Menikah Dengan Babu

Menikah Dengan Babu
Pengantin Pengganti


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gaun pengantin putih yang cantik sangat pas di tubuh Serena. Serena menatap dirinya di depan cermin besar. Begitu sempurna. Andai saja ia menikahi orang yang ia sukai.


Mata Serena berkaca-kaca menahan sesak di dadanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zerena baru saja akan berteriak tapi mulutnya langsung di sumpal dengan kain membuat teriakan Zerena tercekat. Zerena di pikul ke punggung seorang laki-laki. Kaki Zerena berontak mencoba melepaskan diri. Tapi percuma berotak kekuatan Zerena tidak sebanding dengan laki-laki ini.


Zerena di masukan ke dalam bagasi mobil dan mobil itu melesat pergi menjauh dari rumahnya.


Di sisi lain, Arka sedang tersenyum bahagia. Ia sudah sangat lama menanti hari ini hari yang ia tunggu-tunggu menikahi orang yang sangat ia cintai.


Pembantu yang selalu di samping Zerena gelagapan mencari Zerena yang tidak ada di kamarnya. Surti panik tanpa pikir panjang langsung menemui Jaya yang sedang bercengkrama dengan Dirga calon besannya.


"Pak, gawat!" Surti membuat kedua calon besan itu mendadak berhenti bicara.


"Sebentar ya." Jaya menatap Surti langsung memberi kode agar berbicara di ruangan.


Jaya meninggalkan calon besannya dan berjalan menuju ruang kerja Surti mengikuti dari belakang.


"Gawat apanya Surti?"


"Nona Zerena hilang, Pak."


Jaya terkejut. "Hilang? Tidak mungkin Putri saya kabur kan. Kamu sudah cari ke seluruh rumah ini?" Cecarnya.


"Sudah, Pak. Sudah ke semua tempat saya cari memang Nona hilang."


"Siapa yang hilang?" Tiba-tiba Rose Mami Arka masuk ke ruangan. Jaya menatap Rose.


"Putriku hilang, Rose. Bisa pernikahan ini kita tunda dulu." Jaya duduk di kursi dengan perasaan yang tak karuan.

__ADS_1


"Di tunda? Jaya ini memalukan! Kita keluarga terpandang di kota ini bagaimana kita bisa menundanya hari ini."


Dirga ikut masuk karena mendengar kebisingan. "Ada apa, Rose?" Tanya Dirga. Rose mendekati suaminya.


"Zerena hilang. Jaya ingin pernikahan ini di tunda ini memalukan!" Rose menangis.


"Astaga kenapa Zerena bisa hilang apa dia kabur? Tapi ku rasa tidak mungkin kabur dia juga sangat ingin menikah dengan putraku."


"Tidak penting kabur atau hilang untuk saat ini yang terpenting adalah aku tidak ingin mendapatkan malu dan mencoreng harga diri putraku." Rose sedikit terisak.


"Permisi," ucap Serena yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. "Maaf menganggu. Acara pernikahan akan segera di gelar."


Surti menatap geram Serena. "Serena lancang sekali kamu masuk tanpa mengetuk pintu!" Bentak Surti.


Serena menunduk.


"Serena?" Rose menatap calon besannya. "Jaya, namanya hampir sama seperti putrimu. Bagaimana jika kita buat pembantu ini pengantin pengganti Zerena." Usul Rose dengan ide yang sedikit gila.


"Rose!" Dirga membentak.


"Aku tidak mau harga diri putraku tercoreng. Pengantin wanita melarikan diri dan gagal menikah? Itu yang akan para tamu cap pada putraku."


Jaya menenangkan semua orang. "Serena bisa kamu membantu kami?" Jaya bertanya.


Serena menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa mana bisa begitu?" Serena panik.


"Kami akan kasih kamu berapapun asalkan mau menjadi pengantin pengganti." Rose meyakinkan Serena.


Serena meremas kedua tangannya. Ia juga sangatlah membutuhkan uang dalam jumlah besar untuk mengobati ibu panti.


"Satu miliar apakah cukup?" Tanya Rose.


Surti langsung tersedak air liurnya sendiri.

__ADS_1


Serena terkaget-kaget mendengar nominal yang di sebutkan orang kaya ini.


"Apa kurang?" Tanya Jaya yang sedang pasrah.


Entah bagaimana bisa. Serena mengangguk dengan air mata berlinang.


Dasar sialan mata duitan! Cantikan juga aku batin Surti.


"Surti, cepat bantu Serena memakai baju pengantin!" Titah Jaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Serena berjalan di altar menuju Arka yang sedang menunggunya. Bukan. Lelaki itu menunggu Zerena bukan Serena.


Arka menyambut Serena.


"Kalian sudah sah menjadi suami istri."


Ketika Arka membuka penutup wajah Serena. Arka terkejut bukan wajah yang ia kenali hari-hari sebelumnya.


Serena menatap lelaki di depannya dengan mata berkaca-kaca. Arka mengepalkan tangannya. Emosinya memuncak tapi ia sadar ia tidak boleh gegabah. Dia tidak bisa mempermalukan diri sendiri.


Setelah acara resepsi selesai semua tamu pun bubar dan pulang. Arka menarik Serena dan mendorong Serena ke lantai.


Serena meringis.


"Om Jaya! Dia bukan Zerena dimana Zerena?" Tanya Arka dengan murka.


"Zerena hilang!" Sahut Rose. "Nak, Mami yang menyuruh gadis itu mengantikan Zerena. Mami tidak mau kamu malu kalau semua orang tau pengantin mu hilang."


"Mami, Mami sadarkan apa yang Mami lakukan ini salah." Arka geram. "Arka sama sekali tidak mengenali gadis itu!" Tunjuk Arka pada Serena.


Arka langsung pergi meninggalkan semua orang. Serena menangis ia gemetaran. Serena baru kali ini melihat keributan besar.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2