
Satu minggu sudah Kinanti berada di villa nya kenzo, dan kini kondisi nya sudah sehat seperti sedia kala, Kenzo merasa senang dan bahagia, orang yang di sayang sudah bisa senyum dan tertawa lagi seperti semula, dan hari ini mereka berencana akan kembali kekota.
"Beby, gimana, sudah siap semua nya?" tanya kenzo.
"Iya Hubby, sudah kok, ini tinggal angkat keluar saja," jawab kinanti.
"Sudah sini biar Hubby saja yang bawa keluar, kamu bawa tas kecilmu itu saja," ucap kenzo sambil mengeret koper Kinanti keluar dari dalam kamar.
Berjalan menuruni tangga secara bersamaan, dan di bawah sudah di sambut sama pak sopir yang menjeput mereka, Ya kenzo sengaja menelpon supir pribadi nya untuk datang menjemput mereka, sedangkan mobil yang di bawa kenzo sendiri kemaren di tinggal di villa ini, untuk trasportasi bik sum pergi kepasar belanja, tentunya di supiri sama pak jumadi.
Mobil yang di tumpangi Kenzo sama kinanti, kini perlahan namun pasti mulai meninggalkan halaman villa nya kenzo, membelah jalanan yang masih asri, sejuk dan rindang oleh pepohonan yang menjulang tinggi, menciptakan kesan indah bagi siapapun yang melintas di jalannan itu.
"Beby," seru kenzo.
"hheemm, iya Hubby," jawab kinanti.
"kenapa dari tadi diam saja, apa ada yang menganjal dalam pikiranmu?"
"Tidak ada Hubby, entah kenapa aku hanya merasa rindu saja sama madam maya, walau pun dia galak, sering marah marah, tapi tak bisa balik marah, ataupun benci sama madam maya," jawab kinanti panjang lebar.
"Jika rindu, telpon saja, atau gak tahan sebentar rasa rindumu itu, bentar lagi kitq sampai kota, kamu bisa ketemu sama madam maya, dia punya kejutan indah buat kamu sayang," ucap kenzo menenangkan kekasihnya agar tidak sedih lagi.
"Benarkah itu Hubby?" tanya kinanti.
__ADS_1
"Iya, itu benar, nanti lihat sendiri ya kejutannya, dan semoga kamu suka," ucap kenzo lagi sambil mengegam tangan kinanti dengan erat.
Ucapan Kenzo hanya di jawab aggukkan kepala oleh Kinanti sambil menyungingkan senyum di bibir mungilnya.
Perjalannan memakan waktu tiga jam kini mobil yang membawa Kenzo serta kinanti sudah sampai di sebuah bassmen apartemen elit yang terletak di samping kantor nya kenzo.
"Hubby, kenapa kita kesini, ini apartemen siapa?" tanya kinanti.
"Udah ikut aja, kata nya mau ketemu sama madam maya, yuk kita masuk, tapi sebelum masuk, mata kamu di tutup dulu ya pakai kain ini, ada kejutan untukmu," kata kenzo sambil mengikatkan penutup mata pada kinanti.
Kinanti yang tak tahu akan mendapat kejutan apa dari Kenzo dia hanya ngikut aja apa kemauan kekasihnya itu.
Dengan cara perlahan Kenzo menuntun Kinanti untuk berjalan menuju lif yang akan langsung terhubung ke apartemen nya, Ya kenzo sengaja beli apartemen ini untuk kinanti tinggalli, agar dia tak tinggal lagi di rumah madam maya, dan itu semua atas persetujuan dari madam maya tentunya.
Pintu lif terbuka, dengan hati hati kenzo membawa Kinanti berjalan kearah pintu apartemennya, sesampainya di depan pintu kenzo langsung membuka kain penutup mata nya kinanti.
"Hubby, kenapa berhenti disini, apa madam maya ada di dalam?" tanya kinanti.
"Buka pintu nya sayang, kamu akan tahu jawabannya, sandinya tanggal lahirmu," jawab kenzo sambil mengenggam tangan kinanti.
Dengan sedikit gemetar kinanti memencet angka pada tombol pintu apartemen yang ada di depan nya, selesai memencet angka pada tombol pintu di depan nya kinanti mundur satu langkah kebelakang, dan secara otomatis pintu apartemen itu terbuka oleh sendiri nya, setelah pintu terbuka dengan sempurna, alangkah kaget dan bahagianya kinanti di balik pintu itu ada sosok seseorang yang sangat kinanti rindukan.
"madam," seru kinanti sambil menghambur kepelukan madam maya.
__ADS_1
Madam maya membalas pelukan kinanti dengan begitu eratnya.
"Madam, kinan rindu sama madam, maaf kan kinan, kinan pulang telat," ucap kinanti dengan berderai air mata.
"Iya sayang, gak papa, madam juga rindu sama kamu, madam bahagia bisa melihatmu pulang dengan keadaan sehat," ucap madam maya sambil mengurai pelukannya.
"Ayo masuk, mulai hari ini, kamu tinggal di sini, dan jangan pernah main kerumah madam ya, kalau kamu rindu sama madam telpon saja, biar madam datang kesini," ucap madam maya sambil menuntun kinanti masuk kedalam apartemennya, dan di belakang di ikuti oleh Kenzo dan sang supir yang membawa koper kinanti.
"Mangsud madam, ini apartemen buat kinan, dan kinan juga udah gak kerja di tempat madam?" tanya kinanti.
"Iya sayang, madam lakukan semua ini demi kamu, agar kekasihmu tak cemburu, dan tak menghawatirkan keadaanmu, kalau di sini kamu aman, gak akan ada yang berani ganggu kamu, dan yang tahu apartemen ini hanya madam sama kenzo," kata madam maya panjang lebar.
"Ya sudah, kamu istirahat ya, madam pulang dulu, kalau laper tadi madam udah masak makanan vaforit kamu, sudah madam simpan dalam kulkas, nanti kamu tinggal panasin aja kalau mau makan," ucap madam maya berpamitan sama kinanti.
"Iya madam makasih, udah mau repot repot bikin kejutan ini, dan mau masakin makanan kesukaan kinan," ucap kinanti.
"Sama sama sayang, kenzo, jaga kinan baik baik ya, ingat pesanku kemaren," ucap madam maya sambil memandang kenzo.
"Iya madam, tenang saja, akan ku jaga dengan baik, madam hati hati di jalan," ucap kenzo.
"Tentu," jawab madam maya, sambil melenggang pergi dari apartemen kinanti.
Selepas mengantar madam maya sampai depan pintu, kenzo langsung menutup pintunya dan kembali masuk menghampiri kinanti yang masih duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
(Bersambung...)