
...Di rumah sakit Wisnu sedang sibuk mengurus ibunya, sedangkan di rumah sedang kedatangan seorang perempuan yang mengaku sebagai perawat yang di tugaskan untuk merawat bapak mertua dari Nur itu....
..."Permisi.... Assalamualaikum..... "...
...Tok.......
...Tok........
...Tok.......
...Suara pintu yang di ketuk, seperti ada yang bertamu....
..."Iya sebentar!" ucap ku sambil menuju ke arah pintu....
..."Siapa sih yang bertamu ke rumah pagi-pagi seperti ini?" Lirih ku sambil memutar anak kunci untuk membuka pintu....
...Krek.............
...Suara pintu yang sedang ku buka....
..."Maaf dengan siapa ya?" ucap ku lagi sambil membulatkan kedua mata saya dan memandang orang itu dari atas kepala sampai ke ujung kaki....
..."Saya perawat yang di tugaskan untuk menjaga bapak ibu!" ucap perempuan itu dengan suara yang halus dan terdengar sedikit gugup....
...Saya pun menarik napas lega, karena dia hanya seorang perawat untuk bapak mertua saya. Yang tadinya saya sempat berpikir hal yang lain....
..."Oh iya maaf silahkan masuk! Ngomong -ngomong nama anda siapa?" Ucap ku, sekedar basa-basi...
__ADS_1
..."Terima kasih Bu, nama saya Siti! Panggil saja saya mbok Siti atau bibi Siti, karena saya jauh lebih tua dari ibu! ucapnya...
...Memang sih perawat ini jauh lebih tua dari saya, bisa di bilang dia seumuran kakak tertua mas Wisnu umurnya kira-kira sekitar 30 lebih atau hampir 40 lah, tapi wajah dan postur tubuhnya masih terlihat mudah terlihat masih sangat kuat untuk memikul beban. Misalnya untuk mengangkat bapak jika ingin ke kamar mandi atau ke luar rumah, karena bapak sering meminta untuk di bawah keluar agar bisa berjemur di bawah cahaya matahari langsung....
...Dan pasti di umur yang segini, ibu Siti ini pasti tahu dan sudah faham betul, hal-hal apa yang harus di kerjakan dan yang harus di lakukan untuk menghadapi orang sakit seperti bapak itu. Pasti ibu Siti sebelumnya sudah berpengalaman dalam bidang ini. Makanya beliau yang di tunjuk untuk mengurus bapak....
...Semoga saja bapak bisa menerima keberadaan ibu Siti, dan tidak sungkan atau pun malu untuk meminta bantuan sama ibu Siti, yang akan membantu dan merawat beliau mengantikan ibu dan mas Wisnu sementara, sampai ibu sembuh dan pulang dari rumah sakit....
..."Iya mbok, kalau saya Nur, menantu dan istri dari mas Wisnu, yang kemarin menghubungi bos mbok dan mencari perawat untuk bapaknya atau bapak mertua saya itu." ucap ku sambil tersenyum tipis....
..."Oh iya, mbok tinggal di sini kan? Jika mbok tinggal di sini, maka di situ kamar mbok! Biar dekat dengan kamar bapak, karena yang itu kamu beliau!. Biar mbok bisa dengar jika sewaktu-waktu beliau minta bantuan, dan mbok juga tidak terlalu jauh, jika di bandingkan harus tidur di kamar atas!" ucap ku sambil menunjuk kamar yang berdekatan dengan kamar ibu dan bapak, dan berdekatan juga dengan dapur....
..."Oh iya Bu, terima kasih! Kalau begitu saya pamit masuk kamar dulu untuk menyimpan barang-barang saya ini!" ucapnya sedikit tertunduk dan melangkah menuju ke kamar yang tadi saya tunjuk itu....
..."Iya mbok, tapi jangan panggil ibu, panggil saja saya Nur! Dan jika butuh apa-apa mbok jangan sungkan-sungkan untuk mengatakan kepada saya ya! Dan jika mau makan apa pun itu, selagi masih tersedia di kulkas mbok olah saja tidak usah menunggu perintah dari saya! ucap ku lagi sebelum berlalu ke kamar....
...Saya pun segera membuka dan menekan pin pengaman yang sengaja saya pasang di ponsel ku ini, dan sekilas melihat ada pesan masuk di aplikasi wa saya itu....
...Ternyata itu pesan dari mas Wisnu, lekas saya segera membuka dan membaca pesan tersebut....
...Dan pesan dari mas Wisnu itu tertuliskan:...
..."Terpaksa hari ini saya pulang ke rumah, mungkin siang ya Nur! Soalnya ibu sudah sadar dan akan di pindahkan ke kamar rawat inap! Oh iya apa perawat yang akan merawat bapak sudah datang? Dan apakah uang belanja kamu masih ada, sekedar untuk membeli makanan pagi ini untuk kamu dan bapak?"...
..."Alhamdulillah mas, jika ibu sudah sadar, semoga ibu cepat sembuh dan bisa secepatnya untuk pulang! Oh iya perawat itu sudah sampai kok mas, tadi pagi-pagi sekali ibu Siti sudah datang, dan soal uang saya masih ada sedikit masih cukup untuk membeli makanan buat kami pagi ini, tapi tidak cukup untuk makan siang atau malam kami! Oh iya jika mas mau pulang untuk mengambil baju ganti, saya sudah siapkan tinggal mas ambil saja! Satu lagi, saya suruh mbok Siti tidur di kamar yang dekat dengan kamar ibu dan bapak, yang di dekat dapur itu, tidak apa-apa kan mas? Maaf jika saya lancang menunjuk kamar itu buat mbok Siti!" Ini isi balasan pesan saya ke mas Wisnu, sambil membubuhkan stiker yang bergambar permintaan maaf....
...*Semoga saja mas Wisnu melihat balasan pesan saya ini, dan dia segera membalasnya.* gumam ku...
__ADS_1
...Setelah selesai membalas pesan mas Wisnu, saya pun segera keluar dari kamar dan menuju ke dapur, untuk mencek apa saja bahan makanan yang masih tersedia di kulkas, dan bisa di olah untuk jadi sarapan kami pagi ini....
...Sebelum saya sampai di dapur, saya melihat mbok Siti sudah berada di situ duluan, dan terlihat sudah sibuk memasak....
..."Kok mbok langsung sibuk memasak sih? Bukannya istirahat dulu di kamar, kan mbok baru saja sampai, pasti masih lelah habis perjalanan ke sini!" ucap ku sambil mendekati mbok Siti untuk sekedar melihat masakan yang sedang beliau masak itu....
..."Tidak apa-apa kok nak Nur, lagian saya juga tidak terbiasa tidur di jam-jam pagi seperti ini, dan juga sudah tugas saya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, seperti memasak, dan membersihkan rumah." ucapnya sambil tersenyum....
..."Tapi kan tugas mbok hanya merawat bapak? Bukan sebagai pembantu di rumah ini!" ucap ku...
..."Iya sih nak Nur, tapi, mumpung lagi tidak sibuk mengurus beliau, saya sempatkan saja buat masak dan beberes rumah, biar tidak suntuk jika tidak mengerjakan apa-apa , jadi biar saya betah, maka saya sengaja mencari kesibukan! Soalnya saya sudah terbiasa mengerjakan semua ini, jadi sudah tidak merasa repot lagi!" ucap mbok Siti...
..."Nak Nur, coba masakan saya dulu ya! Apa rasanya sudah pas di lidah nak Nur atau masih kekurangan rasa? Oh iya, jika Nak Nur mau makan menu apa pun itu tinggal bilang saja, biar mbok yang buatkan sesuai dengan kemampuan mbok! Asal nak Nur suka dan tidak menolak masakan saya itu.!" ucap mbok Siti dengan raut wajah yang terlihat sedang memohon....
..."Siap mbok, tapi saya juga suka masak kok mbok, jadi kapan-kapan kita masak bareng ya!" ucap ku...
..."Siap nak Nur!" ucap mbok Siti sambil tersenyum....
..."Saya mau melihat bapak dulu ya mbok, apa beliau sudah bangun atau belum!" ucap ku sambil mengarah ke ruang kamar bapak...
..."Silahkan nak Nur, nanti mbok susul setelah masakan ini selesai oh iya, bagaimana atas rasanya nak?"ucap mbok Siti lagi....
..."Mantap kok mbok, saya masuk dulu ya!" ucap ku sambil melangkah masuk ke kamar bapak, yang pintunya tidak terkunci, jadi saya bisa langsung masuk....
...BERLANJUT..........
...MAAF MASIH BANYAK TYPO...... JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!!!!!!...
__ADS_1