MENEPI

MENEPI
2.Singa Betina Aksa


__ADS_3

Kalo lihat yang manis- manis suka sakit aja;v


    ~Laksana Haidar


[ JANGAN LUPA FOLLOW ,VOTE AND COMMENT ❤]



Singa Betina Aksa



Disinilah Amara, di tempat serba putih dengan bau khas obat obatan. Amara sekarang Berada di UKS di temani satu laki laki dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.


Amara mulai membuka matanya. pandangan pertama yang ia temui ialah bola mata hitam punya Aksa.


Laki laki itu ialah Laksana Haidar. Pacar Amara yang sudah berpacaran sekitar 1 tahun ini.


"Kak Aksa, kakak ngapain di sini?" tanya Amara yang bingung dengan keberadaan Aksa di sana.


"Jangan kayak gini aku khawatir" ujar Aksa yang sudah mulai menggenggam tangan Amara.


Amara tersenyum mendengar ucapan Aksa barusan. "Iya nggak akan lagi"


"Jangan senyum, aku takut"


"Takut kenapa?" Amara menyergitkan dahinya, pertanda dirinya bingung.


"Diabetes."


Amara tertawa kecil.


"Kenapa bisa pingsan?" tanya Aksa.


"Tadi bangun kesiangan, jadi nggak sempet sarapan" jawab Amara dengan cengiran tanpa dosanya itu.


"Aku beliin makanan ya. Tapi kamu harus makan." ujar Aksa dengan penuh penekanan.


"Iya. Aku ngantuk" Amara mengatakan dengan nada merengek.


"kamu tidur aja, nanti aku bangunin".


Aksa bergegas meninggalkan uks menuju Kantin untuk membelikan roti kesukaan Amara dengan satu gelas jus jeruk.


Aksa kembali dengan satu kantong kresek dan satu gelas jus di tangannya .


"Ara bangun, makan ya ....udah aku beliin roti kesukaan kamu"


"Makasih Aksanya Ara" ujar Amara dengan Senyum pepsodent menghiasi wajah cantiknya.

__ADS_1


Ini yang di sukai Aksa dari Amara, dia selalu nurut dengan apa yang Aksa perintahkan.


Aksa benar benar takut Kehilangan Amara, gadis pewarna bagi kehidupan Aksa.


Begitupun dengan Amara, ia sangat sangat takut kehilangan Aksa, Prioritas Semangat baginya.


                         ***


Kejadian kemarin membuat Amara bangun pagi, ia bertekad membuatkan bekal untuk Aksa. Amara senang dengan hasil kerja kerasnya membuat Sendwith. gak buruk-buruk juga hasilnya.


"Ck kesambet hantu apa lo dek, bisa bangun pagi pagi gini". ujar Rama yang bingung dengan Adiknya.


"Dasar labil, bangun pagi salah, bangun siang apalagi? emang yaa Ara itu serba salah padahal Ara bukan Artis Raisha yang punya lagu serba salah!" oceh Amara yang kesal dengan Abangnya itu.


"Enak nih, buat gue ya" ucap Rama dengan tangan yang sudah siap mengambil sandwith buatan Amara.


"Apa apaan, ini buat Aksa yaa Bang." ujar Amara, gadis itu menepis kasar tangan kakak laki lakinya.


"Songong Amat si lo dek, Amat temen Abang aja nggak songong kayak lo dek." kesal Rama dengan Adiknya itu.


"BODO AMAT" teriak Amara di depan muka abangnya itu, Rama mendengus kesal kemudian berlalu meninggalkan adik tengilnya itu.


"Ngambek nih!" gumam Amara saat melihat tubuh Rama yang semakin lama semakin menjauh darinya.


"Ara!" panggil Bunda Zizi, ibunda Amara.


"Iya bun!".


"Ouh iya bun! bilangin Bun, suruh tunggu dulu. Ara mau Ambil tas dulu." Ara mengambil tas dikamarnya dan bergegas kebawah menemui Aksa.


"Hey, maaf lama." sapa Amara.


"Iya nggak papa kok".


"Berangkat sekarang?" tanya gadis itu.


"Tahun depan juga boleh kok, Aku siap menunggu Kamu. Eaa" canda Aksa di akhiri tawa kecilnya.


Amara ikut tersenyum melihat Aksa bisa tertawa seceria ini.


"Yaudah sekarang aja ya berangkatnya, takut kesiangan" ujar Amara dengan senyum yang tak luntur dari wajah cantiknya.


Amara dan Aksa berpamitan dengan Bundanya Amara.mereka bergegas meninggalkan rumah.


Udara pagi ini sangat sejuk, seperti mendukung Amara dan Aksa untuk menelusuri jalanan sekitar area sekolah.


Motor gede Aksa sudah sampai di parkiran sekolah, Aksa turun dari motornya. Di ikuti Amara di belakangnya.


"Jangan cepet cepet ih" sebal Amara.

__ADS_1


"Kamu aja yang lambat kek s i p u t" ujar Aksa dengan menekan kata siput


Amara mendengus ketika mendengar ucapan Aksa. "Iya- iya, apalah dayaku yang lambat kaya siput!!"


Aksa mengaku kalah jika sudah melihat wajah kesal Amara yang terkesan menggemaskan itu.


"Iya- iya... aku cuman bercanda kali, imut banget sih. Pacar siaoa sih?" tanya Aksa sambil mengacak anak rambut Amara.


"Ih Aksa jangan di berantakin, Amara tuh mau tampil maksimal di depan Aksa!" oceh Amara


Aksa maju satu langkah mendekati Amara. Dia membisikan sesuatu ke Amara. "Nggak usah tampil maksimal. Bagi Aksa, Amara selalu perfect di depan Aksa"


Blushh.


cuman Aksa yang tau gimana wajah Amara sekarang.


Aksa menggengam jari jemari tangan Amara, dan kini ia mengandengnya menuju ke kelasnya.


"Ara, kamu udah sarapan?" tanya Aksa memastikan.


"Udah kok, sesuai janji aku kemarin aku buatin kamu bekal sa."


"Beneran? kebetulan aku belum sarapan nih" ucap Aksa


Amara mengeluarkan kotak bekal warna pinknya dan menyerahkannya pada Aksa.


"Dimakan ya Sa! aku masuk kelas dulu" pamit Amara


"Siap ibu negara" jawab Aksa dengan sikap hormatnya.


                       ***


Aksa masuk kelasnya dengan senyum tak luntur di wajahnya.


"Woy Sa, lo kesambet setan sekolah ya? bisa senyum senyum kayak gitu." oceh Andra sahabat Aksa.


"Kacang- Kacang, kacang mahal nggak sih?" sindir Debby saat mendengar ucapan Andra yang tak direspon oleh Aksa.


"Ganggu aja sih lo berdua!!" kesal Aksa.


"Wihh, bawa apaan tuh bos! bagi- bagi dong bos. Ingat orang yang pelit kuburannya sempit." ujar Andra dengan arah pandang tak lepas dari Kotak Bekal yang di genggam Aksa.


"Gak ada kata bagi- bagian di kamus gue hari ini." ketus Aksa dengan wajah Datarnya.


Debby menatap kotak bekal itu dan menemukan satu nama di tutupnya, "Ara".


"Sampe lo karatan juga gak bakal dikasih, orang itu dari Singa betinanya si Aksa!" memang sahabat- sahabat Aksa menyebut Amara dengan singa betina, Karena waktu PMS bisa saja semua sahabat Aksa jadi sasaran amukannya.


~Dia yang terindah tak akan jadi yang terendah.

__ADS_1


Jangan lupa vote and coment...


__ADS_2