Mengapa Suamiku Berbeda?

Mengapa Suamiku Berbeda?
5.Malam pertama atau petaka?


__ADS_3

Salwa masih berguling-guling diatas kasur saat malam semakin beranjak. Tak lama setelahnya,Irwan masuk ke dalam kamar Salwa.


"Kok kamu belum tidur sal?" tanya Irwan.


"Belum mas,aku belum bisa tidur"jawab Salwa.


Setelah itu,Salwa dan Irwan pun mengobrol ringan. Namun setelahnya Salwa sedikit terkejut karena Irwan berkata "Sal,kita tunda aja ya malam pertama kita. Nggak etis aja gitu kalau malam ini kita langsung malam pertama, sedangkan dirumah ini kan masih ramai orang,aku malu sal kalau nanti ada suara-suara aneh gara-gara kita bercinta".

__ADS_1


kontan saja Salwa membelalakkan matanya. Ia sangat terkejut karena seolah-olah Irwan menolak Salwa mentah-mentah,padahal Salwa tidak pernah mengajak Irwan bercinta.


"Aku juga mau tidur kok mas, capek tau tadi seharian dipelaminan nyalamin tamu, belum lagi kan aku tadi pake aksesoris kepala yang lumayan berat jadi kepala aku sakit. Mas ngomong gitu seolah-olah aku ngajak mas bercinta,padahal kan nggak. Udah ah mas aku mau tidur."Jawab Salwa ketus sambil menarik selimut sampai sebatas leher dan langsung tidur membelakangi Irwan.


Tak lama setelahnya, Salwa mendengar dengkuran halus. Kemudian Salwa pun mengangkat kepalanya mendekat ke arah Irwan. Salwa pun berucap lirih "bisa-bisanya ya aku ditinggal tidur beneran dimalam pertama. Terus ini mas Irwan kok malah beneran tidur disaat kayak gini? wah..nggak bisa berkata-kata kalau kayak gini. Nasibku kok gini amat ya,katanya orang-orang malam pertama itu indah, tapi ini kok malah ditinggal tidur gini sih".


Setelah itu,Salwa tidak bisa tidur sama sekali hingga subuh menjelang. Ia sudah berkali-kali mencoba tidur tapi tetap tidak bisa.

__ADS_1


Tiga hari kemudian Salwa dan Irwan diboyong ke rumah orang tua Irwan. Sepanjang perjalanan Irwan dan Salwa bagai orang asing yang tak saling mengenal. Para tetangga yang duduk tepat dibelakang Irwan dan Salwa pun berbisik-bisik.


"Kok ini mantennya sama sekali nggak ngobrol ya, padahal kan masih pengantin baru,masih anget-angetnya. Harusnya kan becanda-becanda gitu, atau minimal ngobrol ya. Apa mereka berantem ya mbk? kata Sari salah satu tetangga Salwa.


"Iya juga ya, kok aneh banget dari tadi nggak ngobrol sama sekali. Mukanya juga pada ditekuk gitu. Tapi ya udahlah kita jangan suudzan dulu mbak, mungkin ada pertengkaran kecil wajar kan namanya suami istri."Jawab Asih menimpali.


Setelah menempuh perjalanan kira-kira dua jam lamanya,rombongan pengantin pun tiba di tempat tujuan.

__ADS_1


Kriik kriik kriik.. tak ada sambutan sama sekali di kediaman rumah Irwan. Ada beberapa tetangga yang berdiri didepan rumah Irwan,namun mereka hanya diam saja dan tak menyambut maupun menyalami dan mempersilahkan rombongan pengantin untuk masuk. Tak lama setelahnya keluarlah seorang pria paruh baya berpakaian batik dengan peci di kepalanya."Monggo monggo silahkan langsung masuk kerumah. Mohon maaf karena tidak bisa menyalami rombongan pengantin semua karena sekarang masih keadaan pandemi covid 19."Kata pria paruh baya tersebut yang sepertinya adalah juru bicara dari pihak keluarga Irwan.


'Oh..jadi karena karena pandemi covid 19 jadi kami tidak disambut dengan layak,sungguh alasan yang sangat luar biasa. Tega nya keluarga kamu mas Irwan memperlakukan keluarga dan rombongan pengantar seperti virus yang berbahaya'.Salwa berkata dalam hati.


__ADS_2