
Di sekitar istana itu, ada banyak sekali pohon yang terawat. Pohon berdaun hijau serta orange, ada juga batu yang bentuknya seperti naga.
Batu itu mengeluarkan air, memenuhi kolam di sebelahnya.
Kolam itu mungkin saja pemandian air panas.
Di sebelah kanan kolam itu, terdapat sebuah jalan yang menuju ke sebuah kuil.
Jalan itu di kelilingi oleh rerumputan dan bebatuan yang besar. Di kuil itu juga terdapat 2 kursi batu dan 1 meja yang di atasnya terdapat papan catur. Seperti ada seseorang yang baru memainkan catur.
Meng Yuan hanya melihatnya saja, dia lalu berbalik dan lanjur berjalan pergi.
Tidak lama setelah dia berjalan, dia melihat sebuah taman yang cukup luas.
Ia sebenarnya ingin pergi ke taman itu, namun dia ragu untuk berjalan pergi ke arahnya. Itu karena hanya ada jalan dan pepohonan yang tinggi.
Tidak ada batu, tidak ada tempat untuk duduk. Bahkan tidak ada kolam ikan. Seperti taman yang tidak terurus.
Meng Yuan lalu menelan ludahnya dan lanjut berjalan.
Di sisi lain, lebih tepatnya di sekte iblis surgawi. Nampak Mo Liu yang sedang berdiskusi di kediamannya bersama para penatua.
"Pemimpin... Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Apa kita hanya harus melihat mereka membawa muridnya pergi untuk membangunan fondasi di alam rahasia?" tanya penatua dari gunung ke-3.
Mo Liu pun menghela nafas, setelah itu dia menjawab pertanyaannya. "Tidak, kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Kita akan menunggu Meng Yuan, seorang pemuda yang di bawa oleh Song Ma keluar dari gerbang iblis."
Tampak ekspresi kekhawatiran di wajah mereka, namun Mo Liu mencoba untuk menenangkan mereka.
"Tidak perlu khawatir, aku percaya pada bocah itu bahwa dia akan kembali hidup-hidup dari gerbang." ucapnya dengan rasa percaya.
"Bagaimana jika anak itu tidak keluar hidup-hidup? Bukankah kita akan..." dia mengernyit.
"Bukankah sudah kubilang untuk tidak khawatir? Kita hanya perlu menunggu apakah dia akan kembali sebagai mayat atau kembali sebagai manusia." ucap Mo Liu dengan dingin.
__ADS_1
Setelah itu suasana yang tegang perlahan memudar dan para penatua memutuskan untuk pergi. Hanya tersisa Mo Liu saja yang belum pergi.
Dia lalu melihat ke langit dengan wajah yang serius, dan bergumam. "Jangan kecewakan aku, Meng Yuan!"
Di sisi lain, lebih tepatnya di depan pintu masuk istana iblis abadi.
Terlihat Meng Yuan yang sedang menatap pintu itu. Pintu itu berpola naga yang dinaiki oleh beberapa manusia, dan juga ada gambaran-gambaran seperti gambaran para dewa yang sedang berperang.
Di atas pintu masuk itu, ada sebuah papan yang berkaligrafi.
Pintu Masuk Istana.
Hal itu membuat Meng Yuan merasa takjub, karena kaligrafi itu benar-benar sempurna.
Dia pun bergumam. "Jika saja ranahku tinggi, pasti aku akan bisa melihat hal yang begitu mendalam dari kaligrafi ini."
Sambil tersenyum, Meng Yuan pun mendorong pintu masuk itu lalu masuk ke dalamnya.
Di dalam pintu masuk itu, terdapat delapan patung yang sedang berdiri dan berpose seperti seorang penguasa. Empat patung di kanan, dan empat patung di kiri.
Patung ketiga, yang berada di kanan, mirip seperti seorang assasin yang memegang sebuah belati. Patung keempat, yang berada di kanan, mirip seperti seorang jendral perang yang memegang sebuah tombak.
Patung pertama, yang berada di kiri, mirip seperti seorang biksu yang memakai sebuah tasbih. Patung kedua, yang berada di kiri, mirip seperti seorang pembunuh yang memakai 2 bilah pedang.
Patung ketiga, yang berada di kiri, mirip seperti seorang petarung tangan kosong yang sangat hebat. Dan terakhir, patung keempat, yang berada di kiri, mirip seperti seorang pendekar yang memakai jimat.
Meng Yuan pun berjalan sambil melihat ke kanan dan kekiri, ke patung-patung itu. Dia merasa di tatap oleh sesuatu, namun dia menghiraukannya dan lanjut berjalan.
Tidak lama setelah itu, dia terdiam dan tercengang, karena dia melihat sesuatu yang cukup mengenaskan.
Terlihat sebuah mayat yang tubuhnya telah di bunuh oleh beberapa tombak yang tertancap di tubuhnya. Itu benar-benar mengerikan. Meng Yuan pun menelan ludahnya, menahan rasa takutnya kemudian berbalik badan dan pergi ke ruangan yang lain.
Dia pun mengilingi istana itu, dan sampai ke ruangan yang berbeda. Itu adalah ruangan penyimpanan.
"Ini... Ruangan penyimpanan!?" dia tercengang.
Itu karena ruangan itu sangat besar, sampai-sampai membuatnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia pun berkeliling di ruangan itu.
__ADS_1
Banyak sekali perak maupun emas yang ada situ, mungkin jika dikumpulkan akan menjadi 10-15 Kantung tas besar. Dia lalu melihat-lihat sekitar, dan menemukan sebuah buku yang cukup tebal.
Dia pun mengambilnya, namun buku itu sepertinya sudah rusak karena tidak ada namanya. Tapi kertasnya masih tebal dan tidak ada bekas terbakar maupun tergores.
Dia lalu menyimpanannya, dan lanjut berjalan. Tidak lama setelah itu, dia menemukan sesuatu yang dia cari.
Yaitu kantung penyimpanan.
Dan sepertinya kantung itu mempunyai peringkat yang lebih tinggi dari tingkat tinggi.
Dia pun mengambilnya, nampak wajah yang penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan di wajah Meng Yuan.
Setelah mengambil kantung itu, dia memutuskan untuk pergi. Sebelum dia pergi, dia mengambil batu roh yang ada di ruangan itu.
Waktu berlalu, nampak Meng Yuan yang telah sampai ke sebuah ruangan. Dimana ruangan itu sepertinya cukup baik untuk di jelajahi.
Ruangan itu sangat besar, lebih besar daripada ruangan penyimpanan.
Ruangan itu menyimpan lebih dari ratusan teknik, bahkan mungkin mencapai ribuan. Dia sebenarnya ingin memasukan banyak teknik kedalam kantung penyimpanannya, namun karena dia telah menghabiskan banyak waktu di dalam tempat itu, maka dia ingin cepat-cepat kembali.
Dia takut jika Song Ma kenapa-kenapa.
Dia lalu keluar dari ruangan itu, dan hanya mengambil beberapa teknik tubuh, lari, pedang, tombak, dan lain-lain.
Waktu dengan cepat berlalu, dan Meng Yuan akhirnya sampai ke inti dari Istana Iblis Abadi.
Tempat yang dinamakan "Makam Iblis Abadi".
Di pintu masuk tempat itu, lagi-lagi terdapat sebuah gambar. Namun gambar itu berbeda, gambar itu menggambarkan sesosok makhluk yang sangat besar yang tidak berwajah yang sepertinya sedang menghadapi puluhan kultivator.
Dan juga di gambar itu ada seorang kultivator yang memegang pedang panjang yang mengarahkan pedangnya ke arah makhluk itu. Namun karena terdapat sebuah goresan di gambaran itu, gambaran itu menjadi tidak lengkap. Dan malah menjadi gambaran yang tidak berguna.
"Aku telah menjelajahi seluruh ruangan yang ada di dalam istana ini, aku telah mendapatkan 1 tungku, beberapa teknik yang hebat, beberapa batu roh, dan bahkan aku juga mendapatkan sebuah kantung penyimpanan.
Aku benar-benar beruntung, mungkin saja di dalam makam ini akan terdapat keuntungan yang lebih besar daripada yang kudapatkan." dia bergumam dengan rasa gembira.
Dia lalu menarik napas dalam-dalam, perlahan berjalan dan membuka pintu masuk. Dia lalu masuk ke dalam makam sang iblis abadi.
__ADS_1