MENEPI

MENEPI
4. Bareng Aksa


__ADS_3

sakit iya, ambyar jangan tanya lagi!


~Amara Azzahra


[ JANGAN LUPA FOLLOW ,VOTE AND COMMENT ❤]


4.Bareng Aksa


Terdengar ketukan dari luar kamar Amara. ia mengenal ketukan itu, ketukan itu adalah ketukan yang membangunkannya setiap pagi.


"Masuk aja Bun!" teriak Amara tak bergerak sama sekali dari posisinya.


"Nak itu dibawah ada temen kamu".


"Siapa bun? malam- malam juga."tanya Amara dengan kerutan di dahinya. "Suruh pulang aja bun!" lanjutnya.


"Bener nih suruh pulang, nanti nyesel" ucap Bunda Zizi menggoda Amara.


"Siapa sih Bun?" tanya Amara sekali lagi.


"Laksana Haidar".


Detik selanjutnya tubuh Amara menegang.


"Udah sana samperin nanti keburu pulang".


                            ***


"Kak Aksa?" pangil Amara dengan senyumannya.


Aksa mulai membuka suaranya saat Amara sudah duduk di sampingnya.


"Denger- denger ada pasar malam di deket taman sini, mau kesana nggak?" ajak Aksa pada Amara


"Mau banget!!" seru Amara. Terdengar nada Antusias yang tersirat di sana, dan Aksa dapat menangkapnya.


                            ***


"Rame ya kak"


"Ya iyalah kalau sepi itu mah Kuburan" kesal Aksa.


"Kak, aku mau itu..!!" ucap Amara pada penjual boneka.


"Kamu mau beli itu?" tanya Aksa memastikan.


"Iya ayok!" ucap Amara menggandeng tangan Aksa.


Aksa membelikan Amara boneka singa berwarna pink, karna menurut Aksa Amaralah singa Betina miliknya.


Drttt...drttt


Suara notifikasi ponsel milik Aksa berbunyi, Aksa pun melihatnya dan membuka aplikasi line nya.


Debby:


P


P

__ADS_1


Woy, cepetan kesini! Ada kabar dari si Ay.


Amara merasa di diamkan Aksa pun tak tinggal diam.


"Aksa pulang yuk!" ajak Amara


"Ehh...nanti dulu ya Ra! Aku ada urusan dadakan, kamu tunggu sini dulu. Jangan kemana-mana! Ntar aku kesini lagi." pesan Aksa kepada Amara.


Amara hanya mengangguk mengiyakan ucapan laki-laki itu, jujur Amara merasa ada yang ganjal dengan sifat Aksa yang tiba-tiba berubah.


                         


****


Sepertinya malam ini langit mengetahui isi hati Amara, buktinya sekarang langit menumpahkan air matanya secara tidak tanggung-tanggung. Deras sekali!


Sudah hampir 1 jam Amara menunggu Aksa, tetapi belum juga ada tanda-tanda lelaki itu datang kembali.


Amara bingung sekali, ponsel milik Aksa juga tidak dapat di hubungi. Amara putuskan untuk pulang walaupun hujan masih belum reda.


Hembusan Angin, menambah suhu dingin daerah perumahan sekitar rumahnya. Amara menjelajah jalanan dengan Perasaan kecewa terhadap kekasihnya yang sudah meninggalkan dirinya sendiriaan tanpa adanya satu alasan, ingin rasanya ia menangis sekencang-kencangnya mencurahkan kekecewaannya saat ini juga.


Sesampainya didalam rumahnya, Amara langsung diserbu beberapa pertanyaan dari bundanya.


"Ara, kamu kenapa nak?"


"Ara capek bun, Ara pamit ke kamar!" ucap Amara langsung menuju kekamarnya.


Gadis itu melemparkan tasnya ke sembarang arah. Lalu ia duduk di sofa samping tempat tidurnya.


Amara sangat kecewa dengan Aksa, Amara butuh penjelasan tentang kejadian ini, Apakah urusan itu lebih penting dari Amara yang berstatus pacar Aksa?


"Nis, si Amara mana?" tanya Manda penasaran, pasalnya manusia yang satu itu tak terlihat batang hidungnya.


"Gue nggak tau lah"


"Ya kalo gue tau gue nggak bakal tanya ke lo Anisa!" ujar Manda.


"Gue tanya dulu, nggak usah sewot deh!" ucap Nisa


Lalu bergegas menghubungi ponsel Amara.


"Halo" terdengar suara Amara dari arah ponsel Anisa.


"Lo dimana Ra? 5 menit lagi bel bunyi loh!" ujar Nisa.


"Gue sakit, izinin ya Nis" ucap Amara dengan suara paraunya.


"Sakit apaan Ra?" kali ini bukan Nisa yang bertanya melainkan Amanda.


"Sakit hati, Ambyar hati gue" canda Amara.


"Gue serius elah" ujar Manda kesal dengan Amara.


"Meriang.Merindukan kasih sayang" oceh Amara.


"BODO AMAT DEH RA!!"  kesal Manda.


                            ***

__ADS_1


"Tumben Trio singa, cuman dua personilnya!" ucap Andra dengan cengiran tanpa salahnya.


"Amara mana Man, kok nggak bareng sama lo pada?" tanya Debby kepada Amanda.


"Amara sakit kak" jawab Amanda.


"What! Ibu negara sakit?" tanya Andra heboh.


"Amara juga manusia kali Ndra!" ucap Debby.


"Ouh kirain!" celetuk Andra yang mendapat pelototan dari Aksa.


"Ara sakit apa Nda?" tanya Aksa.


"Eitsss singa jantannya khawatir nih" ucap Andra yang langsung dapat tatapan tajam dari Aksa.


"Emang lo nggak tahu? Lo itu pacarnya! Seharusnya lo udah tahu dari awal Sa" kali ini Anisa yang bertanya. Namun dengan nada sinisnya, memang Anisa sangat melarang Amara berhubungan dengan Aksa.


"Katanya Demam sih kak"jawab Manda, jujur Amanda mencium bau-bau permusuhan antara Aksa dengan Anisa.


"Mampus" batin Aksa berbicara.


Aksa merasa itu salah dirinya, dia meninggalkan Amara begitu saja tanpa menjemputnya lagi disaat hujan masih deras- derasnya. Aksa yakin pastinya gadis itu pulang menerobos derasnya hujan. Dia merasa bersalah atas tindakannya tadi malam, yang lebih memilih mengurusi masalalunya di bandingkan mengantarkan gadisnya pulang.


                              ***


Aksa berhenti di depan rumah Amara. Ia menekan bel rumah itu. Tak lama keluar wanita paruh baya, iya dia Bunda Zizi. Ibunda Amara.


Aksa menyalami punggung tangan Bunda zizi. "Assalamu- alaikum tante, Amaranya ada?" tanya Aksa.


"Ayo masuk dulu nak Aksa" ajak ibunda Amara. "Aranya ada lagi istirahat, kemarin dia pulang hujan-hujanan jadi kayak gini deh"  jujur ibunda Amara.


"Maaf Tan ini gara-gara Aksa" sesal Aksa.


"Nggak papa kok nak, langsung kekamar Amara aja ya. Tapi pintunya jangan di tutup!" pesan Bunda Zizi.


"Iya Tan," Aksa melangkahkan kakinya ke kamar Amara. Ia membuka pintu kamar dengan hati hati agar tidak membangunkan si empunya yang sedang tertidur.


Aksa Semakin merasa bersalah melihat gadisnya yang tertidur dengan kain kompres di dahinya.


Aksa duduk di samping ranjang Amara. ia mengelus puncak kepala Amara dengan hati hati.


Amara merasa tidurnya terganggu dengan adanya sesuatu yang menyentuh puncak kepalanya. Saat dia membuka mata ia melihat Aksa sedang menggengam tanganya dan menatapnya dengan khawatir.


"Kak Aksa lo ngapain disini?" ujar Amara. Aksa sempat kaget saat Amara memanggilnya dengan lo, itu tandanya Amara benar-benar marah kepadanya.


"Maafin aku, udah ninggalin kamu kemarin malam" ucap Aksa. "Aku nyesel Ra, pliss aku mohon beri aku kesempatan buat jelasin semuanya Ra," lanjutnya.


Amara menepis tangan Aksa dari tanganya. "Gue udah tau kok, pasti urusan itu lebih penting di banding Gue."


"Bukan git..."


"Bukan gitu gimana? terus sekarang lo mau apa?" potong Amara yang menatap sinis kearah laki-laki itu.


"Izinin aku buat jelasin semuanya Ra!"


"Lebih baik sekarang lo balik, gue ngantuk pingin tidur!" ujar Amara yang sudah menutup matanya dengan posisi membelakangi Aksa


"Jangan gini, aku tau kamu kecewa. Aku juga kecewa sama diri aku Ra, yang hanya bisa nyakitin kamu!" ucap Aksa dengan sangat halus. "Aku pamit" pamitnya.

__ADS_1


Jujur Amara cuman pura- pura tidur, buktinya air matanya jatuh saat mendengar kata-kata singkat dari Aksa.


__ADS_2