
Malam harinya seperti yang kenzo katakan tadi siang, ia mengumpulkan seluruh keluarganya, dari papah, mamahnya, kakaknya dan istrinya, sampai maid dan para bodyguard nya ia kumpulkan di ruang pribadi kusus untuk pertemuan.
"Selamat malam semuanya sengaja aku malam ini mengumpulkan kalian di sini karna ada satu hal penting yang ingin aku bahas dengan kalian, dan jika di antara kalian ada usul silahkan bicarakan.," ucap kenzo membuka pembicaraan.
Dengan detail kenzo menceritakan mangsud dan tujuan nya mengumpulkan semua keluarganya.
"Oke, papa setuju dengan ide mu, mintalah salah satu bodyguard mu untuk merekrut orang baru yang bener handal," ucap sang papa menyetujui ide anaknya.
"Iya kakak juga setuju dengan ide kamu, itu lebih baik, kalau kakak boleh tahu, siapa nama orang yang mencari kinanti?" tanya Brian kakak nya kenzo.
"Tuan GAMA ADIJAYA kak, pemilik perusahaan besar di kota ini, saingan kita," jawab kenzo dengan mantab.
Brian hanya mangut mangut menangapi jawaban adiknya.
"Sayang mulai besok dan seterusnya kalau kamu mau pergi keluar rumah, harus ada teman nya ya, jangan sendirian," ucap kenzo sambil mengegam tangan istrinya.
"Iya hubby," jawab kinan dengan patuh.
"Tuan muda, bolehkah saya usul?" tanya bik narti.
"Boleh bik, apa?" tanya balik kenzo.
"Bagaimana kalau di saat non kinan keluar rumah dia menyamar jadi orang lain tuan, kaya di tv tv itu," jawab ni narti dengan antusias.
"Boleh itu bik, mama setuju, bagaimana sayang kamu mau?" ucap mama linda menyela ucapan bibik, sambil bertanya ke menantunya.
__ADS_1
"Iya ma, kinan nurut aja, apa yang terbaik untuk kinan, maaf fin kinan selalu merepotkan," ucap kinanti dengan nada sendu.
"Hey, hey, sayang jangan gitu, kamu gak ngrepotin kita kok, iya semua nya?" tanya kenzo kesemua keluarganya.
"Iya kinan, santai saja, ini sudah hal biasa bagi kami, dulu mira malah lebih parah lagi dari ini, dia pernah di culik dan mau di celakai oleh orang masa lalu mira, tapi alhamdulillah nya kita bisa menemukan mira tepat waktu, jadi kamu jangan takut," ucap brian.
"iya kinan mas brian benar, kehidupan kita di masa lalu itu sama, jadi kamu jangan takut ya, keluarga suami kita ini pasti akan selalu melindungi kita, aku bersyukur dapat keluarga ini, mereka orang baik, yang benar benar tulus menyayangi menantunya, jangan sedih ya," ucap mira menenangkan Kinanti sambil memeluknya, dan di susul oleh mama linda yqng ikut memeluk menantu barunya.
Suasana haru menyelimuti ruangan itu, para maid dan para bodyguard nya mereka ikut terbawa suasana sedih ini, sampai ada suara orang berdehem untuk mencair kan suasana haru itu.
"Eehheeemm, sudah gak usah sedih sedih, kita hadapi sama sama ya, papa kenal kok sama si Gama itu, dia rekan bisnis papa, tenang aja, papa akan buat dia lupa sama kinanti," ucap papa dengan nada tegasnya.
"Trima kasih pah," seru kenzo dengan tersenyum kearah papahnya.
Pertemuan itu selesai tepat di jam sebelas malam, mereka langsung pergi kekamar masing masing, dan untuk para maid dan para bodyguard kembali kekerjaan mereka semula.
Hari berganti hari, kini sudah tiga hari sejak perundingan keluarga itu, dan kini di rumah Kenzo semakin rame, mereka menambah bodyguard empat orang, sama maid yang di kususkan untuk membantu segala keperluan kinanti di rumah maupun di luar rumah berjumlah dua orang, jadi semua nya ada enam orang baru dalam rumah tersebut.
"Beby, hubby berangkat kerja dulu ya, kamu baik baik di rumah, gak papa kan sendirian?" tanya kenzo yang pamit sama istrinya.
"Gak papa hubby, tenang saja," jawab kinanti sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
Oh ya untuk papa robet, dan mama linda mereka saat ini sedang ada di AUSI dua hari lalu mereka berangkat, sedangkan Brian sama sang istri sudah kembali lagi kekalimantan, karna mereka tinggal di sana.
Kenzo saat ini sedang melakukan miting penting dengan para dewan direksi perusahaan nya, tapi di saat miting tengah berlangsung, gawe nya kenzo bergetar, ada panggilan masuk dari tante maya.
__ADS_1
Kenzo mengabaikan panggil lan itu, dengan cepat ia menyelesaikan mitingnya, setelah selesai kenzo langsung kembali ke ruang kerjanya, setelah kenzo sampai di ruangannya ia langsung merogoh benda pipih yang ia kantongi di saku jas nya.
Kenzo menghubungi tante maya balik.
{Hallo ken}
{Ada apa tante?}
{Gak ada apa apa, tente cuma rindu aja sama kinan, boleh gak tante main kerumahmu?"}
{Boleh tante, datang aja kerumah, kinan juga di rumah sendirian, karna keluarga kerzo sudah pada kembali keaktivfitas mereka semula tante,"}
Oke ken, trima kasih.}
Ttuut!
pangillan berakhir.
Madam maya langsung bersiap, ia akan pergi kerumah kinanti, ia sudah sangat rindu.
Madam maya pergi seorang diri mengendarai mobil BMW kesayangannya.
Tak butuh lama, madam maya kini sudah sampai di depan rumah kenzo.
Salah satu Bodyguard mendekat kemobil madam maya menanyakan ada keperluan apa kemari.
__ADS_1
Madam maya masih diam terpaku, ia tak sadar telah di tanya, ia sedang melamun, madam maya begitu takjub dengan keamanan di rumah kenzo, ternyata kenzo mengindahkan pesannya, ia bersyukur keponakannya dapat suami baik seperti kenzo.
(bersambung...)