Menginjak Surga

Menginjak Surga
Bab 7:Niat Pedang Tersembunyi


__ADS_3

Nampak Meng Yuan yang kakinya gemetaran, serta wajahnya yang muram. Yang membuatnya terlihat seperti seseorang yang telah kehilangan kesucian.


'Uhh... Gadis itu... Sialan!' dia merinding.


...Sebelumnya......


"He-Hei! Apa yang kau lakukan!?" teriak Meng Yuan.


Gadis itu lalu mendekati Meng Yuan, dan menyentuh dagunya. Dia lalu mengatakan. "Kakak, kamu orang yang lucu, hihihi."


Setelah itu dia lanjutkan dengan "Jika kita bertemu lagi nanti, akan kupastikan kamu menjadi lelakiku."


Gadis itu pun langsung pergi ke dalam kolam.


Karena kata-kata yang dia katakan, Meng Yuan menjadi takut dan gemetaran. Dia juga merinding karena mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh gadis tersebut.


Entah sudah berapa lama dia berada di gua itu, dia belum makan dan minum. Hanya tidur, berjalan, berlari, melawan monster, dan lain-lain.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya dia menemukan monster lagi.


Meng Yuan pun dengan cepat mengeluarkan pedangnya, dia lalu mendekati monster itu perlahan dan bergumam.


"Dasar monster sialan, kenapa kau selalu sana muncul... Kau benar-benar membuatku hampir gila.


Tapi, aku harus berterima kasih kepadamu, karena aku akan bisa memakan dagingmu yang lezat itu."


Monster itu yang merasakan niat membunuh milik Meng Yuan membuat kaki serta tubuhnya gemetaran.


Seakan-akan dia melihat pemangsanya bukan mangsanya.


Woosh~~~


Woosh~~~


Terlihat Meng Yuan yang sedang membakar daging monster itu. Dia membakarnya dengan kayu yang dia ambil dalam perjalanannya menuju Istana Iblis Abadi.


Dia lalu memakan daging itu.


Chop!


Chop!


"Hmm... Daging ini cukup enak" gumamnya.


Dia lalu menarik napas dalam-dalam dan bergumam. "...Sebentar lagi, hanya sebentar lagi aku akan keluar dari tempat ini."


Setelah selesai memakan daging monster itu, dia pun tidur sejenak. Dia ingin melupakan rasa cemas di pikirannya, dia juga tidak ingin memikirkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kehancuran maupun kematian.


Waktu pun berlalu, dia lalu bangun dari tidurnya dan menguap. "Hoam~ sepertinya aku tidur dengan nyenyak."


Dia lalu mengucek matanya, setelah itu duduk dengan posisi lotus.

__ADS_1


Lalu bermeditasi sejenak untuk menenangkan pikiran agar tidak terganggu oleh sesuatu dalam perjalanan.


Saat dia mengkultivasi teknik iblis langit dan ingin menuju ke stage 1, dia benar-benar terkejut.


Karena di dalam pikirannya, ada banyak sekali tulisan-tulisan yang terbang. Tulisan-tulisan itu berwarna orange, ada juga yang berwarna merah.


Dia pun membaca beberapa kalimat itu sambil berkultivasi.


"Jalan surgawi yang agung nan bijaksana, jalan yang berkaitan dengan dao surgawi...?


Apa maksudnya ini?" dia tercengang.


Karena kata "Surgawi" adalah kata yang jarang digunakan dalam teknik-teknik umum. Meng Yuan berpikir bahwa teknik kultivasi yang ia latih adalah teknik tingkat sempurna, mungkin juga rahasia.


Setelah itu, ada 1 kalimat yang membuat dirinya kembali tercengang.


"Jalan Iblis Abadi... Jalan dimana seorang kultivator harus membunuh kultivator lain agar menjadi semakin kuat dan menjadi abadi", karena kalimat ini.


"Jalan Surgawi... Dao surgawi... Jalan Iblis Abadi... Menjadi abadi...? Apa maksudnya...?" dia berpikir keras.


Meng Yuan pun dengan cepat memberhentikan meditasinya.


Nampak wajah Meng Yuan menjadi cemas, tubuhnya gemetaran. Detak jantungnya terus berdetak, seakan-akan tidak menjadi normal.


Dia pun menarik napas dan menghelanya, lalu berdiri dan mengambil pedangnya. Setelah itu dia berlari dengan cepat, menuju Istana Iblis Abadi.


Dalam perjalanannya menuju Istana Iblis Abadi, Meng Yuan mengalami berbagai rintangan.


Melewati beberapa formasi jebakan, yang mana formasi itu belum dia kenal.


Dia berpikir, mungkin saja dia akan mati hari itu. Namun dia tidak mati-mati, saat dia menebas monster dengan pedangnya, dia merasa tubuhnya menjadi ringan.


Dia merasa seperti berada di lautan yang luas dan sedang berenang. Dia merasa seperti menari dengan pedangnya di sebuah festival tahunan.


Dia merasakan kehangatan, keagungan, kedamaian, keampunan saat dia memegang pedangnya.


"Aku mengerti...


Swoosh!!


Ini adalah niat pedang tersembunyi, yang hanya bisa di dapatkan oleh satu dari sepuluh ribu orang."


Muncul sebuah aura dari pedangnya, aura itu berwarna merah dan kuning. Dan juga di lengan kanannya, muncul sebuah aura berwarna biru dan secara perlahan, aura itu mulai menyelimuti tubuhnya.


Woosh!!!


"Ranah Pengumpulan Qi, Stage Ketiga."


...***...


Waktu pun berlalu, setelah menghabiskan banyak waktu melawan monster, dia akhirnya merasakan kedamaian.

__ADS_1


"Aku benar-benar lega, aku tidak mati, malahan mendapatkan pencerahan dan berhasil menerobos, begitu juga dengan niat pedang tersembunyi pada saat melawan monster.


Aku begitu beruntung." dia bergumam.


Nampak keagungan dan kegembiraan di wajahnya, setelah selesai menerobos.


Dia pun berkultivasi sejenak, menstabilkan aliran Qi nya di berbagai meridian, melihat dantiannya yang dipenuhi dengan Qi.


Dia pun berpikir, 'Mungkin akan ada kedamaian di dunia yang buruk ini suatu hari nanti.'


Setelah selesai menstabilkan aliran Qi nya, dia pun lanjut pergi.


Kali ini dia berjalan, ada beberapa monster yang menuju ke arahnya. Tapi dengan santainya, dia membunuh mereka semua dengan satu tebasan.


Slash!


"Ini begitu mudah, apakah aku harus menerobos ranah pembangunan fondasi disini?" ucapnya sambil menatap langit.


Tidak lama setelah itu, dia merasakan energi yang sangat kuat menuju ke arahnya. Itu benar-benar hal yang buruk baginya.


Seisi gua menjadi bergetar karena energi yang kuat itu.


Mengingat dia baru menerobos dan kekuatannya belum sepenuhnya pulih.


Meng Yuan pun dengan cepat berlari, karena sudah berhasil menerobos ke stage tiga. Dia bisa berlari menggunakan aura, yang mana itu sangat cepat.


Bahkan kecepatannya sebanding dengan kecepatan anak panah yang di selimuti aura.


Setelah berlari cukup lama, akhirnya energi yang sangat kuat itu menghilang.


Kecemasan di hati Meng Yuan pun ikut menghilang, dia merasa lega.


Dia lalu lanjut berjalan.


Waktu pun berlalu, terlihat sebuah gerbang yang tinggi. Mungkin tinggi gerbang itu sampai 4 meter.


Dan ada sebuah papan yang bertuliskan sebuah kalimat.


Istana Iblis Abadi.


Meng Yuan yang melihatnya pun gemetaran, tapi dia juga merasa kesal. Karena di hadapannya sama sekali tidak ada sebuah istana.


Hal itulah yang membuat Meng Yuan menjadi kesal, dia pun menggertakan giginya. Dan bergumam. "Dimana istananya? Apakah yang selama ini kulihat itu hanyalab halusinasi? Dasar sialan!"


Lalu dia lanjutkan. "Lebih baik aku pergi dari sini, namun aku tidak tahu bagaimana caranya kembali."


Dia pun meludahi gerbang itu.


Setelah itu dia berjalan masuk ke arah gerbang, sambil menutup matanya.


Setelah dia membuka matanya, dan berteriak seperti seorang idiot. Tiba-tiba dia melihat sebuah istana yang sangat besar.

__ADS_1


Bahkan istana itu mungkin dapat menyaingi sekte iblis surgawi.


Ya, itu adalah Istana Iblis Abadi.


__ADS_2