
Guyuran air hujan masih terus membasahi bumi di pagi itu kala seorang MUA tengah tergesa gesa menuju kediaman Salwa. Ya, hari yang ditentukan pun telah tiba. Hari dimana Salwa akan menyandang status sebagai seorang istri.
Salwa tampil cantik dengan balutan kebaya modern berwarna putih dengan bagian belakang kebaya yang menjuntai panjang, serta aksesoris adat sunda dikepala dan make up flawless yang membuat penampilannya semakin anggun.
"Duh, gimana ini ya mbak kok calonku masih belum datang juga" kata Salwa sambil sibuk mendial nomor ponsel Irwan. Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang, namun rombongan calon mempelai pria tak kunjung tiba. Sementara semua orang termasuk penghulu sudah menunggu sejak pagi. Suasana sungguh benar benar kacau. Orang orangpun mulai berbisik bisik dan berspekulasi yang tidak tidak. Salwa pun mondar mandir kebingungan. Ia pun mulai teringat dengan keanehan keanehan yang selama ini Irwan tunjukkan, Salwa takut jika Irwan kabur di hari pernikahannya atau melakukan hal buruk lainnya.
__ADS_1
Hingga akhirnya setelah jam menunjukkan pukul 12.15 rombongan mempelai pria pun datang. Semua orang pun merasa lega, terlebih Salwa dan keluarganya. Apalagi Salwa yang memang sudah berdandan sejak subuh. Ia pun mengucap syukur didalam hati.
Perwakilan dari pihak calon mempelai priapun meminta maaf dan menjelaskan perihal keterlambatan mereka dikarenakan turun hujan deras sejak pagi dan salah satu mobil rombongan pengantar calon mempelai pria sempat mengalami kecelakaan saat di perjalanan,sehingga mereka datang sangat terlambat.
jantung Salwa berdebar debar. Ia tengah memikirkan perkataan teman temannya yang sudah menikah tentang malam pertama. Walaupun Salwa masih polos belum pernah melakukan hal hal yang diluar batas, namun tetap saja otaknya traveling. Salwa adalah wanita dewasa, umurnyapun sudah 27 tahun. Jadi dengan usia yang begitu matang setidaknya ia sudah mengerti tentang malam pertama yang sering diceritakan oleh teman temannya. Dan karena ia saat ini telah berganti status menjadi seorang istri,maka sudah menjadi kewajibannya untuk melayani suami.
__ADS_1
Waktu menujukkan pukul 23.05,saat rumah Salwa sudah mulai sepi. Satu persatu anggota keluarga Salwa pun mulai beristirahat. Ada yang tidur dikamar tamu,ada juga yang tidur di depan ruang tamu dan ruang keluarga karena dikediaman Salwa hanya ada 3 kamar. Sementara itu, Salwa usai membersihkan sisa riasan dan wajahnya, serta membasuh muka dan menggosok gigi. Ia pun mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang nyaman, lalu merebahkan dirinya diatas kasur. Sungguh terasa nyaman bisa merasakan sentuhan bantal dan kasur setelah seharian menjadi ratu dihari pernikahannya. Sementara itu Irwan sudah berpamitan sejak tadi kepada Salwa untuk menemani teman teman lajangnya mengobrol di tenda depan rumah. Kebetulan tenda untuk acara resepsi memang masih belum dibongkar karena memang telah disewa hingga esok pagi.
Salwa tak bisa memejamkan matanya. Entah kenapa fikirannya terasa tidak karuan. Salwa belum pernah tidur dengan seorang pria sebelumya, jadi ia merasa risih karena mulai malam ini ia akan tidur seranjang dengan orang yang baginya adalah pria asing karena memang ia belum terlalu mengenal sosok suaminya. Bahkan memang selama ini mereka jarang mengobrol secara gamblang. Bagi Salwa Irwan adalah sosok yang misterius, irit bicara dan sulit ditebak, serta cenderung menutup diri dari Salwa.
"Ini udah jam 12 malam kok mas Irwan belum pulang juga ya? dan bagaimana ini nasib malam pertamaku? "Salwa bertanya tanya di dalam hati.
__ADS_1