Mencintai Itu Sakit

Mencintai Itu Sakit
bertemu


__ADS_3

***


" tuan yakin ingin bertemu dengan nona Evelyn? bukannya kemarin tuan bilang kalau tuan jatuh cinta sama nona Naura? terus kenapa sekarang anda menukar perjodohan anda dengan bertemu dengan nona Evelyn?."


" dit kamu bisa gak bertanya satu persatu? lama lama kamu seperti perempuan."


" maaf tuan, aku cuma bertanya tanya dengan keputusan anda."


" perasaan aku sama Evelyn dan Naura sangat jauh berbeda dit, aku sudah begitu lama mencintai Evelyn sedangkan dengan Naura aku baru mengenalnya jadi kalau di suruh memilih aku lebih ingin bersama Evelyn karena dia cinta pertamaku dan kamu juga tahu sendiri kan dit Naura begitu membenciku dia tidak menginginkan perjodohan ini sedang Evelyn aku sudah begitu tahu kalau dia begitu mencintaiku."


" semoga perasaan nona Evelyn masih sama seperti dulu Tuan dan semoga kalian bisa bersama tapi ada yang aku takutkan tuan bagaimana kalau nona Evelyn tidak mau dengan anda atau bagaimana kalau dia sudah menikah dan anda sudah setuju untuk membatalkan perjodohan anda dengan Nona Naura, anda akan kehilangan mereka berdua itu kemungkinan terburuk."


" itu yang aku takutkan aku bukan laki laki yang suka ingkar janji semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi dit."


" jam berapa anda bertemu nona Evelyn tuan?."


" jam 19.00 malam di kafe banana, aku benar benar gugup dit semoga saja semua berjalan dengan baik."


***


..." Naura menepati janjinya untuk bertemu dengan Dygta semoga setelah ini dia tidak ada urusan lagi sama laki-laki itu, dari jauh Naura melihat Dygta jujur Naura begitu gugup sekarang tapi dengan yakin dia berjalan menghampiri Dygta."...

__ADS_1


" Dygta."


..." Dygta menoleh saat mendengar namanya di panggil dan dia begitu terkejut saat menatap mata Evelyn gadis yang sudah lama dia rindukan."...


" kamu Dygta kan? apa kabar."


" baik, silahkan duduk."


" maaf aku telat."


" gak apa apa aku juga baru datang."


..." tak sengaja Dygta menatap ke arah jari Evelyn dan dia melihat cincin melingkar Disana."...


" kamu sudah menikah?."


" iya."


..." jantung Dygta seketika seperti terhantam benda tajam dia benar-benar tidak percaya perempuan yang selama ini dia rindukan benar benar sudah menikah ketakutan yang dia takutkan terjadi juga."...


" hai kok malah diam."

__ADS_1


" aku cuma ingin tahu kabar kamu karena kamu tiba-tiba menghilang."


" bukannya seharusnya kamu senang karena aku hanya jadi pengganggu di hidup kamu?."


" memang betul hari hariku tidak bisa tenang karena kamu selalu menggangguku perempuan bodoh yang masih saja ngejar ngejar laki-laki yang jelas-jelas tidak perduli sama dia."


... " Naura tersenyum getir mendengar apa yang Dygta katakan dulu dia memang begitu bodoh dan sekarang dia tidak mau jadi perempuan bodoh untuk kedua kalinya apa lagi harus menikah sama laki-laki gak punya hati seperti dia."...


" maaf aku gak bermaksud."


" kamu gak perlu minta maaf aku memang perempuan bodoh tapi itu dulu Evelyn yang sekarang bukan seperti Evelyn yang dulu."


" tapi kamu harus tau satu hal dulu."


" suamiku nelpon aku harus pulang karena dia gak suka aku bertemu laki laki lain selain dia, aku sangat beruntung bisa begitu di cintai sama laki-laki yang begitu tulus mencintai aku."


... " Naura pergi begitu saja tanpa memperdulikan Dygta yang masih duduk di sana."...


" hallo dit dia keluar kamu ikutin dia jangan sampai lepas."


" baik tuan saya mengerti."

__ADS_1


__ADS_2