MENANTU MISKIN VS MERTUA KAYA

MENANTU MISKIN VS MERTUA KAYA
BAB. 9. MAS WISNU TIBA DI RUMAH SAKIT


__ADS_3

..."Permisi Sus! Apa di sini ada pasien atas nama ibu Hasniah, beliau di bawa ke sini karena mengalami kecelakaan?" ucap ku kepada suster tersebut....


..."Tunggu ya pak saya cek dulu! ucapnya sambil membuka buku catatan pasien yang ada di depannya itu....


..."Oh, ibu Hasniah, yang kecelakaan di jalan Urip Sumoharjo itu ya pak? Ada pak, beliau sekarang sedang di tangani di sana! Mari saya antar bapak ke ruang beliau!" ucapnya sambil melangkah menuju ruang ibu di periksa....


..."Saya pamit antar bapak ini ke ruangan ibu yang baru masuk yang kecelakaan itu ya! pamitnya ke rekan kerjanya yang ada di situ....


..."Iya" jawab rekannya tersebut....


..."Mari pak ikut saya! ucapnya lagi...


...Sambil berjalan ke ruang ibu, suster ini menjelaskan keadaan ibu tadi pas baru sampai di rumah sakit ini....


..."Jadi ibu saya di antar siapa kesini tadi sus?" tanya ku setelah mendengar perkataan suster tersebut....


..."Ibu anda di antar orang itu pak!" ucapnya sambil menunjuk bapak-bapak yang sedang duduk di pojok kanan ruang tunggu yang ada di sini....


..."Ya sudah saya tinggal ya pak! Mau kembali bertugas dulu!" ucapnya sambil melangkah ingin kembali ke tempat tugasnya tadi itu....

__ADS_1


...Setelah suster itu pergi, saya pun segera menemui orang yang mengantarkan ibu tadi itu. Untuk sekedar mencari informasi penyebab kecelakaan ibu....


..."Permisi! Maaf pak! Apa bapak yang mengantar ibu saya ke rumah sakit ini? "ucap ku sedikit berbeda basi...


..."Eh, iya mas! Jadi mas anak perempuan itu?" ucapnya...


..."Iya pak, saya anaknya! Maaf sebelumnya! Apa bapak bisa bicarakan sedikit kronologi kecelakaan yang terjadi pada ibu saya itu?"...


..."Saya kurang tahu kronologi lengkapnya mas, soalnya saya datang pas sudah banyak orang yang berkerumun. Awalnya saya mau ke minimarket, tapi saya melihat ada banyak orang yang sedang berkerumun, jadi saya penasaran akhirnya saya ke situ. Pas saya sampai saya menyusup ke depan untuk melihat lebih jelas, dan saya pun melihat ibu mas sudah tergeletak di sana, tapi tidak ada yang berani membantu karena belum ada polisi. Tapi saya kasihan dan berfikir untuk segera membawanya ke rumah sakit, dan lebih mengutamakan keselamatan beliau. Takutnya jika harus menunggu polisi datang keburu keadaan beliau tambah memburuk. Dan saya pun menyuruh beberapa orang untuk membantu mengangkatnya ke dalam mobil saya. Jadi saya langsung membawa beliau ke sini." ucapnya menjelaskan kronologi di tempat kecelakaan ibu saya itu....


..."Jadi, apa bapak juga yang menelpon ke nomer saya, memberi kabar kecelakaan ibu saya?"...


..."Bukan saya mas, memang tadi ada seseorang yang menawarkan diri untuk menghubungi keluarga ibu mas itu, katanya dia tahu ibu itu dan tahu nomor hp anaknya. Jadi dia menyuruh saya membawa ibu mas ke sini dan katanya lagi dia sudah memberi kabar tentang kecelakaan ini kepada anak ibu itu. Jadi saya pun segera membawa ibu anda itu ke sini."...


..."Iya mas, saya cuma mengantar ibu mas ke sini! Eh, berhubungan mas sudah ada, jadi saya mau pamit pulang ya mas! Karena saya pamitnya hanya ke minimarket! Mau menelpon istri mengabari hal ini, tapi saya lupa bawa hp jadi pasti mereka sudah menunggu saya yang sudah lama pergi tapi belum pulang juga! Saya permisi ya mas! Semoga ibu mas cepat sembuh, dan maaf saya tidak bisa lama-lama menemani mas di sini! Assalamualaikum....."...


..."Terima kasih banyak pak sebelumnya! Karena bapak sudah membawa ibu saya ke sini! Maaf sudah merepotkan bapak, hati-hati ya pak! Waalaikum salam...." ucap ku sambil berjabat tangan dengan bapak itu, bahkan saya lupa untuk menanyakan nama beliau....


...Bapak itu pun pergi dan meninggalkan saya sendiri, yang sedang menunggu kabar dari ibu saya itu....

__ADS_1


..."Tapi siap ya, yang menelpon yang mengabari tentang kecelakaan ibu tadi, dari mana dia tahu tentang keluarga saya dan nomor hp saya? Tapi, siapa pun orangnya terima kasih sudah memberi kabar ke kami tentang keadaan ibu saat itu!" lirih ku ( saya Wisnu) di tengah kegalauan menunggu kabar tentang ibu....


..."Aduh si*Inya HP saya lowbet lagi, padahal saya berencana mau menelpon Nur, untuk mengabari bahwa saya sudah sampai di rumah sakit dan sedang menunggu kabar ibu. Pasti istri saya itu sudah tidak sabar ingin mendengar kabar dari saya, kan tadi sebelum berangkat saya janji untuk mengabari dia jika sudah sampai di sini, tapi Mala HP ini tidak mendukung harus lowbet di saat-saat yang seperti ini." Lirih ku ( saya Wisnu) lagi dengan perasaan yang sangat kesal dan lelah sudah terlalu lama menunggu kabar ibu....


..."Maaf, apa bapak keluarga ibu itu?" Ucap suster yang baru saja keluar dari ruangan ibu, kepada saya...


..."Iya sus, saya anaknya! Bagaimana keadaan ibu saya sekarang? Apa saya sudah boleh menemui beliau? ucap ku di barengi dengan beberapa pertanyaan kepada suster tersebut....


..."Alhamdulillah, keadaan beliau sudah mulai stabil, dan beliau berhasil melewati masa kritisnya, untungnya beliau segera di bawa ke sini, jika terlambat sedikit kami tidak bisa menjamin keselamatan beliau! Oh, iya, jika bapak mau menemui beliau silahkan! Tapi tolong jangan dulu mengganggu atau membangunkan beliau, cukup bapak lihat saja, biar beliau istirahat total!"...


..."Terima kasih sebelumnya sus, sudah menangani dan menyelamatkan nyawa ibu saya! saya pamit mau masuk , saya cuma mau memastikan bahwa beliau memang ibu saya dan sekedar melihat kondisinya, saya janji tidak akan menganggu beliau!"...


..."Iya pak! Saya juga mau pamit masih banyak yang harus saya tangani! " ucap suster tersebut sambil berlalu meninggalkan saya sendiri....


...Saya ( Wisnu) pun bergegas menuju masuk ke ruang yang di tempati ibu saya itu, saya ingin melihat keadaan beliau sekarang dan memastikan bahwa beliau memang ibu saya. Bukan apa-apa saya takutnya salah informasi, takutnya orang itu bukan ibu. Jujur saya berharap itu bukan ibu, dan ibu sekarang baik-baik saja di rumah....


...Tapi pas saya berada di dekat orang itu, saya memperhatikan dengan seksama dan ternyata dia betul ibu saya, seketika saya merasa hilang semangat dan tubuh ini terasa begitu lemas bahkan untuk berdiri pun seakan tidak mampu. Dada ini begitu terasa sesak dan hati ini hancur melihat keadaan ibu sekarang. Saya segera meraih sebuah kursi yang ada di ruang itu dan segera duduk untuk sekedar menenangkan diri menghadapi kenyataan yang sangat tidak saya harapkan ini....


...Saya berharap semua ini hanya mimpi, sontak saya mencubit tangan saya sendiri, dan saya merasakan sakit, berarti ini bukan mimpi. Ibu memang mengalami kecelakaan dan yang ada di depan saya ini memang ibu, yang sedang berjuang melewati masa kritisnya untuk bertahan hidup....

__ADS_1


...BERLANJUT........


...MAAF MASIH BANYAK TYPO JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!!...


__ADS_2