Mengapa Suamiku Berbeda?

Mengapa Suamiku Berbeda?
1. Teka teki Setelah Pertunangan


__ADS_3

Salwa Farhadiba, seorang gadis berusia 27 tahun. Salwa sehari harinya mengelola warung sembako kecil kecilan di rumah. Sedangkan ibu dan ayah Salwa adalah petani kopi. Salwa adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, ia memiliki kakak perempuan yang sudah menikah dan memiliki adik laki laki yang masih duduk di kelas 6 SD.


Salwa telah bertunangan dengan seorang pria. Tunangannya bernama Irwan Affandi, seorang pria yang berusia 28 tahun, hanya selisih umur satu tahun dengan Salwa. Irwan adalah seorang pria dari keluarga biasa, ia pernah bekerja menjadi security disebuah bank swasta di perantauan, namun karena pandemi covid 19 ia terpaksa pulang kampung. Saat ini ia bekerja di sebuah kebun karet. Ibunya sehari hari berjualan sayuran dipasar, sedangkan ayahnya sudah lama bercerai dengan ibunya, sejak ia masih duduk dibangku SMP, kemudian sang ayah telah menikah lagi.

__ADS_1


Salwa dan Irwan saling mengenal karena teman Salwa yang kebetulan juga kenalan Irwan mencomblangkan mereka. Tak disangka baru saling mengenal selama satu bulan namun Irwan langsung melamar Salwa. padahal mereka hanya bertemu satu kali, dan saling mengenal serta berkomunikasi hanya melalui ponsel. Salwa merasa sangat bahagia karena ia dilamar seorang pria di saat yang tepat. Saat ia hampir menyerah untuk menikah diusianya yang sudah sangat matang 27 tahun, bahkan persis sebelum ia dilamar Irwan ia selalu gagal menuju ke jenjang yang lebih serius. Padahal sudah beberapa pria dikenalkan kepadanya, namun entah kenapa selalu ada hal yang menghalangi. Saat Salwa sudah merasa cocok namun si pria tiba tiba menjauh, atau sebaliknya saat si pria sudah merasa cocok, malah justru Salwa yang menjauh. Sampai sampai beberapa orang mengatakan kalau Salwa diguna guna oleh mantannya karena mungkin pernah sakit hati terhadap Salwa, sehingga Salwa diguna guna agar tidak bisa menikah. Dan entah kenapa Salwa pun jadi tersugesti dengan ucapan itu.Mungkin karena sudah seputus asa itu Salwa untuk mendapatkan jodoh, ia benar benar sudah dikejar usia dan juga orang orang sekitar yang mendesaknya untuk segera menikah. apalagi hidup didesa dengan usia sematang itu sudah pasti menjadi gunjingan orang orang sekampung dan di cap perawan tua.


Belum lagi teman teman dan kerabatnya serta para tetangga yang juga selalu mendesaknya untuk segera menikah. Jadi begitu Irwan melamar Salwa, Salwa langsung saja menerimanya. Bagaimana salwa tidak luluh begitu saja karena berhubungan dengan seorang pria tentu saja keseriusan adalah hal yang paling diharapkan. Apalagi setelah kegagalan berkali kali yang dialami Salwa. Salwa merasa Irwan sangat gentleman karena langsung datang kerumah membawa keluarganya untuk melamarnya. Salwa sama sekali tak memikirkan bagaimana kedepannya, pernikahan bukanlah hal kecil, mau menikah dengan Irwan berarti harus siap menjadi pendampingnya selamanya. Sedangkan Irwan adalah pria asing yang baru saja dikenalnya, Salwa tidak tau keseharian Irwan serta watak dan sifatnya seperti apa. Apalagi rumah Salwa dan Irwan berjarak cukup jauh, harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Jadi Salwa pun tak bisa bertanya kepada kerabat dekatnya maupun tetangganya tentang sifat dan keseharian Irwan, belum lagi Salwa tidak tahu seperti apa keluarga Irwan. Salwa hanya pernah bertemu satu kali dengan keluarga irwan,jadi ia juga tak tahu sifat dan watak keluarganya seperti apa. Namun Salwa selalu berfikir positif.

__ADS_1


Salwa bahkan merasa sedikit ada kecocokan dengan Irwan karena merasa senasib, usia sudah sangat matang dan memang apalagi yang mau dicapai dalam hubungan mereka jika bukan pernikahan. Selain itu mereka dulu nya sama sama anak perantauan mengadu nasib diibukota. Ya, Salwa juga pernah merantau cukup lama sebelum pulang kampung karena dilanda pandemi covid 19. Dan setelah menikah mereka berencana untuk hidup mandiri berdua di perantauan. Irwan berencana akan bekerja lagi sebagai security sedangkan Salwa yang memang suka berwirausaha berniat untuk membuka usaha kecil kecilan di perantauan. Jadi itulah mengapa Salwa tak ragu untuk menerima lamaran Irwan karena sudah merasa cocok dan memiliki rencana setelah menikah dengan Irwan. Bahkan Irwan sejak pertama kali mengajak Salwa berkenalan Salwa langsung tertarik dengan cara irwan melakukan pendekatan. Kalau biasanya pria pria yang pernah melakukan pendekatan padanya hanya melalui chat disebuah aplikasi,tapi tidak dengan Irwan. Pria itu langsung menelfonnya. Dan berbicara gamblang apa adanya. Bahkan Irwan bercerita bahwa ia pernah bekerja sebagai tukang antar galon, pernah berjualan gorengan, pernah jualan kopi dan minuman berkeliling, bekerja di pabrik, dan bahkan pernah bekerja di sebuah rumah makan. Sehingga Salwa berfikir bahwa Irwan pekerja keras, mau belerja apa saja asal halal dan tidak jaim walaupun harus berjualan gorengan. Salwa merasa itu sudah cukup menjadi kriteria suami idaman, tak perlu muluk muluk kaya raya ataupun berprndidikan tinggi, karena Salwa memang sejak dulu tidak memandang laki laki dari segi materi. Selain itu Salwa selalu mawas diri bahwa ia pun hanya lulusan SMA dan berasal dari keluarga biasa, jadi untuk apa mencari pria yang super segala galanya seperti di dunia novel.


Namun, realita memang tak seindah ekspektasi. Beberapa hari setelah bertunangan Salwa merasa kan banyak keanehan pada diri Irwan. Saat sebelum tunangan Irwan sering memberi perhatian kepada Salwa, walau hanya sekedar mengingatkan makan, atau menanyakan aktifitas keseharian Salwa. Kadang juga mereka saling bercerita tentang masa lalu mereka, atau sekedar berbasa basi. Tapi setelah resmi bertunangan mengapa malah Irwan berubah. Ia jarang sekali mengirim pesan, bahkan menelfon pun bisa dihitung dengan jari. Padahal Salwa sangat berharap setelah bertunangan mereka bisa jadi semakin leluasa saling mengenal, banyak juga hal yang ingin Salwa bahas dengan Irwan soal persiapan pernikahan,tentunya resepsi,berkas berkas untuk mengurus surat nikah dan yang lainnya. Namun Irwan berubah menjadi agak dingin dan cuek. Bahkan Salwa hanya sekedar ingin bertemu pun tidak bisa,karena Irwan enggan menemuinya dengan dalih tidak memiliki kendaraan untuk menemui Salwa.

__ADS_1


Hello,ini tahun berapa ya,memang tidak ada kendaraan umum begitu zaman sekarang? apalagi zaman sekarang anak muda yang sudah berpenghasilan seperti Irwan sudah pasti memiliki setidaknya sepeda motor. Atau kalaupun memang tidak memiliki sepeda motor memangnya tidak bisa naik bus? tapi irwan bilang sakit kepala kalau mau naik bus ataupun jenis mobil lainnya. Oh my God alasan macam apa itu??? Salwa sungguh tak habis fikir. Padahal biasanya seorang cowok langsung semangat 45 kalau mau bertemu pujaan hati. Bahkan tanpa diminta dia akan datang menemui wanita nya. Apalagi jika posisi mereka sudah bertunangan. tapi, Mengapa Irwan berbeda? sungguh teka teki yang sulit dimengerti.


__ADS_2