
Salwa pun menceritakan segala keluh kesahnya kepada calon ibu mertuanya, ia pun juga meminta tolong kepada calon ibu mertuanya untuk bicara kepada Irwan betapa pentingnya berkas berkas untuk mendaftarkan pernikahan ke KUA, agar Irwan segera mengurus semuanya. Namun, tak disangka Irwan malah emosi dan mengancam akan mendatangi rumah Salwa karena ia merasa Salwa sudah kurang ajar karena meminta ibu nya Irwan untuk menasihati anaknya agar segera mengurus berkas berkasnya. Padahal niat Salwa hanya ingin semua berkas nya segera selesai agar ia bisa mengurus persiapan lainnya karena waktu pernikahan tidaklah lama lagi. Namun tak disangka Irwan malah emosi dan berkata "pokoknya saya mau ketemu sama bapak kamu, saya mau suruh bapak kamu buat mendidik kamu dengan benar, bisa bisanya anak perempuannya kurang ajar nyuruh nyuruh calon ibu mertuanya buat nasihatin saya".
__ADS_1
"Ok mas kalau mas nggak terima mending mas datang kesini, saya mau pertunangan kita dibatalkan saja. Daripada kita seperti ini terus, masak kita selalu aja berantem mas dari awal kita tunangan. Dan saya benar benar heran kenapa kemarin kemarin setiap ada masalah mas susah banget disuruh kesini,selalu alasan ini dan itu, padahal kalau ada masalah lebih baik kita bicarakan secara langsung, tau sendiri kan kalau cuma ngobrol via telefon kita malah makin salah faham. Giliran sekarang mas emosi pengen ngelabrak saya sama bapak saya mas langsung gercep mau kesini. Seolah olah mas tuh udah nunggu ada masalah sebesar ini gitu kan mas? Ok mas silahkan saya tunggu kedatangan mas sekaligus pembatalan pertunangan kita!!!". Kata Salwa dengan emosi yang memuncak. Sungguh lelah hati dan fikiran Salwa, sudah pontang panting mengurus persiapan pernikahan, ditambah lagi Irwan yang tidak kooperatif sejak awal dan sekarang saat persiapan hanya tinggal sedikit lagi ia harus menelan pil pahit pertunangannya terancam batal. Tubuh Salwa pun merosot dengan air mata yang menganak sungai, tatapan matanya kosong dan hanya terdengar tangisnya yang sesenggukan. Ia sudah pasrah kalaupun pertunangannya benar benar batal. Karena Salwa pun berfikir banyak sekali keanehan pada diri Irwan yang tidak bisa ia mengerti.
__ADS_1
Beberapa hari setelahnya Irwan benar benar datang ke rumah Salwa dengan seorang pria yang usianya beberapa tahun lebih tua darinya. Salwa fikir Irwan datang untuk meluapkan segala emosinya, dan membatalkan pertunangannya, namun siapa sangka Irwan malah datang membawa berkas berkas lengkap beserta surat pengantarnya. Irwan pun meminta maaf kepada Salwa dan kedua orang tuanya perihal segala masalah yang terjadi. Irwan juga menjelaskan bahwa ia mengurus segala sesuatunya sendiri jadi ia sampai terlambat mengurus berkas berkas pernikahan. Hal ini tentu saja membuat Salwa kebingungan. Ia pun bertanya tanya mengapa Irwan tiba tiba malah datang dan meminta maaf serta membawa seluruh berkas pernikahan, padahal jelas jelas beberapa hari yang lalu Irwan seemosional itu pada Salwa. Salwa merasa curiga dan ada kejanggalan. Namun Salwa pada akhirnya tetap melanjutkan pertunangan itu karena desakan ke dua orangtuanya, mereka tidak mau menanggung malu jika sampai pertunangan batal apalagi tanggal pernikahan hanya tinggal beberapa hari lagi. Salwa pun berfikir positif, mungkin saja Irwan berniat memberi kejutan kepada Salwa dengan membawa seluruh berkas miliknya dan datang dengan sukarela meminta maaf dan meminta agar pertunangan tetap dilanjutkan.
__ADS_1