Menepati Janji

Menepati Janji
Kejujuran Taufik


__ADS_3

……


Hari ini adalah Diklat hari pertama OSIS se-provinsi Jawa Timur, perwakilan dari SMK NEGERI 1 tidak lain adalah Taufik dan Ayuna. Diklat akan dilaksanakan dalam waktu 5 hari.


"Ayuna, aku harap bisa profesional ya. Kita fokus untuk Diklat ini dulu. Pacarmu di hubungi, bilang bakal sibuk biar gak marah" Kata Taufik saat di depan pintu Aula Hotel tempat Diklat, dan setelah bicara langsung masuk Aula Hotel


"Kenapa sih? Kok ngomongnya Alot banget" kata Ayuna menyusul Taufik.


Acara dimulai. Sesi pertama adalah perkenalan dari setiap perwakilan. Karena menjadi kabupaten ter ujung, Taufik dan Ayuna serta kontingen lain dari kabupaten yang sama mendapat giliran terakhir. Saat Taufik dan Ayuna maju untuk perkenalan, seperti biasa selalu menjadi pusat perhatian.


Sesi selanjutnya adalah Materi Leadership. Ayuna mendapat kesempatan untuk bertanya.


"Terimakasih atas kesempatannya, Saya Ayuna dari SMK NEGERI 1 kabupaten B. Mohon maaf sebelumnya bisa dikembalikan pada slide ke 8? Terimakasih. Ada yang mengganjal disini. Hasta Brata, merupakan 8 sifat kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Apakah hanya pemimpin saja yang diharuskan memiliki sifat ini? Apakah anggota tidak diharuskan? Sedangkan dalam sebuah organisasi sifat ini sangat penting...." belum selesai Ayuna bertanya, tepuk tangan bergema di satu Aula.


"... yang kedua, Di Indonesia sistem kepemimpinan yang seperti apa yang diterapkan? Karena saya tidak yakin jika Sifat para dewa merupakan sistem atau anut yang digunakan para pemimpin di Indonesia. Jangankan Hasta Brata, Dasa Darma yang menjadi dasar saja di abaikan... untuk ini Saya tidak butuh jawaban, Saya hanya butuh pertanggungjawaban.... Atas apa yang anda sampaikan. Terimakasih" Tutup Ayuna yang membuat Seisi Aula bersorak dan bertepuk tangan.


Siapa yang menyangka jika gadis cantik dan anggun itu memiliki pemikiran yang sangat kritis.


Pemateri pun melakukan dialog bersama Ayuna.


"Dik Ayuna... Kamu kelas berapa dik?" tanya pemateri.


"Saya kelas X" jawab Ayuna


"SMK.... pasti jurusan Ekonomi" tebak pemateri.


"Seni Musik" jawab Ayuna singkat.


"Luar biasa, Saya mengagumi kecerdasan kamu. Jujur Saya kewalahan menjawab pertanyaan ini. Ini pertanyaan anak kuliahan kepada dosen fakultas Hukum" kata pemateri. "Ini kartu nama saya, suatu hari nanti akan saya jawab dengan penuh percaya diri. Saat ini saya sedang tidak percaya diri. Sebagai pengganti jawaban saya hari ini, Saya akan memberikan tabungan pendidikan untuk kamu. Nominal rahasia. Setelah ini tolong temui saya ya Dik Ayuna"

__ADS_1


Baru saja hari pertama, Ayuna sudah menjadi bahan perbincangan hangat diantara kontingen lain. Ada yang iri, ada juga yang mengagumi.


Setelah itu sesi pembagian kamar, Ayuna mendapat teman sekamar dari SMA Bakti kabupaten P, namanya Zahra. Sebelum menuju kamar, Ayuna menemui pemateri tadi. Tidak di duga, pemateri tersebut menelfon kepala sekolah Ayuna dan membebaskan biaya Ayuna sampai lulus. Ayuna menangis terharu dan hampir bersujud di kaki pemateri, tetapi di tahan.


"Kamu anak yang cerdas dan berani, saya beruntung bisa bertemu kamu disini. Sampai jumpa di masa depan ya dik " kata Pemateri dan langsung meninggalkan Hotel.


……


Di kamar Hotel


Ayuna selesai mandi dan solat, merangkum kembali materi yang sudah di sampaikan di Laptopnya. Zahra pun mengagumi Ayuna.


"Kamu serajin ini ya" kata Zahra


"Udah kebiasaan, juga materi yang ada di sini gak boleh berhenti di aku kan?" jawab Ayuna sambil tersenyum ramah pada Zahra.


"Tenang aja Zahra, semua materi yang ada di aca ini bisa kamu minta" jawab Ayuna.


……


Hari demi hari sudah berlalu....


Malam terakhir di hotel itu dijadikan sebagai malam keakraban, saling mengenal antar kontingen. Tapi ada yang mengganjal dalam pikiran Ayuna. Sifat Taufik yang membuat Ayuna sudah tidak tahan. Ayuna menarik Taufik keluar aula dan berhenti tepat di balkon.


"Kak, kalau Ayuna punya salah, Ayuna minta maaf. Tapi tolong jangan kakak bersikap kaya gini."


Taufik hanya diam menatap langit.


"Kak tolong jawab..." Ayuna terus mendesak Taufik.

__ADS_1


"Gue suka sama lo Yuna! Gue suka sama lo... Dari awal gue lihat lo, gue udah jatuh cinta sama lo!..." Jawab Taufik yang membuat Ayuna terdiam. Taufik mengacak-acak rambutnya "Argghhh.... selalu gue yang sakit hati! Ini pertama kali gue suka sama cewek, hahaha dia udah jadi milik orang lain"


"Kak Taufik... Yuna..."


"Gak Yuna... Enggakk... Jangan.... Biar gue simpan rasa ini dalam dalam! Anggap gue gak pernah ngomong apa apa!" Jawab Taufik sambil meninggalkan Ayuna di balkon.


Ayuna menangis seolah dia bersalah. Ayuna menatap langit.


"Sultan, lihat.... aku menyakiti hati orang lain yang baru saja merasakan jatuh cinta. Aku gak bisa merasakan sakit yang dia dapat selama ini... Kenapa? Kenapa semua harus terjadi? Kenapa kamu harus pergi?"


Ayuna sangat merasa bersalah atas apa yang dirasakan Taufik, meskipun Ayuna tidak bersalah.


………


Esok pagi adalah kepulangan semua peserta diklat. Sesi foto bersama menjadi hal wajib setelah acara. Taufik tampak dingin tanpa senyuman di wajahnya. sekilas Ayuna menoleh ke arah Taufik, kemudian menunduk dan menatap ke arah kamera.


Sepanjang perjalanan Taufik hanya diam dan mendengarkan musik menggunakan earphone nya. Ayuna beberapa kali menatap Taufik seolah ingin mengajaknya bicara.


perjalanan yang panjang membuat Ayuna mengantuk. Ayuna menyandarkan kepalanya pada kaca mobil dengan beralaskan jaket. Taufik melihatnya dan menyuruh Ayuna tidur di pangkuannya. tanpa ada kata Ayuna menurutinya.


Campur aduk perasaan Taufik saat ini. Ada bahagia sekaligus luka.


'Sakit banget Yuna, ini masih sakit. gue sayang sama lo. tapi gue bisa apa?' kata Taufik dalam hati


Perjalanan hari itu cukup membuat lelah...


bergantian tidur. Taufik yang bersandar di bahu Ayuna dan Ayuna yang tertidur di pangkuan Taufik.


....

__ADS_1


__ADS_2