
Malam harinya Ayuna mengadakan rapat besar seluruh panitia dan guru. Setiap bagian dimintanya untuk presentasi kesiapan menghadapi acara besok. setelah semua selesai.
"Baik, sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas kerja keras seluruh panitia dan guru yang terlibat. saya percaya, SMK NEGERI 1 akan menjadi tuan rumah paling siap di antara lokasi lain. Seperti yang di jelaskan beberapa devisi tadi, ada pekerjaan yang belum selesai. saya harap segera diselesaikan malam ini juga, Saya mohon ijin kepada bapak ibu guru untuk memperbolehkan beberapa siswa menginap di sekolah termasuk saya. Apakah ada pertanyaan?" penyampaian Ayuna.
"Kenapa kamu juga harus menginap?" Tanya Bu Zaki
"Mohon maaf sebelumnya ibu, posisi saya dalam struktur kepanitiaan adalah Ketua penanggung jawab. bagaimana saya bisa tidur nyenyak jika disini masih ada anggota saya yang sedang bekerja mempersiapkan acara? Saya tau mengapa ibu bertanya seperti ini, ini karena saya perempuan dan sebagian besar yang menginap adalah laki-laki. Saya percaya, mereka bisa menjaga saya dan mampu menjaga kepercayaan bapak ibu guru sekalian" jelas Ayuma yang mendapat tepuk tangan dari seluruh anggota rapat.
"Baik untuk penutupan, hari ini adalah hari terakhir persiapan, maksimalkan untuk selesai hari ini. Besok adalah acara, selesai acara akan ada evaluasi setiap harinya dan setelah itu langsung persiapan kembali. Jam 7 malam, sekolah harus steril. Rapat saya tutup, Terimakasih, selamat malam, selamat beristirahat" tutup Ayuna.
Tampak Leo dari kejauhan, Ayuna langsung mendatangi Leo yang sudah membawa bekal untuknya. Ayuna langsung membuka dan memakannya
"Yakin mau nginep?" tanya Leo.
Ayuna mengangguk sambil terus makan
"Besok hari kamis, puasa?"
"Jelas dong, gaada alasan buat gak puasa kecuali berhalangan" kata Ayuna
"Kuat?"
"Harus lah"
"Jam 2 aku anterin makanan lagi ya"
"Leo, kenapa sih belakangan ini kamu sering bawain bekal buat aku? Kamu kaya gini malah ngingetin aku sama Sultan." tanya Ayuna menghentikan makannya.
Jelas perhatian Leo persis dengan apa yang dilakukan Sultan dulu. Leo tau persis apa yang biasa Sultan dan Ayuna lakukan.
...
"Yuna, aku mau gantiin posisi Sultan bisa? Aku mau jaga kamu kaya Sultan jaga kamu. Aku mau jadi penyemangat buat kamu." kata Leo lirih
"Leo kamu tau kan gimana perasaan aku ke Sultan? Kamu tau kan kehilangan dia saat ini itu gimana?"
"Mau sampai kapan kamu gini Na? Kamu udah kenal aku juga kan. kamu tau gimana aku. Kasih aku 1 kesempatan Na" Leo memohon agar diterima oleh Ayuna.
"Leo Fernando, aku terima" kata Ayuna tersenyum.
__ADS_1
...
"Leo!!! Kok malah bengong di tanyain? Kenapa kok kamu jadi perhatian gini????" tanya Ayuna kembali.
"Ya apa salahnya sih? aku yakin kamu juga lagi hemat, hahaha" kata Leo 'Duhhh ternyata tadi cuma khayalan, cupu banget sih lo Leo!!! Ayo jujur ke Ayuna!'
"Emmm Yuna, aku boleh ngomong gak?"
"Emang dari tadi ngapain? Salto?" kata Ayuna sambil tetap makan.
"Aku mau......" belum tuntas Leo bicara, Taufik datang dan menyela.
"Yuna, ini butuh tanda tangan kamu. Ini lagi... Oh iya, makan masih lama gak?" tanya Taufik seolah-olah sedang buru-buru.
"Ini tinggal dikit kok"
"Aku tunggu 5 menit di Ruang F4 ya, ada pak Nuri sama mas Dimas di sana." kata Taufik langsung pergi, sambil menatap Leo seolah berkata 'Jangan harap bisa ambil Ayuna dari gue'
"okey kak nanti aku nyusul" Kata Ayuna sambil menghabiskan makanannya. "maaf banget ya, aku harus ngecek lagi nih. Kita sambung besok ya"
"Besok aku jemput ya. Jam 7 aku jemput kamu, kita makan bareng di luar. Jangan ada penolakan" kata Leo
"Jangan jangan dia suka sama Ayuna lagi, dari cara dia ngomong kayaknya iya deh. Bocah" gerutu Leo
...
Jam menunjukan pukul 2.00 dini hari, Ayuna tertidur di sofa ruang OSIS. HPnya berbunyi tanda ada telfon masuk, jelas saja dari Leo. Taufik yang juga tidur di ruang OSIS ikut terbangun dan melihat Ayuna yang hendak pergi ke luar.
"Yuna" panggil Taufik
"Iya kak?" tanya Ayuna
"Cari makan yuk, laper nih." ajaknya
"Maaf ya kak, aku udah di anterin makanan hehe. Permisi kak" jawab Ayuna sambil pergi ke depan sekolah.
Ayuna menghampiri Leo di depan gerbang, Taufik melihat dari mulut pintu ruang OSIS. Dia melihat betapa dekatnya mereka, jelas Taufik cemburu. Mau marah juga dia tidak berhak. Taufik melihat Leo bergurau dengan Ayuna sambil makan di depan sekolah yang hanya diterangi lampu jalan.
"Sakit banget Yuna liat lo sama orang lain, gue bisa apa? gue cuma pengagum rahasia lo" kata Taufik sambil mengelus dada "mungkin gak sih gue bisa sama lo? Atau gue cuma halu? Sial, belum pernah gue kayak gini" kata Taufik yang kemudian masuk lagi ke ruang OSIS.
__ADS_1
....
Setelah selesai makan, Ayuna langsung masuk lagi ke ruang OSIS dia sengaja tidak tidur lagi. mengingat sebentar lagi sudah solat subuh dan dia harus lebih siap dari yang lain. Ketika seluruh anggota yang menginap tidur, dia kembali mengecek proposal dan laporan kegiatan yang masih setengah jadi. Wajah serius Ayuna membuat Taufik diam diam mengambil fotonya.
'Meskipun gak senyum, dia tetep cantik' dalam hati Taufik.
....
Waktu menunjukkan pukul 5.00 Am seluruh anggota kepanjangan sudah berkumpul, Ayuna memberikan waktu 5 menit untuk berkumpul.
"Selamat Pagi semuanya, hari ini adalah hari dimana kita mulai bertugas. Saya mohon kerjasamanya. Setelah ini tim konsumsi akan memberikan sarapan untuk kita, ada waktu 30 menit untuk sarapan. Setelah itu langsung menuju tempat yang sudah di bagikan kemarin. Penanggung jawab setiap lobby, setelah makan temui saya dahulu. Yang lain langsung menuju tempat masing masing. Bisa di pahami?" jelas Ayuna
"Siap bisa!" jawab semua serentak
"Mohon tim konsumsi bisa langsung membagikan makanannya, yang sudah dapat segera makan. ada waktu makan nanti lagi jam 12 siang. tolong banget di jaga kondisi badannya" tambah Ayuna.
Jelas sekali sikap Ayuma selalu mencuri perhatian siapapun yang melihatnya. Penampilannya anggun, tetapi sikapnya tegas dan bertanggung jawab.
"Ayuna lo gak ambil sarapan?" tanya Dani (Ketua Bidang Konsumsi)
"Aku puasa Dan" jawab Ayuna singkat
"Sama dong"
"Aku permisi dulu ya...." kata Ayuna sambil pergi keruang OSIS.
"Sesulit itu ya PDKT sama ni orang, belum pernah loh ada cewek yang mengabaikan ketampanan gue" gerutu Dani.
Dani memang memiliki wajah yang juga tampan, dikenal sebagai playboy. Dia hanya senang menggoda para siswi, tapi tidak ada yang pernah menjadi pacarnya. Hanya saja banyak yang mengaku sebagai mantannya. Entah seangkatan, atau kakak kelas.
Setelah membagikan HT dan sedikit briefing. Ayuna mempersilahkan mereka untuk menuju ruangan masing masing.
Tepat pukul 6.30 Am rombongan peserta lomba datang. SMK NEGERI 1 menjadi tempat untuk lomba Tata Boga, English speech, Cerdas Cermat, otomotif, PBB kreasi, Drama, Musik tradisional, dan masih banyak lagi.
Ketika Ayuna sedang berjalan menuju halaman belakang, ada yang memanggil Ayuna dengan panggilan yang sangat dia kenal.
"Kak Nimas!!!!"
....
__ADS_1