
Saat tiba di kos, Ayuna membuka kotak hitam itu. Di dalamnya ada beberapa kotak lagi dan sebuah kertas yang bertuliskan
..."Kepada Nimas kesayanganku"...
......*Buka kotak ini satu persatu ya sesuai dengan urutannya, di dalamnya ada beberapa hal yang belum sempat aku bilang ke kamu.......
......mungkin saat kamu baca ini dan mulai membuka isinya aku sudah gak ada lagi di dunia ini.......
...Aku terlalu takut melihat air matamu....
...Aku takut aku semakin tidak ikhlas untuk pergi....
...Aku hanya ingin melihat Ayuna Nimasku sayang selalu tersenyum....
...Jaga diri baik-baik ya cantik...
...Aku beruntung sekali punya wanita secantik kamu, sebaik kamu, setulus kamu....
...Maaf ya aku masih banyak kekurangan, aku gak bisa nemenin kamu sampai tua. Maaf aku sudah gagal jadi laki-laki yang memenuhi semua janjinya....
...Aku pergi lebih dulu, lebih awal dari yang kita bayangkan....
...Aku yakin kamu wanita yang kuat, kamu tegar, dan akan ikhlas sepenuhnya....
...Aku sayang banget sama kamu Nimas*....
..."Dari Cimas"...
………
Ayuna menangis sejadi-jadinya, dia memang sangat merindukan sosok Sultan. Menghapus air matanya dan melihat lagi isi kotak hitam, disana ada kotak yang bertuliskan angka 1.
Ayuna membuka kotak itu, di dalamnya ada parfum yang biasa di pakai Sultan, baju Volly mereka berdua, dan medali best couple, dan ada sebuah kaset sampulnya bertuliskan "Dengerin kalo lagi sendiri ya"
Ayuna mengambil laptop dan langsung memutar kaset itu. Di dalamnya ada sebuah file "Kangen" dan ada mp3 audio. Ayuna pun mendengarkannya.
……
__ADS_1
"Nimasssss, Aku yakin kamu kangen sama aku kan. Lama ya kita gak main Volly lagi, ini baju Volly udah aku cuci pake tangan aku sendiri loh. Kamu inget gak waktu kita sering pulang malem gara gara latihan... hahaha, seru sekali"
……
*flashback*
Ayuna dan Sultan sama-sama kebingungan untuk pulang. Ayuna yang tinggal bersama Kakek dan Nenek saat itu, karena kedua orang tuanya masih di Bali. Kakek Ayuna terkenal sangat galak, meskipun ini masih jam 8 mereka sudah sangat takut.
"Cimas sih gara-gara. Mangkanya kalau aku udah ngajak pulang ya ayo pulang, kemaleman kan jadinya. Alasan apa coba sama kakek?" omel Ayuna
"Iya maaf, nanti biar aku yang urus alasannya. Nimas gak usah takut ya" kata Sultan menenangkan.
Setibanya di rumah Ayuna, Kakek dan Nenek sudah menunggu di depan rumah. Tampak kakek sudah siap dengan rotan saktinya dan nenek yang bersimpuh tangan.
Ayuna dan Sultan cium tangan, setelah itu kakek duduk dan meletakkan rotannya.
"Lain kali pulang jangan terlalu larut, besok masih sekolah. Denger Sultan?" kata Kakek
"De-denger kek" kata Sultan gugup.
"Taruna kok jawabannya gitu, yang teges!"
"Yuna masuk! Sultan segera pulang!" perintah kakek
"Iya kek" jawab mereka bersamaan.
"Sultan!!!" teriak kakek
"Siap laksanakan kakek" sambil cium tangan "Assalamualaikum" dan langsung menuju mobilnya.
Inilah kebiasaan mereka jika pulang malam, kakek yang sangat mendukung Sultan untuk menjadi abdi negara. Sangat lucu untuk di kenang.
………
"Seru ya, sayang aku sekarang gak bisa perang sama kakek lagi hehe... Oh iya kotak selanjutnya kamu buka besok ya Nimasku, tepat jam 9 malam setelah kamu belajar" Akhir dari audio Sultan.
Ayuna meletakkan kembali Kaset pada sampulnya dan meletakkannya di dalam kotak bersama dengan parfum, baju volly dan medali. Kemudian menata di atas meja belajarnya.
__ADS_1
…
Kotak ke 2 di buka oleh Ayuna, isinya selendang tari berwarna merah, Jarik/sewek motif batik berwarna coklat dan hitam, dan kipas merah yang selalu Ayuna inginkan. Kali ini ada kertas yang bertuliskan "Biar semangat meraih citanya"
Ayuna teringat saat dia melihat semua barang ini.
……
*flashback*
Mereka sedang berjalan-jalan di sebuah pasar tradisional untuk membeli beberapa buah. Pandangan Ayuna terhenti pada satu toko yang menjual alat tari. Sultan yang peka terhadap apa yang Ayuna lihat langsung mengajak Ayuna ke toko itu. Ayuna minta ditunjukkan beberapa barang seperti kipas, selendang dan jarik.
Saat itu ayuna hanya meminta sebuah centing pada sultan.
"Suatu saat, kamu akan punya 1 set lengkap. Sabar ya Nimas" kata sultan setelah membeli centing dari toko itu.
……
Ayuna kembali menata semua pemberian sultan dalam kotak dan meletakkannya berdampingan dengan kotak pertama.
Begitupun seterusnya, sampai tersisa 1 kotak terakhir yang paling besar diantara kotak lain. Perlahan Ayuna membuka kotak itu. Ada beberapa foto Ayuna dan Leo saat sedang berkumpul bersama, sepertinya Sultan diam diam memotret mereka dengan kamera HP. Ada 1 Foto dengan frame, foto mereka berlima. 1 Album foto yang berisi tentang Sultan, Ayuna dan Leo. Dan sebuah Flashdisk dan secarik kertas yang bertuliskan "Lihat ini bersama Leo". Ayuna langsung menghubungi Leo dan meminta untuk di jemput. Tak lama setelah menerima telfon, Leo langsung menuju ke kos Ayuna. Dalam waktu kurang lebih sekitar 15 menit Leo datang dan langsung meminta Ayuna untuk naik motor.
Leo membawanya ke rumah dan langsung membuka laptop untuk melihat isi flashdisknya, hanya berisi 1 video dengan judul "Saatnya kamu tau"
…
"Hay cantikku, sehat sehat selalu ya.... Ini adalah kotak terakhir yang akan kamu simpan. Maafin aku ya, ini mungkin berat kamu terima. Leo, aku harap kamu bisa jaga Ayuna selayaknya aku. Mungkin ini konyol. Aku mempersiapkan kalian untuk bersama sebelum aku pergi. Aku minta tolong ya Loe, sayangi Ayuna. Dan sebenernya, aku gak kena demam berdarah. Sejak setahun lalu aku di vonis gagal ginjal. Segala cara sudah aku lakuin buat sembuh, tapi hasilnya nihil. Yang bisa aku lakuin cuma membuat orang di sekitar ku bahagia. Kalian orang yang paling aku sayangi... Ayuna, ini bukan mauku... ini sudah takdir yang harus aku hadapi. Aku yakin, semua ini akan berakhir bahagia. Aku sayang kalian. Terutama kamu, Nimas"
…
Tangis Ayuna pecah dan Leo memeluk akuna erat. Siapa yang menyangka kalau Sultan mencintai Ayuna begitu dalam dan tulus.
'Aku janji, aku bakal jaga Ayuna' kata Leo dalam hati.
…
Sejak saat itu Ayuna mulai bangkit dan menjalin kasih dengan Leo. Ayuna tidak menyadari ada hati yang terluka setiap melihat dia dan Leo. Ada cemburu yang selalu membara setiap melihat Ayuna melambaikan tangan pada Leo. Ada air mata yang tertahan karena tidak ingin kinerjanya rusak. Ya, Taufik memendam itu semua sendirian. Tidak banyak yang bisa di lakukan Taufik, Lebih dari satu bulan dia menyimpan rasa. Tetapi dia kalah oleh sahabat masa lalu Ayuna, Leo. Setiap senyum yang di tunjukkan di depan Ayuna, adalah tangis yang selalu Taufik sembunyikan.
__ADS_1
…