Menepati Janji

Menepati Janji
Sultania Alfarizi


__ADS_3

Ketika Ayuna sedang berjalan menuju halaman belakang, ada yang memanggil Ayuna dengan panggilan yang sangat dia kenal.


"Kak Nimas!!!!"


Ayuna langsung menoleh ke sumber suara, Gadis perempuan itu tersenyum lebar. Dia adalah Tania, kembaran Sultan yang sekolah di Aceh.


Seolah tidak percaya, Ayuna hanya diam mematung melihat Tania. Tania berlari dan langsung memeluk Ayuna yang masih diam. Ayuna membalas pelukan itu dan menangis sejadi jadinya.


"Maafin semua kesalahan Sultan ya, ikhlasin dia ya. Aku yakin saat ini Sultan juga tersenyum bahagia liat kamu yang sekarang" kata Tania haru.


Ayuna tidak mampu menjawab perkataan Tania dan hanya menangis.


....


Setelah hari pertama lomba selesai, seperti yang di bicarakan saat rapat kemarin. Ada evaluasi dan persiapan kembali. Setelah semua selesai, Ayuna mendatangi Tania yang dimintanya menunggu di kantin.


"Udah pesen?" tanya Ayuna


"Aku pesen buat kita buka puasa nanti, Puasa kan?" Tania bertanya kembali


"Pasti" jawab Ayuna. "Setelah ini Leo, Aldo, Bimo datang. Mau buka bersama katanya"


"Aku gak tau, gimana caranya biar bisa sekuat kamu. Kamu lihat langsung Sultan saat terakhirnya. Di kelilingi sahabatnya. Aku yakin, ini berat banget." Tania berusaha menahan tangisnya.


"Tania, yang kamu rasa lebih berat. Kamu kembarannya, aku hanya orang yang menemani dia selama 2 tahun." kata Ayuna sambil menggenggam tangan Tania.


"Apa kamu gak mau cari pengganti?" tanya Tania


"Entahlah, Sultan masih gak bisa di ganti sama siapapu." jawab Ayuna.


Tanpa disadari Ayuna, Leo dan teman temannya berada di belakangnya. Leo memberikan isyarat pada Tania.


"Bagaimana dengan Leo?" tanya Tania yang paham dengan isyarat Leo.


"Dia memang orang baik, tapi aku gak mau jadiin dia pelampiasan atas kehilangan yang aku rasakan." jawab Ayuna menunduk.


"Kalau aku gak keberatan jadi pelampiasan? Apa kamu mau nerima aku?" tanya Leo dengan tegas.

__ADS_1


Ayuna terkejut dan langsung berdiri menghadap Leo.


"Selama apa pun kamu jadiin pelampiasan, kalau aku gak keberatan. Apa kamu mau nerima aku sebagai pengganti Sultan?" tanya Leo sekali lagi.


"Kamu berhak bahagia Yuna, aku yakin Sultan juga mau kamu bersama dengan orang yang tepat. Aku rasa Leo orangnya" kata Tania meyakinkan Ayuna.


Ayuna terdiam dan bingung harus berkata apa. Tania menggenggam tangan Ayuna sambil menatap Ayuna. Seolah tersihir, Ayuna mengangguk "Aku terima". Leo langsung memeluk Ayuna.


Dari kejauhan ada Taufik, Dewi, dan Noval yang melihat jelas saat itu. Tanpa di sadari air mata menetes dari mata Taufik.


"Ternyata ini namanya Cinta. Seumur umur baru ini gue ngerasain sesek liat cewek di pelukan orang lain. Apa gue terlalu cupu? Kenapa gue gak bisa marah?" kata Taufik yang membuat kedua temannya diam.


....


Malam harinya setelah Ayuna melihat semua persiapan sudah selasai, dia meminta agar ada tim piket yang menjaga disini. Yang lain di persilahkan pulang. Ketika Ayuna pamit karena sudah di tunggu Leo dan yang lain.


"Kakak-kakak dan teman-teman semua Yuna pamit duluan ya, tolong jangan malam-malam pulangnya. sampai jumpa besok pagi seperti tadi ya..." kata Ayuna


"Hati-hati Yuna!" kata Dani bersemangat.


Taufik yang masih terbakar cemburu, keluar ruang OSIS begitu saja melewati Ayuna.


Mereka pergi ke Restoran yang tidak jauh dari kos Ayuna. Saat ini Leo benar benar menjadi pengganti Sultan yang baik. Tania melihat senyum di wajah Ayuna dan meneteskan air mata bahagia. Tania mengenal betul Ayuna, dia tidak mudah jatuh cinta. Ayuna butuh waktu berbulan-bulan untuk menerima Sultan seutuhnya. Jelas Ayuna belum bisa menerima Leo, dia hanya memberi kesempatan pada Leo untuk menggantikan posisi Sultan.


Tania memang sudah menganggap Ayuna seperti adiknya sendiri. Ayuna dan Tania sangat dekat, bahkan mereka sering berkompromi untuk merencanakan kejahilan kepada Sultan.


Tidak hanya itu, mereka berdua saling mengerti apa yang mereka suka atau tidak suka. Sama-sama tau penyakit yang di deritanya.


Hanya saja Ayuna tidak mengetahui soal sakit yang di derita Sultan. Tania berfikir kalau ini belum saatnya Ayuna tahu.


"Ayuna, setelah ini kamu ikut aku ya. Tidur di penginapan aku, besok pagi biar Leo yang jemput. Biar ada gunanya dia jadi pacar" goda Tania.


"Aku sih siap aja hahaha" jawab Leo.


....


Setibanya di Hotel tempat Tania dan tim menginap. Tania langsung mengajak Ayuna ke kamarnya. Disana ada 2 temannya. Sinta dan Reima. Sangat baik dan sudah mendengar banyak hal soal Ayuna dari Tania.

__ADS_1


"Benarr kata kau wak, cantik dia. Lebih cantik dari yang akuu bayangkan la" Sinta memuji Ayuna.


"Iya wak, kalah gadis aceh sama dia" Reima menambahkan.


"Udahhh, gausah berlebihan deh. Ayuna, tunggu sebentar ya. Aku ada titipan buat kamu."


Ayuna terdiam dan menunggu Tania, dia datang membawa kotak berukuran sedang.


"Aku gak tau apa di dalamnya, Sultan nitip ini waktu dia masih di Aceh." kata Tania


"Kenapa dia gak kasih ke aku sendiri?" tanya Ayuna bingung.


"Kamu bakal dapet jawabannya di dalam kotak ini. Semua jawaban atas pertanyaan kamu ada di sini." tangan Tania menepuk lembut kotak dan memberikannya pada Ayuna.


"Buka kalau kamu lagi sendiri ya." pinta Tania.


Ayuna meneteskan air matanya saat menatap kotak berwarna hitam itu.


"Cimasku, aku kangen. Baik-baik ya di sana, tunggu Nimas ya. Kita pasti bertemu di surga nanti." kata Ayuna sambil menangis.


Tania dan kedua temannya ikut menangis merasakan kesedihan yang dialami Ayuna. Mereka mengira apa yang mereka lihat ini hanya ada di adegan film, tapi ini nyata dan mereka melihat sendiri.


Sultan memang sudah mempersiapkan beberapa hal untuk dikatakan, tapi dia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya langsung pada Ayuna.


...


Beberapa Minggu sebelum Sultan di rawat, dia pergi ke Aceh untuk menemui kembarannya ini. Mereka berdua duduk di tepi pantai dan melihat ke arah senja.


"Abang titip ini buat Ayuna ya. Abang yakin dalam waktu dekat kalian akan berjumpa." kata Sultan.


"Kau kan lebih dekat, kenapa kau tak memberikan ini sendiri?" tanya Tania.


"Abang gak bisa liat dia nangis begitu tau kenyataannya"


"Ish bang, kau akan hidup bersamaku. Jangan kau dengar kata dokter gila itu." kata Tania sambil memukul lengan Sultan.


"Abang titip satu hal lagi. Buat Ayuna tersenyum bersama Leo". kata Sultan sambil menangis. "Leo orang yang baik, Abang yakin dia pengganti Abang yang tepat."

__ADS_1


Melihat keseriusan di wajah Sultan membuat Tania terdiam sambil menatap wajah kembarannya itu. Seolah dia tau apa kenyataannya dan apa yang harus dia lakukan setelahnya.


__ADS_2