Menginjak Surga

Menginjak Surga
Bab 5:Perang Iblis dan Manusia


__ADS_3

Setelah Meng Yuan menerobos ke alam pengumpulan Qi lapisan kedua, dia merasa bahwa tubuhnya telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Dan juga ia dapat merasakan keberadaan dalam jarak 500 meter, indernya juga menjadi lebih tajam dan lebih baik.


"Dengan kekuatanku saat ini, mungkin aku bisa menghempaskan kultivator ranah pengumpulan Qi lapisan ketiga.


Atau mungkin kultivator pembangunan fondasi pilar pertama.' pikir Meng Yuan sambil mengepalkan tangannya.


Dia pun keluar dari perpustakaan itu, tidak lupa membawa teknik-teknik yang cocok dengannya. Dan menyelipkan teknik itu ke dalam jubahnya.


Setelah dia keluar dari perpustakaan itu, dia pun pergi ke 2 bangunan yang berada di sebelahnya.


'Mungkin jika aku pergi ke bangunan-bangunan itu, aku bisa menemukan sesuatu yang berharga.' pikir Meng Yuan. Dia merasa bersemangat.


Dia pun berjalan ke bangunan yang berada di sebelah kiri. Dan ada sebuah papan yang setengahnya hancur, papan itu hanya bertuliskan.


Ruangan.


Hal itu membuat Meng Yuan menjadi kesal. Namun dia menahannya dan mencoba untuk mencari setengah dari papan yang hancur itu.


Setelah sekian lama mencarinya, dia tidak berhasil menemukannya. Dia pun menyerah.


Dia hanya tidak ingin membuang waktunya hanya untuk mencari setengah papan tulisan.


Dia pun menghela nafas dan masuk ke dalam.


Kreek...


Saat dia membuka pintu masuknya, kali ini bukanlah obor melainkan lilin.


Dia benar-benar merasa heran. Kali ini dia tidak merasa kesal, dan hanya mengabaikannya saja.


Dia pun lanjut berjalan, sembari melihat sekelilingnya.


Sama seperti sebelumnya, kebanyakan yang ada di situ hanyalah debu. Namun ada 1 pintu yang berbeda.


Pintu itu mempunyai sebuah gambar, yang mana seperti gambar seseorang manusia menyembah dewa dengan matanya di tutupi oleh kain bergambar matahari.


Saat Meng Yuan melangkah ke depan, ke arah pintu itu.


Salah satu lilin pun padam, dan saat dia melangkah lagi, lilin yang berada di sebelahnya ikut padam.


Meng Yuan yang melihat lilin-lilin itu menjadi padam membuatnya tambah heran.


Dia pun menggelengkan kepalanya dan lanjut berjalan, mengabaikan lilin-lilin yang menjadi padam.


Saat dia sampai di depan pintu masuk ke ruangan yang tak dia ketahui, semua lilin telah padam. Ruangan menjadi gelap dan hawanya menjadi tak menyenangkan.


Meng Yuan pun membuka pintu itu.

__ADS_1


Kreek...


Saat dia membukanya, sebuah angin yang kuat tiba-tiba muncul dan hampir membuatnya terhempas. Untungnya dia sanggup menahan kekuatan dari angin itu.


Woosh—!!!


'Apa-Apaan tekanan angin ini!?' dia menggertakan gigi.


'Jika bukan karena tubuhku yang telah menjadi kuat, mungkin saja aku akan terhempas jauh dan menabrak dinding!' pikirnya.


Tidak lama setelah itu, angin itu pun berhenti, dan ada sebuah kabut asap yang tiba-tiba muncul. Kabut itu seperti sebuah awan, dia tebal dan juga pekat.


Kabut itu pun menarik Meng Yuan masuk ke dalamnya.


Dan pintu pun menjadi tertutup.


Meng Yuan lalu membuka matanya, dan melihat ke sekelilingnya.


Tampak sebuah gambaran yang mana ada sebuah naga di dalamnya dengan seorang biksu yang menaiki naga itu.


Dan juga di hadapan si biksu terdapat beberapa iblis yang terbang ke arah biksu itu.


Meng Yuan berpikir. 'Mungkin saja pada zaman kuno para biksu berperang melawan para iblis, dan mungkin saja iblis yang memenangkan pertarungannya.'


Meng Yuan pun mengedipkan matanya, dia pun melihat apa yang ada dihadapannya.


Itu adalah meja dan sebuah gulungan yang mungkin saja ada tulisan di dalam gulungan itu.


Tiba-tiba, sebuah cahaya muncul dan membuat Meng Yuan kesilauan.


Saat dia membuka matanya, dia benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Itu benar-benar gila.


Itu adalah ingatan dari seseorang yang nampaknya ingatan itu merupakan ingatan dari iblis abadi.


Yang mana dia sedang berperang melawan ribuan kultivator yang ada di dunia fana, dunia bawah, dan juga dunia tengah. Serta ada 1 Immortal yang berasal dari dunia atas.


"Mo Yen, menyerahlah, dan akan kubiarkan kau hidup!" ucap sang Immortal.


"Heh, kau hanyalah immortal biasa, memangnya kau bisa membunuhku?" ejek Mo Yen.


Karena ejekan dari Mo Yen, immortal itu menjadi marah dan menyerang Mo Yen.


"Kau... Matilah!!!" teriak sang Immortal.


"Cih, dasar pak tua menyusahkan!" ucap Mo Yen.


Pertarungan dari mereka begitu dahsyat, sampai-sampai gunung dan sungai bergetar, langit bergemuruh, serta lautan menjadi tenggelam.

__ADS_1


Karena serangan mereka berdua itu juga, beberapa gunung hancur menjadi abu dan hanya tersisa tanah.


Bumi bergetar kencang, memicu petir surgawi dan angin ****** beliung yang dahsyat. Serta membuat lautan menjadi sungai dan membuat sungai menjadi lautan.


Membuat gunung menjadi dunia kecil, membuat langit menjadi gerbang untuk pergi ke dunia tengah.


Membuat para kultivator iblis dan kultivator manusia menjadi ketakutan dan gemetaran.


Peperangan itu membuat seluruh kekaisaran, klan, dari dunia fana hancur. Membuat sekte-sekte dunia bawah dan tengah menjadi hancur dan tenggalam terbawa arus sungai dan lautan.


Perang itu dikenal sebagai "Perang Iblis dan Manusia".


Perang itu di menangkan oleh sekte iblis.


Setelah peperangan itu berakhir, seseorang dari Khayangan diutus untuk mengembalikan keadaan dunia bawah, dunia fana, dan juga dunia tengah menjadi semula.


Dan juga karena perang itulah, Mo Yen mati dan dirahasikan kematiannya. Bahkan sekte iblis surgawi sendiri saja tidak tahu tentang kematiannya.


Hanya Mo Liu, keturnannnya sendiri serta tetua-tetua dari 100 Tahun yang lalu yang tahu kebenarannya.


...***...


Setelah Meng Yuan menyaksikan ingatan itu, dia benar-benar gemetaran dan juga terkejut.


"I-Ini semua... Ingatan ini... Apakah ini ingatan yang ditinggalkan oleh ketua sekte iblis surgawi pertama, Mo Yen...?" gumamnya gemetaran.


"Kalau begitu, berarti aku adalah salah satu orang yang mengetahui kejadian ini!!" dia gembira namun takut.


Tidak lama setelah itu, Mo Yen lalu berdiri dan kembali membuka gulungan itu.


Lalu muncul sebuah tulisan yang mana tulisan itu seperti mengisyaratkan dia untuk pergi ke sebuah tempat yang ada di dalam gerbang ini.


Tempat yang bernama Istana Iblis Abadi.


"Istana Iblis Abadi...?" gumamnya.


Sebelum dia meninggalkan tempat itu, dia mengelilingi tempat itu.


Mungkin saja aku akan mendapatkan sesuatu di dalam sini. Itulah yang dia pikirkan.


Namun setelah lama mengelilingi tempat itu, dia tidak mendapatkan apapun. Dia pun menghela nafas.


Wajahnya menjadi hampa, seperti putus asa. Dia lalu keluar dari tempat itu, setelah itu pergi ke tempat yang terakhir.


Yaitu tempat yang berada di sebelah kanan dari perpustakaan iblis.


Nampak sebuah papan dari tempat itu.


Tempat itu bernama.

__ADS_1


Ruang Penyimpanan ... ... ...


...***...


__ADS_2