
Di bab sebelumnya, saya kurang teliti. Harusnya bukan Mo Yen melainkan Mo Liu.
Saat dia sampai di dalam makam tersebut, ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Makam itu tidak seperti makam pada umumnya, itu seperti sebuah ruangan yang sangat besar seperti sebuah kediaman.
Terdapat banyak sekali gambaran-gambaran yang buram seperti akan segera menghilang.
Gambar-gambar itu menggambarkan banyak hewan, seperti burung bangau dan burung merpati. Itu tidak berwarna emas, hanya seperti warna tinta, yaitu warna hitam.
Melihat hal itu Meng Yuan pun merasakan hal yang cukup nyaman, namun itu tidak berlangsung lama karena suasananya tidak sesuai dengan tempatnya.
Dia pun lanjut berjalan melewati banyak pillar besar yang membentang ke atas langit.
Sambil melihat-lihat sekitarnya, ia tidak sengaja terpeleset dan jatuh ke lantai.
Brak!
"Ugh... Sialan." seru Meng Yuan.
Dan saat dia membelalakkan matanya, ia melihat sebuah jubaj berwarna merah bermotif lotus dan lautan. Dia benar-benar terpesona dengan jubah itu, dan segera mengambilnya lalu memakainya.
Syut~ Syut~ Syut~~
"Hehe, selesai!" ucapnya bahagia.
Saat dia memakai jubah itu, ia merasa bahagia dan gembira. Rasa senang tertanam di hatinya, dia pun lanjut berjalan menuju ke makam yang ada di hadapannya.
Di depan makam itu ada sebuah kursi seperti kursi yang sering di gunakan para kaisar.
Meng Yuan pun berjalan melewati makam itu, tapi saat dia melewati makam itu. Makam itu dengan cepat menariknya ke dalam dan membuat Meng Yuan berteriak ketakutan.
...-Di dalam makam iblis abadi yang asli-...
"Ahh!!" teriaknya ketakutan.
Thump!
Saat Meng Yuan membuka matanya dia terkejut dengan apa yang di lihatnya, ia melihat 2 orang dengan pakaian yang berbeda sedang menatapnya. Hal itu membuat Meng Yuan tambah gemetaran, karena dia merasakan sebuah tekanan yang sangat kuat dari kedua orang yang ada di hadapannya itu.
Salah satu dari mereka berdua yang berpakaian merah darah dengan syal berwarna putih bertanya kepada Meng Yuan.
"Nak, bagaimana bisa kau masuk kesini?"
Ia pun menjawabnya dengan mulut yang gemetaran.
"Sa-saya tidak tahu, saya ha-hanya masuk kesini secara tiba-tiba."
__ADS_1
Jawabannya pun membuat pria itu terkejut, pria itu lalu menyuruh Meng Yuan tenang dan menyuruhnya untuk menceritakannya secara perlahan.
Setelah menjelaskan bagaimana ia masuk dan menjelajah di dalam gerbang sendirian, pria itu kembali menjadi terkejut dan tertawa.
"Hahahaha! Apakah ini takdirmu? Sepertinya, kau adalah manusia yang terpilih untuk menjadi manusia terhebat dalam sejarah!" ucapnya dengan bahagia.
"E-Eh...? Apa yang Anda maksud?" dia kebingungan.
"Nak, apakah kau tidak tahu? Yang kau jelajahi bukanlah sebuah gerbang melainkan sebuah alam rahasia yang sangat luas, dan istana ini merupakan inti dari alam rahasia ini." jawab si pria dengan serius.
Saat pria itu menyebutkan inti, Meng Yuan langsung berpikir pria itu adalah sang iblis abadi itu sendiri. Dia pun bertanya kepada pria itu.
"Ap-apakah Anda sang iblis abadi...?"
Pria itu langsung tersenyum, kemudian menjawabnya.
"Benar! Akulah sang iblis abadi, Mo Yen."
Hal itu langsung membuat Meng Yuan tercengang, karena sekarang yang ada di hadapannya adalah iblis abadi, Mo Yen.
Melihat Meng Yuan tercengang gemetaran, ia lalu mencoba untuk menenangkannya agar tidak menangis atau takut terhadap dirinya.
"Ehem! Tenanglah, kau tidak perlu merasa takut terhadapku. Yang kau lihat sekarang hanyalah sisa jiwaku saja dan aku bisa menghilang kapan saja jika aku menyakiti orang lain, termasuk dirimu." ucapnya sambil tersenyum.
Meng Yuan pun perlahan kembali menjadi tenang, dia lalu mengajukan banyak pertanyaan kepada Mo Yen.
"Leluhur, kalau saya boleh tahu, siapa yang ada di samping Anda? Dan bagaimana Anda bisa dimakamkan di tempat ini? Bukankah Anda di makamkan di sekte?"
"Orang yang berada di sampingku adalah seorang Immortal yang pernah ku lawan, dia adalah Wang Shu. Kau pasti tahu, bukan?" ucap Mo Yen sambil tersenyum tipis.
"Immortal... Maksud Leluhur dia adalah Immortal yang membunuh Leluhur!?" dia gemetar.
"Itu benar... Dan untuk 2 pertanyaanmu yang lain, kau bisa melihatnya sendiri." ucapnya.
Mo Yen lalu menyentuh dahinya dengan jari telunjuknya dan cahaya pun muncul. Awan-awan mulai berkumpulan, sinar cahaya yang terang membawa sebuah ingatan.
Itu adalah Ingatan milik sang Wang Shu, immortal yang melawannya. Nampak Wang Shu yang perlahan bangkit setelah hari pemakaman Mo Yen di adakan, ia lalu berjalan pergi sambil mencoba untuk merasakan sisa-sisa energi kematian milik Mo Yen.
Setelah berjalan cukup lama Wang Shu akhirnya menemukan makam milik Mo Yen. Saat ia melihat makamnya Mo Yen, dia merasa sedih karena ia merasa bahwa Mo Yen tidak pantas untuk dimakamkan di luar.
Itu karena Mo Yen memiliki banyak dosa, dan dia harus menebus dosanya agar jiwa-jiwa yang telah dia habisi merasa tenang dan bisa pergi ke alam baka. Wang Shu pun menggali makamnya dan membawanya pergi, dia lalu pergi ke dalam sekte iblis abadi yang mana sekte itu belum berganti nama.
Saat orang-orang di sekte iblis abadi melihat Wang Shu membawa makam Mo Yen, mereka gemetar ketakutan. Mo Liu yang ikut melihatnya pun merasa tidak terima dan dengan cepat melesat ke arah Wang Shu, namun hal itu sia-sia karena pada saat itu Mo Liu hanya berada di tingkat kelahiran jiwa, jiwa pertama.
Wang Shu pun berkata. "Menyingkirlah, aku akan memakamkan ayahmu didalam alam itu agar dia bisa menembus dosa-dosanya."
Mo Liu yang mendengarnya merasa hampa, dia pun melihat sekitarnya. Tampak banyak sekali murid yang terluka, dia berpikir. 'Jika aku meneruskannya, para murid pasti akan mati olehnya. Sialan, aku hanya bisa pasrah! Maafkan aku, ayah!"
__ADS_1
Dia pun berjalan pergi meninggalkan Wang Shu dan menyuruh para murid untuk kembali ke ruangannya masing-masing.
Wang Shu pun menghela nafas dan membacakan sebuah mantra yang cukup panjang. Gerbang itu pun terbuka secara perlahan, dan dia pun masuk ke dalamnya.
Sesampainya di gerbang itu, Wang Shu menghabiskan waktu yang lama untuk mencari istana yang dibangun oleh Mo Yen.
Mungkin dia menghabiskan sekitar 10 Tahun untuk mencari istana itu. Dia tidak makan maupun minum, hanya terus mencarinya. Dia bahkan tidak peduli dengan ruangan-ruangan yang di bangun oleh Mo Yen.
Setelah sekian lama mencari istana itu, dia akhirnya menemukannya. Dia lalu berjalan masuk tanpa melihat sekitar dsn fokus dengan pandangannya. Kali ini, gambaran yang ada di dalam ruangan makam milik Mo Yen, itu terlihat jelas.
Gambaran itu merupakan gambaran dimana para immortal sedang berkumpul menjamu seseorang, Wang Shu yang melihatnya sontak menjatuhkan makam milik Mo Yen.
Dia lalu bergumam. "Kau... Kenapa kau..."
Wang Shu lalu menangis deras, sampai berhari-hari dia lewati. Dan tanpa basa-basi, Wang Shu pun pergi keluar dari istana itu.
Mencari banyak bebatuan dan membuat makamnya sendiri. Dia lalu menusuk dirinya sendiri entah apa alasannya.
Lalu mengangkat makam Mo Yen dan menaruhnya di samping makam dirinya. Dia pun masuk ke dalam makamnya dan mati dengan cara yang konyol.
Setelah menyaksikan ingatan yang diberi Mo Yen, Meng Yuan benar-benar terkejut. Lalu, Mo Yen pun membuatnya pingsan.
Wang Shu yang berada di samping Mo Yen pun bertanya.
"Kaisar... Haruskah kita membuatnya pingsan? Bukankah lebih baik mengatakan kebenarannya?"
Mo Yen pun tersenyum dan menjawabnya.
"Tidak, dia tidak perlu tahu tentang kebenarannya. Sekarang, karena kita berdua telah mati untuk waktu yang lama, mari kita turunkan takdir kita untuknya."
Wang Shu pun terkejut dengan apa yang di katakan oleh Mo Yen.
"Takdir... Apakah kita benar-benar harus mewariskan takdir kita kepadanya...? Jika kita mewariskannya, dia akan menjadi kuat... Namun jalan yang dia tempuh akan sangat berat. Dan apakah mungkin untuk mewariskan 2 takdir yang berbeda ke dalam satu tubuh?"
Mo Yen pun menggelengkan kepalanya dan tertawa, lalu menjawabnya.
"Itu mungkin, karena aku tahu dia akan mampu untuk berjalan di jalan yang berbeda. Jalan yang hanya ada di dalam Legenda...
Mungkin, jika dia mendapatkan takdir reinkarnasi, dia akan dapat berjalan di jalannya para dewa, yaitu jalan Transcendent."
Wang Shu pun tersenyum, dan mereka pun mewariskan takdir mereka berdua kepada Meng Yuan.
"Jalan Surgawi...
Jalan Abadi..."
*Wariskan!!*
__ADS_1
Woosh!!
...----...