
***
..." setelah sampai rumah Naura langsung masuk kamar tidak memperdulikan Dygta."...
" kalian sudah pulang?."
" iya ma."
" istri kamu lagi marah? kamu yang sabar ya? Naura memang seperti itu."
" iya ma aku masuk kamar dulu ma."
***
..." setelah mandi Naura sibuk dengan handphone nya dan itu membuat Dygta merasa di abaikan."...
" handphone ku."
" apa cuma penasaran apa yang kamu lakukan sampai begitu sibuk main handphone sampai mengabaikan aku."
" kembalikan handphone aku."
__ADS_1
..." Dygta mencoba melihat layar handphone Naura Dygta masih penasaran apa yang membuat Naura begitu sibuk dengan handphone nya."...
" gak akan sebelum aku tahu apa yang membuat kamu sibuk dengan handphone ini."
..." Naura masih sibuk merebut handphone nya dan itu membuat keseimbangan mereka jadi tidak stabil dan dalam sekejap Naura terjatuh di atas Dygta, mereka tanpa sadar saling menatap tak bisa di pungkiri jantung Naura berdetak begitu kencang."...
" apa posisi seperti ini begitu nyaman buat kamu sampai kamu tidak mau beranjak?."
..." seketika Naura sadar dari lamunannya saat Dygta menggodanya, saat Naura hendak berdiri dengan cepat Dygta memutar badan dan sekarang giliran Dygta yang berada di atas Naura."...
" apa yang kamu lakukan minggir."
..." Dygta mendekati Naura ingin mencium bibir mungil Naura tapi Naura gak mau kecolongan lagi Naura berpaling tapi Dygta malah tersenyum dengan tingkah Naura yang seperti itu untuk kedua kali Dygta melakukannya dan Naura melakukan hal yang sama juga untuk menghindari Dygta."...
..." Dygta kembali menatap Naura yang masih tidak mau melihatnya Dygta memegang bibir Naura agar gadis itu melihatnya."...
" seperti nya kamu sudah mulai suka sama aku?."
" apa?."
..." saat Naura terkejut dengan apa yang Dygta katakan disaat itu kesempatan Dygta untuk mencium Naura kali ini Naura tidak bisa berkutik awalnya Naura memberontak tapi karena dia merasa tidak berhasil akhirnya dia diam saja saat Dygta menciumnya."...
__ADS_1
" kenapa tidak melawan?."
" kalau aku melawan apa kamu akan berhenti menyiksaku?."
" apa menurutmu aku menyiksamu?."
" iya hidupku hancur karena kehadiran kamu."
... " Dygta begitu marah saat Naura berpikir kalau perlakuan dia selama ini hanya siksaan buat dia padahal dia sudah mencoba baik selama ini tapi tetap saja Naura tidak bisa menerima kebaikannya dengan perasaan kesal Dygta kembali menciumi Naura setelah puas menciumi bibir Naura Dygta beralih ke leher Naura dia akan membuktikan pada Naura kalau apa yang dipikirkan dia selama ini salah."...
... " Naura sudah benar benar pasrah sekarang sekuat apa dia menolak dia tidak akan menang melawan Dygta akhirnya naura membiarkan Dygta melakukan apa yang dia inginkan mungkin ini terakhir kali Meraka bersama Naura akan ikuti permainan yang Dygta inginkan malam ini."...
... " Dygta semakin bersemangat saat dia mendengar Naura menikmati sentuhannya, dia tersenyum di sela sela aktifitas yang dia lakukan, Dygta dengan hati hati membuka baju naura saat dia melihat dua gudung kembar Naura tanpa pikir panjang Dygta melahapnya seperti anak kecil yang melihat permen kesukaannya sedang kan Naura entah mengapa menikmati sentuhan yang Dygta berikan dan dia menginginkan dygta tak memperhatikan aktivitas nya."...
" apa kamu menyukainya? setelah ini kamu akan semakin menikmati permainan kita."
... " Naura sudah tidak bisa berkata-kata lagi dia sudah benar benar hilang kendali."...
" mungkin ini agak sakit tapi aku akan melakukannya depan Pelan."
...^^^ " saat Naura merasakan sesuatu masuk di dalam ****** nya dia merasakan sakit luar biasa tanpa sadar dia mencakar tubuh Dygta untuk menahan sakit yang dia rasakan."^^^...
__ADS_1
" kamu tahan ya setelah ini kamu akan merasakan kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan."