
Salwa memeluk sang ibunda erat-erat. Ia benar-benar enggan ditinggal seorang diri dikediaman Irwan. Bahkan para tetangga Salwa yang ikut mengantar turut menggenggam tangan Salwa dan memeluk Salwa untuk memberi kekuatan kepada Salwa yang sudah menangis sejak tadi. Para tetangga Salwa merasa iba pada Salwa karena mereka juga mendengar secara langsung ketika tetangga Irwan membicarakan kejelekan keluarga Irwan. Mereka merasa kasihan kepada Salwa karena Salwa seperti masuk ke kandang macan. "Kenapa kok buru-buru banget sih nikahnya,kok ya nggak dicari tahu dulu keluarganya seperti apa watak dan sifatnya,apalagi sudah jelas-jelas baru kenal. Kasihan lo itu nanti kalau mbaknya nggak betah disini".Begitulah kira-kira satu dari beberapa kalimat yang diucapkan tetangga Irwan. Salwa pun berfikir apakah sebegitu benci nya tetangga Salwa ke keluarga Irwan,ataukah memang begitu buruknya keluarga Irwan sampai di jelek-jelekkan bahkan saat Salwa dan keluarga baru saja menginjakkan kaki di kediaman Irwan. Atau memang tetangga Irwan benar-benar kasihan kepada Salwa karena keluarga Irwan yang dikenal buruk dilingkungannya. Entahlah,Salwa sudah tak dapat berfikir jernih. Yang Salwa lakukan hanya menangis dan menangis. Bahkan saat ada banyak tamu yang datang ke kediaman Irwan untuk kondangan,Salwa menyambutnya dengan mata bengkak dan sembab. Hingga terdengar bisik-bisik dari para tamu yang datang karena kondisi Salwa.Tentu saja mereka bertanya-tanya ada apa dengan pengantin wanita? mengapa ia menangis dihari bahagianya? karena jelas terlihat itu bukan tangisan haru bahagia,namun tangisan nan pilu dan menyedihkan.
__ADS_1
Hingga tiga hari lamanya Salwa terus menangis. Bagaimana ia tidak menangis. Irwan tetap cuek dan acuh padanya,dan enggan menyentuhnya. Bahkan saat malam pertama Salwa tidur dikamar Irwan, Irwan malah mengajak teman-temannya kerumah. Mereka begadang semalaman, sambil menyalakan musik sangat kencang,dan sambil mabuk-mabukkan serta mengobrol dan tertawa sangat kencang. Salwa sampai tak dapat memejamkan mata. Padahal Salwa sedang merasa kurang enak badan. Boro-boro ia bisa beristirahat dan tidur nyenyak,sudah fikirannya melayang kemana-mana,diluar kamarpun berisik luar biasa. Belum lagi kasur yang ia tiduri sangat tidak nyaman. Kasurnya sangat keras,sehingga badannya justru terasa sakit-sakit.
__ADS_1
Dari sinilah Salwa menyadari bahwa Irwan adalah orang yang sangat berbeda. Belum lagi keluarga Irwan,mereka sangat cuek pada Salwa. Salwa benar-benar merasa hidup diantah berantah. Hanya ibu mertuanya yang masih mau mengajaknya mengobrol. Sementara kakak-kakak dan adik-adik iparnya sibuk dengan diri mereka tanpa mempedulikan Salwa. Irwan memiliki tiga kakak perempuan,dan dua adik perempuan. Dan saat ini semuanya tinggal satu atap dikediaman ibu Irwan,kecuali kakak perempuan Irwan yang pertama yang bernama Rini yang tinggal ikut suaminya saat ini. Sebenarnya ke dua kakak Irwan yang lain juga sudah menikah, kakak Irwan yang bernama santi memiliki dua orang anak. Sedangkan kakaknya yang bernama linda memiliki tiga orang anak. Mereka semua sudah tinggal terpisah bersama suami dan anak-anak mereka tentunya. Tapi entah mengapa sudah berhari-hari acara pernikahan Irwan selesai,namun mereka tak kunjung pulang juga. Sampai-sampai Salwa kesulitan karena setiap hari harus memasak super banyak untuk makan dirinya,Irwan,ibu mertua,para keponakan Irwan, dan tentunya kedua adik ipar,dan para kakak ipar tentunya. Belum lagi para keponakan Irwan masih kecil-kecil,masih aktif-aktifnya,dan selalu membuat kebisingan,dan memporakporandakan seisi rumah. Sia-sia Salwa menyapu lantai,dan berbenah rumah,karena beberapa menit kemudian rumah sudah kotor. dan berantakan lagi. Benar-benar seperti kapal pecah. Mungkin Salwa. akan sedikit merasa terbantu jika saja adik-adik iparnya mau membantu memasak,atau berbenah, namun mereka semua hanya bermalas-malasan. Mereka bahkan bangun pukul 8 pagi ketika masakan sudah siap. dihidangkan. Lalu bagaimana dengan kedua kakak iparnya? tentu saja mereka merasa seperti ratu,jadi hanya bisa menyuruh ini itu, sementara mereka hanya bersantai ria. Belum lagi kedua kakak iparnya ini ternyata tidak akur. Mereka selalu bertengkar hebat. Bahkan seluruh bahasa binatang pun keluar. Salwa sampai terkejut karena mereka sungguh gemar berkata kasar,bahkan saat mereka memarahi anak-anak mereka. Sungguh keluarga macam apa ini? fikir Salwa. Kehidupan seperti apa ini yang harus Salwa hadapi? bukankah ini lebih pantas disebut neraka dunia???
__ADS_1