MENEPI

MENEPI
1. Senin khawatir


__ADS_3

Heleh jangan serius serius amat,yang serius aja belum tentu diseriusin


        ~Amara Azzahra


[ JANGAN LUPA FOLLOW ,VOTE AND COMMENT ❤]


Senin Khawatir


Amara, gadis cantik itu sedang  terlelap di balik selimut tebalnya. Padahal hari ini adalah hari dimana Upacara di adakan. Bunyi alarm yang menggema seisi kamar tidurnya tidak membuatnya terbangun.


"Ara! Ara! Bangun woy!!"


Teriak Rama, yang tak lain kakak Amara.


Amara harus merelakan mimpi indahnya  yang sedang berjumpa dengan salah satu anggota KPOP "EXO" terganggu karna ada yang mengetuk pintu kamarnya


Awalnya hanya sebuah ketukan pintu biasa, lama kelamaan ketukan itu menjadi lebih keras.


Tunggu!!


Itu bukan sekedar ketukan pintu. Lebih terdengar seperti seseorang yang akan merebohkan bangunan rumah ini.


Akhirnya dengan berat hati Amara membuka matanya yang terasa berat sekali.


"Ara, bangun woy kebo banget!!!"


teriak Rama masih dengan gedoran pintu yang semakin mengencang.

__ADS_1


Amara mendengus sebal, Abangnya sudah menghancurkan mimpi Indahnya.


"5 menit lagi bang..!" teriak Amara kepada abangnya.


"5 menit pala lo peang. Udah setengah tujuh Bambank!"


"Huaaaaa!! udah siang dong" teriak Amara yang sudah lari terbirit- birit ke kamar mandi.


"Dasar bocah" gumam Rama.


Setelah menghabiskan 10 menit untuk mandi, Amara menoleskan bedak bayi di wajahnya sambari menyisir rambutnya.


"Ara jangan buru buru,sarapan dulu nak!!!" teriak bunda Zizi. Ibunda Amara.


"Ara sarapan di kantin aja bun, Udah kesiangan" ujar Amara sambil melihat kearah Bundanya.


"Sekarang Baru sadar, Dari tadi ngapain? makanya kalo tidur nggak usah ngebo!" ucap Rama menatap Adik satu satunya itu dan berjalan keluar rumah di ikuti Amara.


"Bang cepetan elah , nanti Ara telat. Ini upacara tau bang!"


"Sabar dong, lagian pacar lo nggak jemput apa?"


"Dia itu orang sibuk ya bang, nggak kayak abang"


"Songong amat!!".


Mobil mereka sudah sampai di depan Gerbang SMA Merdeka, banyak murid yang mulai masuk ke area sekolah.

__ADS_1


"Bang, Ara masuk dulu"pamit Amara.


"Iya belajar yang rajin." ujar Rama sambil menghempit pipi chuby Amara.


Amara berjalan menyuusuri koridor, Banyak murid murid yang menyapanya.


Amara terkenal dengan keramahannya, selain itu ia juga terkenal karena Pacar Seorang ketua osis di SMA ini yang pastinya Most wantednya SMA Merdeka ini.


Amara mulai masuk kekelasnya. Baru saja ia meletakkan ranselnya, ia langsung diserbu ocehan- ocehan dari sahabat- sahabatnya.


"Tumben lo berangkat siang banget Ra?" tanya Amanda.


"Gue juga manusia kali Nda!" jawab Amara santai.


"Ya, setidaknya lo kabarin kita lah!" ujar Anisa yang tiba tiba ikut nimbrung.


"Iya- iya makasih udah khawatir sama gue guys" ujar Amara dengan cengirannya yang di tanggapi tatapan malas dari dua temannya itu.


Kring......kring......kringg..


Suara bel tanda upacara sudah berbunyi. Mereka bertigapun lansung lari menuju lapangan bawah untuk mengikuti kegiatan setiap satu minggu itu.


Di tengah tengah upacara. Amara merasakan pusing di kepalanya, awalnya ia bisa menahannya namun lama- kelamaan ia merasakan pusing yang teramat amat menyakitkan.


"Mampus gue belum sarapan" ujar Amara di dalam hatinya.


Raut muka Amara lama kelamaan menjadi pucat, lama- kelamaan pandangannya menjadi buram. Hingga dirinya jatuh pingsan tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2