
...Mas Wisnu pun kemudian segera mengetuk dan membuka pintu kamar yang di tempati oleh bapak mertua saya itu....
...Saya pun juga ikut masuk ke dalam kamar tersebut, karena ingin melihat keadaan bapak yang tidak biasanya dia diam Sampai berjam-jam begini. Soalnya sudah terlalu lama ibu mertua pergi, dan sejak itu juga suara bapak tidak saya dengar sampai saat ini. Padahal biasanya bapak akan setiap beberapa menit akan memanggil ibu entah dia mau ke kamar mandi atau apa entah lah....
...Setelah beberapa menit menatap seluruh tubuh bapaknya, yang merupakan bapak mertua saya itu, mas Wisnu pun mencoba untuk mengajak bapaknya itu berbicara....
..."Bapak baik-baik saja kan? Bapak mau apa? Jika mau apa-apa bilang sama Wisnu, Soalnya ibu belum pulang! Apa bapak lapar mau makan? ucap mas Wisnu...
..."Tidak kok Wis, bapak tidak mau apa-apa, dan bapak baik-baik saja, bapak juga belum lapar kok!" ucap bapak...
...Suara beliau memang terdengar sangat jelas, dan terdengar sangat sehat. Seperti suara orang yang baik-baik saja dan tidak sedang sakit. Padahal aslinya beliau itu sangat tersiksa dengan penyakit stroke yang di deritanya ini....
..."Tapi kata Nur, semenjak ibu pergi tadi, suara bapak juga sudah tidak terdengar sampai saat saya pulang tadi? Apa bapak terlalu lelap tidur ya?"...
..."Iya Wis, bapak memang tertidur sejak ibu mu pergi dan baru bangun ketika kamu membuka pintu kamar, karena bapak kaget mendengar suara pintu jadi bapak terbangun."...
..."Oh pantas saja, Nur tidak mendengar suara apapun dari kamar bapak, baik suara dari bapak sendiri atau suara apa gitu? Itu karena bapak terlalu lelap tidurnya? Ya sudah jika bapak merasa baik-baik saja dan tidak ingin apa pun, bapak lanjut tidur aja, soalnya Wisnu mau makan dulu ya pak! Apa bapak juga mau makan, biar Nur ambilkan makan buat bapak?"...
..."Tidak usah Wis, bapak belum lapar kok, dan bapak juga ini masih mau lanjut tidur aja, jadi kamu makan dulu sana, kamu pasti sudah sangat lapar kan dan masih sangat lelah baru pulang kerja?"...
..." Ya sudah, Wisnu keluar ya pak? Jika bapak butuh dan mau apa-apa teriak ke Wisnu ya! Wisnu selalu ada kok di sekitar kamar bapak!"...
..."Iya Wis!" ucap bapak mertua ku itu....
...Saya dan mas Wisnu pun berlalu dari kamar beliau ini, dan menuju ke meja makan....
...Sambil menyantap makanan, saya pun memulai memberikan beberapa pertanyaan kepada mas Wisnu....
__ADS_1
...Ya pertanyaan seputar kronologi yang membuat bapaknya sakit sampai seperti itu. Soalnya saya penasaran dengan hal ini. Semoga saja dia mau menjawab pertanyaan ku ini....
..."Oh iya mas, sebenarnya adek mau bertanya sesuatu sama mas, bisakah? Dan mas harus jawab ya pertanyaan saya ini! Biar saya tidak penasaran terus." ucap ku...
..."Pertanyaan apa sih dek? Kok adek sampai penasaran ingin mendengar jawabannya?" ucap mas Wisnu...
..."Hmmmm.... Itu loh mas, mengenai penyakitnya bapak, kronologinya bagaimana mana sih, kok bapak sampai sakit separah itu? Apa penyakitnya itu memang karena stroke semata atau ada faktor penyebab yang lain? Misalnya dari orang yang syirik dan sakit hati gitu?" ucap ku dengan beberapa pertanyaan kepada mas Wisnu....
..."Hmmmm..... " ucap mas Wisnu dengan wajah yang terlihat sangat bingung dan bercampur sedih....
..."Kok hmmmm.... Sih mas?" Mas kenapa terlihat bingung dan sedih sih?" ucap ku memburu dan tambah penasaran....
..."Mas bingung saja harus menjelaskan ke adek mulai dari mana, soalnya cerita di baliknya itu sangat panjang dan bercampur sedih juga dek! Mas agak sedih saja jika harus mengingat kembali kejadian itu!"...
..."Hmmmm... Maaf ya mas! Jika pertanyaan adek membuat mas harus mengingat lagi kejadian yang membuat mas sedih itu! Tapi jujur saja adek sendiri sangat penasaran dan penuh tanda tanya soal ini mas, makanya adek tidak bisa tenang jika belum mendapatkan jawaban walaupun cuma sedikit atau singkat!"...
...Sebenarnya saya sih tidak punya hak untuk tahu mengenai hal ini, ini kan termasuk masalah pribadi keluarga mereka, tapi saya kan sudah menjadi istri mas Wisnu jadi otomatis saya sudah termasuk keluarga mereka, jadi menurut saya wajar saja jika saya tahu hal ini....
...Itu pun jika mas Wisnu bersedia berbagi cerita dengan saya....
..."Tidak apa-apa kok dek, tidak salah kok jika adek mau tahu tentang hal ini, toh adek sekarang sudah menjadi istri mas! Jadi wajar aja jika merasa penasaran dan ingin sedikit tahu tentang apa yang terjadi dengan keluarga mas ini, termasuk dengan penyakit bapak ini! Cuma mas terlihat sedih, itu karena mas kembali mengigat kejadian yang membuat bapak sampai seperti sekarang ini."...
..."Jika mas belum sanggup untuk bercerita sekarang, tidak apa-apa kok mas, adek bisa menunggu sampai mas siap dan mau mulai bercerita sama adek! Setidaknya mas jawab dulu saja apa sakit itu alami atau ada campur tangan orang yang jahat!"...
..."Maaf ya dek! Mas belum bisa bercerita sekarang, karena mas belum bisa menahan kesedihan mas jika mengungkit masa itu kembali, dan soal pertanyaan adek, apakah sakitnya bapak alami karena terkena stroke semata atau ada campur tangan orang lain yang kata adek orang jahat itu, mas cuma bisa menjawab * ya memang sakit bapak sampai parah seperti itu, karena bapak terkenal guna-guna dari orang*. Mas harap adek bisa maklum ya!" ucapnya dengan mata sedikit berkaca-kaca...
...Kayaknya mas Wisnu sangat sedih mengingat masa itu, dan dia berusaha menahan agar tidak menangis di depan saya. Dan mungkin dia berusaha untuk kuat dan menerima semua itu. Terlihat matanya mulai berkaca-kaca dan sudah hampir menangis tapi masih bisa dia tahan....
__ADS_1
..."Adek maklum kok mas, dan adek akan menunggu sampai mas siap dan mampu menceritakan masa itu sama adek!, Ini saja adek sudah sedikit merasa lega karena sudah tahu bahwa bapak sakit separah ini karena dijahati oleh orang lain!"...
..."Ya sudah kita lanjut makan saja yuk dek!"...
..."Iya mas!"...
...Kami pun kembali fokus untuk menyantap makanan yang ada di depan kami itu, yang sebelumnya tadi sempat terjeda karena pertanyaan saya itu....
..."Alhamdulillah..... Akhirnya saya dan mas Wisnu selasai makan dan sudah merasa sangat kenyang. Bagaimana dengan masakan saya ini mas?"...
..."Alhamdulillah, masakan adek ini sangat enak, makanya mas sampai lupa cara berhenti untuk makan dan hasilnya ya seperti ini, mas sangat kekenyangan sampai untuk berdiri pun mas merasa sangat berat."...
...Mendengar jawaban dari mas Wisnu itu, membuat saya berasa lagi berasa di atas awan dan hati ini seketika berasa di penuhi dengan bunga-bunga....
...Kenapa bisa seperti itu? Ya karena salah satu kebahagiaan istri itu, jika suaminya memuji masakannya itu enak, dan sampai-sampai masakan itu hampir habis semua....
..."Makasih ya mas! Sudah suka dan mau memakan masakan adek!"...
..."Mas juga berterima kasih, kerena adek sudah mau menyiapkan makanan untuk mas dan rasanya itu enak banget, makanan restoran terkenal saja kalah loh dengan masakan adek ini."...
..."Ih mas bisa saja, sudah ah, sudah puji-pujiannya nanti adek jadi besar kepala! Adek mau membereskan piring dan meja makan ini dulu!" ucap ku sambil berlalu ke dapur membawa piring kotor bekas makan kami ini....
...Mas Wisnu terlihat sedang tertawa mendengar jawaban ku itu, dan dia pun melangkah menuju ke ruan tamu....
..."Ah, rasanya indah sekali hari ini, karena saya bisa berdua dengan mas Wisnu menikmati makanan yang katanya sangat enak itu, tanpa adanya gangguan dari ibu mertua, biasanya setiap kami makan ibu mertua selalu saja ngomel-ngomel nggak jelas, bilang masakan saya tidak enak lah, padahal beliau juga suka masakan saya itu, buktinya selalu nambah, katanya lagi saya tidak kerja apa-apa di rumah hanya tidur dan melamun saja, dan masih banyak lagi ocehan beliau seraya mengadu ke mas Wisnu." gumam ku sambil mencuci peralatan makan tadi....
...Tapi ngomong-ngomong soal ibu mertua saya itu, kok beliau belum pulang ya? Padahal kan beliau sudah pergi dari siang tadi dan ini sudah mau Isya tapi belum pulang? Katanya cuma arisan tapi kok lama sampai berjam-jam begini ya? Sebenarnya ibu mertua saya itu ke mana sih?...
__ADS_1
BERLANJUT......
...MAAF MASIH BANYAK TYPO.. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!...