
***
" sudah jangan nangis."
" aku benci sama kak dewa Ra."
" gimana kalau kamu aku kenalin sama temen aku dia gak kalah sama kak dewa."
" aku pusing."
" dengarkan aku yang membuat diri kita bahagia itu kita sendiri bukan orang lain jadi sudah biarkan kak dewa dengan urusan dia sendiri nanti kalau sudah waktunya kak dewa tahu dia akan tahu dengan sendirinya."
" makasih ya Ra selama ini kamu selalu ada buat aku mau dengerin aku curhat, hubungan kamu sendiri sama Dygta gimana? kalian sudah gitu gitu belum?."
" kak livy ngomong apasih?."
" serius aku tanya?."
" kita itu gak saling cinta jadi gak mungkin kita melakukan itu."
" kata siapa? aku tahu kamu masih cinta sama dia."
" gak aku gak mau jadi orang bodoh untuk kedua kalinya karena mencintai itu sakit jadi kamu juga harus melupakan perasaan kamu pada kak dewa."
" benar Ra mencintai itu sakit, tapi aku masih penasaran kalian tidur sekamar atau beda kamar?."
" pengen tahu banget?."
" dari expresi kamu aku sudah bisa nebak."
" emang kenapa dengan expresi aku?."
" jadi kalian tidur satu kamar? dan tidak terjadi apa apa di antara kalian berdua? aku sama sekali gak percaya."
" kita cuma ciuman."
" katanya gak ada cinta tapi ciuman "
" ciumannya cuma sekedar nempel bukan ciuman yang seperti itu."
__ADS_1
" kalau lebih dari itu juga gak apa apa."
" kak Livi apa-apainsih? dia itu melakukan itu semua karena dia sengaja ingin membuat aku kesal semakin aku kesal dia akan semakin bahagia."
" tapi sepertinya belum ada sebulan kamu akan jatuh cinta lagi sama Dygta."
" itu gak akan terjadi."
" non di luar ada laki laki yang sedang nyariin non Naura."
" seperti nya dia sudah datang."
" yaudah sana."
" aku gak mau pulang bareng dia."
" gimana kalau Dygta buat aku saja?."
" kak livy mau? yaudah ambil sana."
" yakin? nanti nangis lagi?."
" yakin sekali."
" udah aku mau pulang."
... " livy tersenyum melihat ekspresi yang diperlihatkan adik sepupunya itu livy tahu persis kalau Naura masih mencintai Dygta cuma di berusaha untuk membuang perasaan nya karena pasti dia takut terluka lagi."...
***
... " Naura menuruni tangga dia melihat Dygta sedang menatapnya sekarang dia bingung harus bagaimana."...
" seharusnya kamu gak usah kesini? apa kamu gak punya pekerjaan lai selain ganggu kesenangan aku?."
" Dygta naura memang seperti itu gak usah kamu masukin hati omongan dia."
" aku tahu kok vy aku gak akan mungkin bisa marah sama dia."
" menyebalkan di depan kak livy pura pura bersikap baik padahal aslinya kamu menyebalkan."
__ADS_1
... " Naura pergi begitu saja hatinya memang benar benar sedang kesal."...
" vy aku pulang dulu."
" jaga baik-baik Naura jangan buat dia menangis."
" itu gakkan terjadi aku bisa pastikan itu."
***
... " diperjalanan Naura diam saja dia gak mau bicara dengan laki-laki disampingnya."...
" kamu sudah makan? gimana kalau kita cari makan?."
" makan sendiri sana."
... " Dygta memberhentikan mobilnya dan itu berhasil membuat Naura terkejut."...
" kenapa berhenti?."
" kalau sikap kamu seperti ini terus bisa bisa aku akan memakan kamu."
" apa?."
" jadi jadilah istri penurut dan jangan marah marah terus."
" aku marah karena kamu menyebalkan."
" terus aku harus bagaimana agar gak menyebalkan lagi?."
" mana aku tahu."
... " Dygta semakin mendekati Naura itu berhasil membuat Naura memejamkan mata."...
" kenapa menutup mata? kalaupun aku mau menciumu bukan disini tempatnya."
" apa?."
" sabar nanti di rumah kita bisa puas melakukannya."
__ADS_1
" kamu memang cowok menyebalkan yang pernah aku kenal, kenapa mama bisa menikahkan aku sama cowok seperti kamu."