MENEPI

MENEPI
7. PEMBAWA


__ADS_3

Keesokan hari nya Geo terbangun. Pukul 8 dan ia terlambat. Geo beranjak dari tempat tidur. Ia menatap wajah nya di cermin. Wajah nya bakan masih babak belur. Ia meringis. Geo lalu membersihkan diri.


Terdengar ketukan pintu. Geo berjalan dan membuka pintu apartemen nya. Pria berbadan besar dengan wanita di lengan nya menyapa nya. Geo mempersilahkan laki laki itu untuk masuk.


"Siapa ya?"


Pria berbadan besar itu menunjukan foto Angga dan Geo mengangguk dua kali. Mengerti. Ternyata laki laki itu adalah pembawa nya.


"Geo." Geo mengulurkan tangan nya.


"Maxime."


"Kita berangkat sekarang?" tanya Geo. Maxime mengangguk.


Geo menatap mobil di depan nya ini. Sangat sangat keren.vGeo langsung masuk. Maxime membawa nya ke tempat yang lumayan jauh dari apartemen Geo. Geo terus menyibukkan diri dengan memperkenalkan diri. Sepuluh menit berlalu mereka sampai di gedung bekas tak terpakai. Bau cat dan minyak menyengat di hidung dan drum bekas berserakan. Ia terus masuk ke dalam.


Geo bingung mengapa ia di bawa ke sini namun Geo tetap mengikuti Maxime. Pintu reyot ber warna merah menyapa mereka berdua. Maxime ber dehem.


"Rusa jantan!" ucap nya lantang dan pintu reyot itu terbuka. Geo membulatkan mata nya. Beberapa orang menyambut nya.

__ADS_1


Maxime masuk lebih dahulu.


Samar samar Ia mendengar suara dentuman. Lebih ke dalam lagi suara itu semakin besar. Hingga terdapat sebuah pintu bertuliskan hard first. Maxime membuka pintu itu dengan kode rusa jantan dan pintu itu terbuka. Geo menatap sekeliling dan takjub.


Apakah Ia salah tempat?


Seseorang menepuk pundak Geo dari belakang. Itu Angga. Ia tersenyum.


"Max thanks!" Angga bertos high five dengan Maxime lalu Maxime pergi. "Ikut Gue," Angga ber jalan lebih dulu. Geo mengekor. Geo masih bingung dan penasaran tempat apa ini. Angga mengantar Geo untuk mengelilingi tempat ini.


Di dalam gedung tua ter dapat banyak ring. Seperti arena tinju lebih tepat nya. Namun mengapa tempat nya sangat tidak elite? Pasal nya banyak juga pria yang ber badan besar dan ber otot yang sedang ber adu fisik di atas ring. Banyak juga yang ber istirahat. Atau sekedar menonton teman nya ber tanding.


Angga dan Geo duduk di salah satu kursi panjang. Geo masih mem perhatikan sekeliling dengan takjub. Siapa pun pasti tidak mengira bila gedung yang tak ter pakai itu dalam nya ternyata sangat luar biasa.


"Gimana tempat ini bagus nggak?" tanya Angga.


"Gak nyangka. Dari luar udah kaya gedung yang udah gak ke pakek berapa abad tapi dalem nya.." Geo geleng geleng kepala. Angga terkekeh. Lalu tak lama seorang pria bertato memberikan minuman kepada Geo dan Angga.


"Minum dulu."

__ADS_1


"Oh iya." Angga berbisik. "di sini juga ada vodka dan wiski loh." Angga terkikik.


"Beneran?" Angga tersenyum. Geo mengangguk lalu meminum minuman yang ada di depan nya.


"Ini tempat gue yang bikin."


Geo menyembur minuman nya.


"Hah?!"


Angga tertawa. Ia melanjutkan kalimat nya. "Gue udah bangun tempat ini 1 tahun yang lalu."


"Kenapa lo bikin arena tinju disini bang? Serius gue gak nyangka ada tempat tinju yang gede banget di sini."


...****************...


TO BE CONTINUE


tunggu part selanjutnya saat author tidak sibuk ya

__ADS_1


__ADS_2