
Waktu berlalu, Meng Yuan pun terbangun dari pingsannya. Saat dia membuka matanya, ia bukannya melihat Mo Yen melainkan melihat ruangan yang sebelumnya.
Yaitu ruangan makam milik Mo Yen dan Wang Shu, ia pun mencoba untuk mengingat" apa yang sebelumnya di katakan oleh Mo Yen.
Dan dia teringat bahwa Mo Yen menyuruhnya untuk mengambil sebuah barang di dalam peti makam milik Mo Yen.
Dia pun dengan cepat bangun berdiri setelah itu berjalan ke arah peti makam milik Mo Yen dan mengeceknya. Saat dia membuka peti makam tersebut, dia melihat sebuah pedang panjang yang besinya terdapat sebuah gambaran seperti naga.
Di pegangannya, ada sebuah tulisan yang bertuliskan “Pedang Iblis Menelan Langit” yang mana itu adalah nama dari pedang yang ia pegang.
Di samping pedang itu, terdapat 1 teknik dan sebuah jubah yang sangat indah untuk di lihat. Dia pun mengambil jubah itu dan memakainya, lalu mengambil teknik yang ada di dekat jubah itu.
Saat dia membaca nama teknik itu, kesadarannya seperti berpindah ke tempat lain.
“Ini... Dimana aku?” gumam Meng Yuan.
Saat dia membuka matanya, dia melihat ia seperti berada di sebuah ruangan yang sangat luas namun kosong. Tidak ada apa-apa selain genangan air yang ia injak.
Tidak lama setelah itu, dari langit-langit muncul sebuah energi yang membentuk sesuatu kemudian energi-energi itu mulai bermunculan di sekitar Meng Yuan.
Dan membentuk pedang, begitu juga dengan yang di atas langit. Mungkin ada ribuan pedang berenergi merah yang membentang tegak.
Ia lalu mundur secara perlahan, dengan cepat pedang-pedang itu berputar dan mengarah menuju ke Meng Yuan.
“Hei... Ini tidak sama seperti yang aku pikirkan kan'?” gumam Meng Yuan.
Dia lalu berbalik badan, dan ribuan pedang yang ada di belakangnya dengan cepat terbang menuju ke arah Meng Yuan.
Meng Yuan yang melihatnya pun langsung berlari terbirit-birit karena ketakutan akan terbunuh oleh pedang terbang.
Sialan! Sialan! Sialan! Bagaimana ini bisa terjadi!?
Dia benar-benar takut dan gemetaran, walaupun begitu pergerakan kakinya benar-benar masih normal tidak gemetaran seperti tubuhnya.
Waktu berlalu, dia telah berjalan cukup lama dan nafasnya mulai tidak stabil pikirannya juga mulai tidak konsentrasi. Dia pun berbalik badan dan mengeluarkan pedangnya, lalu berteriak.
“Majulah!!”
__ADS_1
Pergerakan pedang-pedang itu menjadi lebih cepat dan lebih cepat lagi. Dan salah satu dari ribuan pedang itu ada yang mempunyai pergerakan yang sangat cepat dari lainnya.
Swoosh!!
Ting!
Salah satu pedang itu akhirnya terhenti karena serangan yang di berikan oleh Meng Yuan. Pedang-pedang lainnya pun menjadi sama cepatnya dengan pedang yang sebelumnya di serang oleh Meng Yuan.
Waktu pun dengan cepat berlalu
Nampak seorang pak tua yang sedang terbang menuju ke arah kediaman milik Mo Liu. Dia seperti terburu-buru ingin mengatakan sesuatu.
Setelah dia sampai ke kediamannya Mo Liu, dia lalu berteriak memanggil Mo Liu.
“Pemimpin! Pemimpin!! Tolong bukakan pintunya, ada yang ingin saya sampaikan kepada Anda!! Tolong!!”
Mo Liu hanya menghiraukannya saja, dia kebingungan karena sebentar lagi Alam Rahasia untuk membangun fondasi akan terbuka.
Namun tidak ada murid yang menjanjikan sama sekali, jika ada maka mungkin murid itu akan terbunuh oleh murid dari sekte lain.
*Tsk!
Saat Mo Liu mendengar kabar bahwa Meng Yuan sudah keluar dari gerbang iblis abadi. Dia pun dengan cepat keluar dari kediamannya dan secara tiba-tiba muncul di samping pak tua itu.
“Bawa aku kesana, aku ingin melihatnya.” ucap Mo Liu sambil memegang pundak pak tua itu.
Pak tua itu adalah penatua ke 1, yang mana dia adalah penatua yang sangat di percayai oleh Mo Liu dan telah hidup selama beberapa generasi.
Penatua itu bernama Yong Wi, seorang penatua dengan basis kultivasi Kelahiran Jiwa(3 Kelahiran).
Mereka pun terbang dengan pedang mereka, dan menuju ke pintu masuk gerbang iblis abadi. Mo Liu merasa bahwa dia telah di bohongi oleh Yong Wi, tapi dia menyuruh Mo Liu untuk menunggunya.
Dia pun disuruh oleh Yong Wi untuk memeriksa energi di dalam gerbang iblis abadi.
Saat dia memeriksanya, dia benar-benar terkejut dan yakin bahwa Meng Yuan masih hidup. Tapi hal yang membuatnya terkejut adalah Mo Liu merasakan energi ayahnya, yaitu Mo Yen.
Dan dia merasakan sebuah energi yang sangat besar sampai-sampai Mo Liu hampir tertekan saat memeriksa energi itu.
__ADS_1
Tapi dia menghiraukannya saja dan hanya menunjukkan senyuman yang menggambarkan kegembiraan.
Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya gerbang iblis abadi perlahan terbuka. Sebuah tangan tiba-tiba muncul memegang pintu, dan badannya mulai terlihat.
Ya, itu adalah Meng Yuan. Semua murid, penatua, bahkan pemimpin sekte yang melihatnya sampai terkejut dengan kekuatan yang ada di dalam tubuh Meng Yuan yang tidak dapat di jelaskan.
“Eh? Kenapa semua orang ada disini?” kejut Meng Yuan.
Mo Liu lalu berjalan ke arah Meng Yuan dan membisikkan sesuatu.
“Kau, ikutlah denganku ke kediamanku. Ada yang ingin kubicarakan denganmu bersama para penatua.”
Meng Yuan yang mendengarnya pun mengusap wajahnya lalu menganggukan kepalanya setelah itu ikut bersama Mo Liu menuju ke kediamannya.
Sesampainya di kediaman Mo Liu, Meng Yuan bersama para penatua pun masuk mendiskusikan sesuatu.
“Jadi, karena kita semua telah berkumpul. Mari kita bicarakan mengenai alam rahasia yang akan dibuka.” ucap Mo Liu.
Mereka yang mendengarnya langsung terkejut, begitu juga dengan Meng Yuan.
“Aku berencana untuk membuat Meng Yuan berpartisipasi dalam membangun fondasi.” ucapnya sambil menatap Meng Yuan.
'Kenapa aku? Apakah karena ranahku telah sampai ke lapisan ketiga dari pengumpulan Qi?' pikirnya.
Salah satu penatua lalu berdiri dan bertanya kepada Mo Liu.
“Bukankah itu akan sia-sia membuatnya berpartisipasi dalam membangun fondasi di dalam alam rahasia? Bukankah lebih baik untuk memasukkan Song Ma ke alam rahasia saja?”
Mo Liu lalu menjawabnya dengan tegas.
“Di alam rahasia, tugas Song Ma hanyalah melindungi Meng Yuan untuk membangun fondasi. Jika dia mati karena melindungi Meng Yuan, itu tidak akan menjadi masalah.”
Meng Yuan yang mendengarnya lalu menyela ucapan yang diucapkan oleh Mo Liu.
"Pemimpin, apakah Anda berpikir saya tidak mampu untuk membangun fondasi saya sendiri? Apakah harus mengorbankan orang lain agar saya bisa membangun fondasi? Tidak, saya tidak perlu seseorang melindungi diri saya.
Karena saya yakin saya akan bisa membangun fondasi tanpa orang lain, saya pasti akan membuktikannya kepada Anda, dan juga semua orang yang ada di sekte ini.”
__ADS_1
Mendengar Meng Yuan mengucapkan hal itu, semuanya tercengang. Bahkan mereka menjadi diam, Meng Yuan pun langsung berjalan pergi keluar dari kediamannya.