
TOK...
TOK...
TOK...
"Nyonya, tolong buka kaca mobilnya," seru salah satu bodyguard yang berdiri di samping mobil madam maya.
Madam maya tersentak dari lamunannya ia begitu takjub melihat rumah istana milik kenzo, dengan perlahan ia menurunkan kaca mobilnya.
"Buka gerbangnya, saya mau ketemu sama nyonya muda kalian, tadi saya sudah telpon kenzo," ucap madam maya sambil tersenyum kearah sang bodyguard.
Tanpa banyak tanya sang bodyguard langsung membuka gerbang rumah bosnya.
Madam maya mengulas senyum di bibirnya, dengan perlahan ia memasukan mobilnya kehalaman rumah kenzo memarkirkan dengan rapi berjejer dengan mobil lain yang ada di parkiran tersebut.
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu di ketuk dari luar menandakan ada tamu yang datang, si bibik yang mendengarnya dengan sedikit berlari ia bergegas kedepan untuk membuka pintu.
Ceklek!
Pintu di buka oleh bibik, ia sedikit mengerutkan keningnya, ia belum tahu siapa tamu nya itu.
"Bik, hay, kok ngelamun, saya tantenya kinanti, apa dia di rumah?" tanya madam maya.
"A- a- ada nyonya, non kinan di kamarnya, silahkan masuk," ucap bibik dengan nada sedikit terbatah bata.
"Trima kasih bik, tolong pangilkan kesini aja ya," ucap madam maya sambil duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Si bibik bergegas berjalan ke lantai dua pergi kekamar nona muda nya.
"Non kinan," seru bibik dari balik pintu kamar kinan.
"Iya bik, sebentar," jawab kinan sambil bangun dari duduknya dan berjalan kearah pintu.
Kinanti dengan perlahan membuka pintu kamarnya, di depan pintu si bibik berdiri sambil meremas remas jarinya.
"Ada apa bik?" tanya kinanti.
"Itu non, ada tamu nyari non kinan," ucap bibik.
"Siapa bik?" tanya kinan lagi.
"Katanya tante non kinan," jawab bibik.
"Benar kah bik, makasih ya bik," ucap kinan sambil tersenyum, ia lalu menutup pintu kamarnya dan berjalan turun dari lantai dua.
Di belakang di ikuti sama bibik yang akan kembali kedapur mengerjakan tugasnya lagi.
ia sudah tak sabar ingin ketemu sama madam maya.
Sesampainya di ruang tamu Kinanti langsung berhambur kepelukan madam maya, dengan merentangkan tangan nya madam maya menyambut kedatangan keponakan tersayangnya.
Mereka berpelukan dengan erat, melepas rindu, walaupun baru empat hari mereka berpisah tapi rasa kangen dalam diri madam maya begitu besar.
"Sayang bagaimana kabarmu?" tanya madam maya.
"Sehat tante, tente sendiri gimana?" tanya kinanti balik.
"Baik sayang," jawab tante maya sambil mengurai pelukan mereka.
Bibik datang dari arah dapur sambil membawa nampan yang berisi minuman dan kue yang baru di buat oleh bik narti.
__ADS_1
Si bibik meletakkan minuman itu di atas meja depan mereka duduk.
"Makasih bik," ucao kinanti.
"Sama sama non," kata si bibik sambil berlalu dari hadapan mereka.
"Oh ya sayang, ini tante bawa oleh oleh buat kamu," ucap madam maya sambil menyerahkan beberapa peperbeck yqng ia bawa.
"Makasih tante, repot repot," ucap kinanti sambil menerima bingkisan tersebut.
"Gak repot sayang," ucap madam maya.
Mereka melanjutkan berbincang mereka sampai tengah hari madam maya baru di izinkan pulang setelah makan siang.
Sore harinya kenzo pulang tepat waktu, sesampainya di rumah ia di sambut hangat oleh istri tercintanya, kenzo tersenyum bahagia sambil mengecup kening istri nya, mereka berjalan beriringan sambil kenzo memeluk pinggang ramping istrinya.
(Bersambung...)
visual rumah kenzo yang megah bak istana
Ini tampak dalam rumah kenzo
Ini bagian ruang makan
Ini kamar kenzo bersama kinanti, baguskan.
__ADS_1
#maaf kalau gaje dan rumahnya tak sesuwai ini cuma rumah dalam dunia halu saya.