Mencintai Wanita Malam

Mencintai Wanita Malam
part 1(Awal pertemuan)


__ADS_3

Malam ini malam yang panjang bagi Kinanti, dia harus menemani tamu nya yang sudah membokingnya sejak dua hari yang lalu, kemolekkan tubuh kinanti di brandrol dengan harga sangat tinggi BO satu malam di tarif senilai 1M harga yang cukup fantastis.


Harga tarif segitu tingginya tidak akan membuat orang yang akan membokingnya mundur alon alon, tapi malah menimbulkan sejuta tanya seperti apa orangnya, secantik apa parasnya, dan se sexy apa bentuk tubuhnya, dan beruntunglah bagi laki laki yang bisa memboking Kinanti, serfis yang berikan Kinanti tidak tanggung tanggung, setiap tamu yang di layani nya akan terpuaskan berkali kali lipat, dan bersyukurnya bagi Kinanti setiap tamu yang memboking dirinya itu rata rata usia 30 tahun ke atas, paling tua usia 50 tahun.


Di sebuah kamar hotel berbintang Lima sedang terjadi gempa yang sangat dahsyat dua anak manusia sedang berlomba untuk mencapai titik finis yang memuaskan.


"aaaaahhh, beby, Oohh Yes Beby," seru sang lelaki mengagahi Kinanti.


"Iya sayang, teruskan , lebih kencang lagi yank, aku mau keluaarr yank, aaaaaahhhhh saayyaang," lengkuh suara kinanti begitu panjang.


Terkulailah mereka berdua, dengan posisi Kinanti masih di bawah lelaki tersebut, mereka mengambil nafas dengan teratur, mengisi oksigen dalam tubuh mereka.


"Trimakasih beby, kau selalu bisa memuaskan diriku,"


Cup!


Cup!


Cup!


Kenzo memberi kecupan bertubi tubi di seluruh wajahnya Kinanti, Kinanti tak berkata dia hanya mengulas senyum di bibirnya, sambil menganggukkan kepala nya saja.

__ADS_1


Usai melakukan olahraga malam Kinanti sama kenzo langsung terlelap tidur tanpa busana, dengan posisi kenzo memeluk Kinanti dari belakang, ya mereka melakukan Olahraga malam sebanyak 4x dengan durasi sekali main bisa lebih dari satu jam, durasi yang lumayan lama.


Pagi telah tiba sinar matahari menyeruak masuk kedalam celah celah tirai yang menutupi kaca jendela yang begitu lebar.


"uuuuhhh, jam berapa sekarang," ucap kinanti sambil berusaha bangun dari tidur nya.


dia bangun dengan cara perlahan lahan agar tidak membangunkan orang yang masih terlelap tidur dengan begitu pulasnya, ya kenzo masih tidur, pria berusia tiga puluh dua tahun ini masih nyaman memejamkan matanya.


"Sudah jam sembilan pagi rupanya, aku harus segera mandi dan pulang, pasti aku sudah di tunggu oleh madam Maya," gumam Kinanti sambil jalan ke arah kamar mandi.


Hanya tiga puluh menit Kinanti melakukan ritual mandi nya, ia keluar dari kamar mandi dengan kondisi sudah segar, sudah rapi, sudah berganti pakaian, tinggal make up saja yang belum melengkapi penampilannya.


Saat Kinan keluar dari dalam kamar mandi, ia memandang sekilas sosok yang sudah bangun dan sedang duduk bersila di atas kasur king syze nya.


"Iya, saya sudah bangun dari tadi sejak kamu masuk kedalam kamar mandi, Oh ya sebelum kamu pulang sarapan dulj, sudah saya pesenin makanan tadi, paling sebentar lagi di antar kesini, kamu tunggu saja, saya mau mandi dulu," ucap kenzo sambil berjalan kearah kamar mandi.


"Oke mas, trima kasih," ucap kinanti sambil melanjutkan merias wajahnya dengan riasan natural.


Tak berselang lama ada yang mengetuk pintu kamar nya.


Tok..

__ADS_1


Tok...


Tok..


"Iya sebentar," seru kinanti dari dalam kamar, dia langsung bangun dari duduknya, berjalan kearah pintu.


Ceklek!


Pintu di buka oleh Kinanti dari dalam, dsn di depan pintu sudah berdiri pramusaji hotel yang mengantarkan makanan.


Kinanti langsung meneri nampan yang berisi dua piring makanan dan dua minuman jus jerus yang segar.


"Trima kasih mbak," ucap kinanti sambil menerima uluran nampan dari pramusaji tersebut.


"sama sama nona kinan, kalau gitu saya permisi dulu," ucap sang pelayan hotel, yang bergegas meminggalkan kinanti yang masih berdiri di depan pintu.


Usai menerima sarapan yang di pesan oleh kenzo, kinan kembali masuk kedalam kamar, dan si saat kinan mau meletak kan nampan berisi makanan tersebut di atas meja, Kenzo keluar dari dalam kamar mandi dengan kondisi sudah rapi, sudah berpakaian dengan setelan kantor nya, Kenzo bergegas berjalan mendekat kearah kinanti yang sudah duduk di atas sofa dalam kamar tersebut.


Mereka sarapan bareng dengan di selingi canda tawa, Ya hanya kenzo lah tamu yang bisa membuat kinan tertawa dan selalu tersipu malu di saat kenzo melancarkan gombalan nya.


Entah perasaan macam apa, yang jelas yang kinanti rasa dia nyaman berada di samping Kenzo, sebaliknya pun juga gitu kenzo juga merasa nyaman saat berada di samping kinanti.

__ADS_1


(Bersambung..)


__ADS_2