Menepati Janji

Menepati Janji
Ahmad Taufik


__ADS_3

Hari demi hari berlalu


Sifat Ayuna yang dingin terhadap semua orang berubah sejak malam itu. Hanya saja Ayuna belum bisa tersenyum lepas. Ayuna di tunjuk langsung tanpa tes untuk bergabung dalam 2 organisasi sekaligus. Dewan Ambalan dan OSIS. Ayuna sejak SMP memang aktif berorganisasi dan jabatannya pun selalu menjadi Ketua.


Kali ini Ayuna mendapat Wakil Ketua OSIS mendampingi Taufik sebagai Ketua OSIS, dan Kepala Bidang AD/ART di Dewan Ambalan.


Taufik yang memang sudah tertarik pada Ayuna menahan diri untuk menyatakan perasaannya, dalam sebuah organisasi tidak diperbolehkan ada hubungan lain. Apalagi jabatan mereka berdua memang sangat berpengaruh. Setiap hari mereka selalu bersama saat di sekolah dan perasaan Taufik semakin menjadi jadi.


Di lain organisasi, Ayuna berusaha menjadi seperti dulu. Tapi kenangan saat bermain dengab tali temali bersama Sultan dulu membuat Ayuna selalu bersedih. Ada pesan masuk di BBM, Leo sudah di depan sekolah menjemput Ayuna dan mengajak Ayuna pergi ke pantai.


"Kak, Yuna pergi dulu ya. Sudah di jemput" Pamit Ayuna


"Hati-hati kak" kata yang lain bergantian


....


Ayuna harus melewati Ruang OSIS untuk pergi keluar sekolah, Ayuna mampir sebentar untuk pamit dan mengambil almamater. Ada Taufik disana yang ingin menawarkan tumpangan, tapi Ayuna mengatakan sudah di jemput. Taufik melihat kepergian Ayuna dan mendapati ada Sepeda motor Vixion Hitam yang dinaiki laki-laki dan di datangi Ayuna. Jelas perasaan cemburu membakar hati Taufik, tapi mau bagaimana lagi.


....


....


....


Beberapa hari lagi akan ada acara lomba tingkat nasional yang diadakan di kota mereka, dan salah satu lokasi lomba adalah SMK NEGERI 1. Kesibukan pun mulai terlihat. Ayuna menjadi Ketua penanggung jawab untuk kegiatan ini, dengan sigap Ayuna mengatus rencana dan mengawasinya langsung untuk memastikan tidak ada kekurangan dalam hal ini. Tidak hanya siswa yang terpesona dengan sifat dan kecantikan Ayuna, guru guru muda pun ikut terpesona.


Taufik mendekati Ayuna yang sedang duduk setelah pontang panting memastikan semuanya baik baik saja.


"Di minum Na, aku tau kamu gabisa minum es. Jadi aku beliin air mineral" kata Taufik


"Makasih kak" jawab Ayuna sambil menerima air.

__ADS_1


"Aku kagum sama kamu, gak kenal capek kalau lagi tugas. Gak main hp, cekatan, teliti dan gak segan marah ke kakak kelas" Taufik memuji kinerja Ayuna


"Dalam sebuah organisasi, tidak ada lagi tingkatan kelas kak. Yang ada tingkatan Jabatan dan tanggung jawab. Yuna pemegang tanggung jawab tertinggi saat ini, jika mereka salah ya Yuna berhak marah" jawaban Ayuna setelah minum air "Yuna lanjut dulu ya kak, masih harus ngecek setiap ruangan dan kesiapan tim perlengkapan" kata Ayuna sambil meninggalkan Taufik.


'Memang cewek yang beda dari yang lain' gumam Taufik.


Persiapan lanjut sampai malam hari, Ayuna mempersilahkan beberapa bidang yg sudah selesai untuk pulang. Yang masih bertahan adalah bidang acara dan perlengkapan. Rapat pembahasan di ruang OSIS berlangsung cukup lama, dan Ayuna mempersilahkan untuk pulang dan dilanjutkan besok. Ayuna masih di ruang OSIS untuk memeriksa proposal acara, dan mencatat hal untuk dilakukan besok, Saat ini jam menunjukkan pukul 23.00 Pm. Ayuna tertidur di depan komputer. Taufik membangunkannya perlahan karena sekolah akan di tutup.


"Ayuna, bangun... Di lanjut besok lagi"


Ayuna terbangun dan melihat hpnya "Astagaaaaa, sudah jam 11 malem. Kos Yuna pasti sudah di tutup" kata Ayuna panik.


"Tidur di rumah aku gimana? Aku bilang ke Mama Aku ya" kata Taufik.


"Ihh jangan kak, apa kata orang nanti?" tolak Ayuna


"Mau tidur di sekolah?" tanya Taufik.


"Ya udah, bentar aku telfon Mama ku dulu" mengeluarkan hp dari kantongnya. "Halo ma, ini abang mau pulang.... Temen abang mau nginep di rumah ma, cewek... kosnya tutup, dia habis lembur buat acara lusa... oke ma" Taufik menutup telfon dan memasukkan hp ke dalam tasnya "Yuk!" kata Taufik.


Mau tidak mau, Ayuna ikut Taufik ke rumahnya.


Rumah tingkat 2 mewah terlihat jelas di mata Ayuna. Orang tua Taufik sangat baik, Ayuna di berikan kamar tamu yang sangat bagus. Bahkan luasnya melebihi kamarnya di rumah. Ayuna segera membersihkan diri dan mengganti baju yang sudah di siapkan Mama Taufik dan langsung istirahat.


Keesokan harinya, Ayuna bangun pagi seperti biasanya dan mendapati seragamnya seperti sudah di cuci dan wangi. Ayuna bersiap siap keluar dari kamar secepat mungkin karena tidak enakan. Saat keluar kamar, sudah ada mama dan papa Taufik di meja makan. Tidak lama kemudian Taufik keluar dari kamarnya di lantai dua.


"Ayuna, Ayo sarapan dulu nak sebelum berangkat" ajak Mama Taufik.


Ayuna mengangguk dan segera menuju neja makan, duduk persis di sebelah Mama Taufik dan di depan Taufik.


"Taufik banyak cerita tentang kamu nak" kata Papa Taufik.

__ADS_1


"Ish Pa, apaan sih kok di ceritain"


"Papa juga pernah muda, oh iya nak. Kata Taufik hari pertama kamu sekolah di antar ambulans ya, siapa yang sakit?" tanya papa Taufik


"Paaa...." Taufik mencoba memotong pembicaraan.


Ayuna diam sesaat "Pacar Yuna Om, dia Meninggal dan dimakamkan di tempat kelahirannya" Jawab Ayuna sambil tersenyum.


"Maafin Om ya Yuna, Om tau ini berat buat Yuna. Semangat ya"


"Makasih ya Om" jawab Ayuna dan kembali melanjutkan makan.


Setelah selesai sarapan, mereka berangkat ke sekolah. Saat sampai gerbang, semua sudah heboh dengan kedatangan mereka. Taufik yang dikenal sebagai sosok yang enggan mendekati wanita bergoncengan dengan Ayuna yang terkenal dingin dan sulit akrab dengan laki-laki. Sadar menjadi pusat perhatian, Ayuna segera menuju kelas, dan begitu juga dengan Taufik.


Saat jam istirahat, Salwa langsung menyerang Ayuna dengan berbagai pertanyaan.


"Yunaa!!!! Kok kamu bisa sama Ketos sih? ada apa diantara kalian? Kamu tau gak, tadi rame banget yang ngomongin kalian. Katanya sih bakal jadian dalam waktu dekat" kata Salwa ngerocos.


"Pagi pagi udah sebar gosip, emang ya cocot burung kalo di kasih makan makin menjadi jadi" jawab ketus Ayuna.


"Yeee, asal kamu tau Yuna. Gosip pagi pagi itu menyehatkan sirkulasi darah dan pernapasan. dibutuhkan skill khusus buat bisa ngelakuinnya"


"Salwa Utami, Ayuna gak peduli!" jawab Ayuna seolah lelah mendengar semua celotehan teman sebangkunya ini setiap pagi.


"Kalau kamu sama Ketos, Leo gimana? Buat aku aja ya Yuna" bujuk Salwa dengan polosnya.


"Ihh apaan sih, aku gak ada apa-apa sama mereka berdua. Mau pacaran sama mereka silahkan, Ayuna bodo amat" Ayuna pergi meninggalkan temannya itu


"ehhh Yuna mau kemana?!" teriak Salwa


"Kantin" jawab Ayuna sambil terus melangkah.

__ADS_1


Salwa langsung berlari menyusul Ayuna ke kantin.


__ADS_2