapi walaupun dia selalu bersikap baik kepada ibu, ibu seakan tidak bisa melihat kebaikan -kebaikan yang Nur lakukan dan masih sangat berat untuk menerima kehadiran Nur di rumah ini....

__ADS_1


...Suatu pagi walaupun Nur sedang sakit, ibu selalu saja marah dan menganggap Nur tidak becus menjadi seorang Istri....


...Seperti di beberapa hari yang lalu, istri saya itu, lagi tidak enak badan lagi sakit, jadi dia tidak bisa bangun menyiapkan sarapan untuk saya. Ibu pun marah-marah karena hal ini, padahal kan baru kali ini Nur tidak bisa menyiapkan semua keperluan saya....


...ya tapi bukan ibu namanya jika tidak memperpanjang hal ini, dengan ucapan-ucapan ketus dan menyayat hati. Seperti ini,...


..."Pengantin baru itu harus rajin bagun pagi, ini kok kamu malah malas-malasan sih!" ucap ibu kepada Nur yang sedang berbaring di kamar karena sedang sakit....


..."Bangunkan istri mu itu Wis!" ucap ibu kepada saya. Masa jam segini belum bangun sih!...


..."Kayak nya dia lagi tidak enak badan Bu, jadi biar dia istirahat saja dulu!" ucap ku kepada ibu dan posisi saya saat itu sedang duduk di ruang tamu....


..."Tapi kamu kan mau berangkat kerja Wis, masak dia tidak menyiapkan apa pun buat kamu, seperti makanan atau minuman?" ucap ibu lagi...


..."Tidak apa-apa kok Bu, saya bisa siapkan minuman sendiri dan soal makanan bukannya ibu sudah masak tadi?" ucap ku menimpali ucapan ibu...


..."Ibu sudah masak sih, tapi kan dia istri kamu, jadi sewajarnya dia melayani kamu setiap pagi sebelum berangkat kerja!" dengan nada agak tinggi...


...Ah kamu tuh selalu saja membela dia, memang dasarnya dia itu malas kok" suara ibu terdengar mulai emosi...


..."Sudah la Bu, biar hari ini dia istirahat full, biar bisa cepat sembuh dan besok sudah bisa melakukan seperti yang ibu katakan! Saya berangkat dulu ya Bu!" ucap ku sambil pamit sama ibu, agar masalah tidak bertambah panjang....


..."Ya sudah hati-hati selama bekerja, dan jangan lupa untuk makan nanti!"...


...Begitulah hari itu, ibu seakan tidak kasihan sama istri saya itu, walaupun saya sudah berkata dia sedang sakit. Ibu selalu saja mau memaksakan kehendaknya kepada istri saya itu....


...Jadi, saya cepat -cepat berangkat kerja agar tidak berdebat dan panjang lebar dengan ibu, tapi pasti selepas saya pergi ibu akan mulai berusaha membangunkan Nur, untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti biasa....


...Saya pun semakin semangat bekerja karena mengingat sekarang ada istri yang harus saya hidupi dan semampu saya untuk membahagiakan dia....


...Tidak terasa waktu cepat berlalu, dan jam pulang kantor pun sudah tiba, saya dengan perasaan penuh cemas karena mengingat keadaan istri yang sedang sakit, dan tidak berkomunikasi dengan dia seharian ini, ingin segera cepat -cepat sampai di rumah....

__ADS_1


...Dan tidak beberapa lama saya di perjalanan, akhirnya saya pun sampai di rumah....


...Ternyata istri saya itu terlihat sudah sembuh, dan dia sampai menunggu kepulangan saya di teras rumah....


...Saya sangat senang karena dia baik-baik saja dan sudah baikan. Berarti besok insya Allah dia sudah bisa menyiapkan semua keperluan saya sebelum berangkat kerja, dan ibu tidak akan marah-marah lagi....


...Istri saya ini sangat antusias menyambut kepulangan saya ini, dan terlihat wajahnya sangat bahagia dan sangat cantik....


...Assalamualaikum". ucap ku ...


..."Waalaikum salam... " jawab istri ku sambil mencium punggung tangan saya....


..."Duduk dulu mas! Oh iya mas mau langsung makan atau mau mandi dulu, soalnya jika mau langsung makan, makanan sudah siap tuh di meja makan? ucapnya sambil merah tas yang biasa saya bawa untuk pergi bekerja....


..."Mas mau mandi dulu, dek baru makan, soalnya badan mas ini sudah sangat bau dan lengket banget karena keringat. Mas juga mau sholat dulu jika selesai mandi itu kan sudah azan Maghrib!, Adek mau sholat terlebih dahulu atau mau menunggu mas dan sholat berjamaah?" ucap ku lagi ...


..."Adek menunggu mas saja, agar kita bisa sholat berjamaah!" ucapnya...


..."Ya sudah, mas pamit mandi dulu." ucap ku sambil menuju ke kamar untuk segera mandi, dan di susul olehnya dari belakang....


...Sungguh indah dan saya merasa sudah memiliki kehidupan rumah tangga yang hampir sempurna tinggal di tambah kehadiran seorang anak, maka rumah tangga saya ini sudah bisa di bilang sempurna. ...


...Tapi walaupun saya merasa kehadiran dan kehidupan bersama Nur sudah membuat saya bahagia, beda dengan ibu yang selalu membenci dan selalu mencari-cari kesalahan dari istri saya ini....


...Oh iya bicara soal ibu, saya sampai lupa menanyakan tentang beliau. Karena biasanya setiap saya pulang kerja beliau selalu menunggu saya di ruang tamu, sambil menyampaikan unek-unek tidak lain dan tidak bukan pasti tentang istri saya....


...Tapi hari ini saya tidak menemukan keberadaan beliau, kemana ya ibu? Apa sedang tidur? Atau sedang keluar?...


...BERLANJUT........


...MAAF MASIH BANYAK TYPO... JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!!!...

__ADS_1


__ADS_2