
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Serena yang sedang sibuk mengelap keramik di kaget kan kehadiran Arka yang tiba-tiba menarik Serena untung saja keramik itu tidak pecah.
"Ada apa sih?" Serena mengerutkan keningnya.
"Gue udah nemuin caranya biar lo di usir." Ungkap Arka menggebu-gebu.
Serena menatap Arka. Begitu besar cintanya Arka untuk Zerena. Beruntunglah Zerena.
"Lo selingkuh aja dari gue!"
"Selingkuh?" Tanya Serena dengan mata membulat. "Sama siapa?" Lagi. Serena kebingungan.
"Sama gue. Ya, sama orang lain lah bego!" Celetuk Arka.
Serena menggelengkan kepalanya menolak ide gila Arka. "Gak mungkin aku mau ngelakuin hal yang bisa merendahkan martabat ku." Serena menghempas kesal serbet lalu berjalan pergi meninggalkan Arka yang terdiam.
Arka berdecak pinggang. "Di biarin lama-lama ngelunjak juga tuh cewek!" Arka mengepalkan tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arka yang sedang tidur di bangunkan oleh nada dering ponselnya. Arka mengucek mata sambil melihat layar ponselnya.
"Halo, Mi?"
"Arka, Mami lupa loh. Kamu kasih gak uang buat Serena?"
Arka terkekeh geli. "Buat apa, Mi?"
__ADS_1
"Astaga, Arka. Dia istri kamu walaupun kamu tidak suka sama Serena tapi tetap kewajiban seorang suami menafkahi Istrinya."
"Iya, Mi. Oke, udah ya!" Cetus Arka.
Arka bangkit dari kasur lalu berjalan menuju kamar Serena di samping kamarnya.
Tanpa mengetuk pintu Arka langsung nyelonong masuk. Serena yang baru selesai mandi di kaget kan oleh kehadiran Arka membuat handuk Serena terlepas dari badannya.
Arka melongo melihat pemandangan di depannya.
"Arka kamu ngapain disini!" Jerit Serena sambil mengambil handuk dan melilit handuk itu lagi ke badannya.
"Eh, mau, ini ambil!" Arka menyodorkan satu kartu debit untuk Serena.
Serena melihat kartu itu. "Kamu gak sopan banget langsung masuk tanpa ketuk pintu dulu!" Bentak Serena.
"Ini rumah gue!" Sahut Arka sinis.
"Ya kan lo istri gue! Gak masalah dong gue liat lo gitu." Jawab Arka.
Serena mengambil bantal guling lalu melemparnya ke Arka.
"Keluar kamu!" Teriak Serena melihat Serena yang mengamuk Arka bergegas lari keluar dari kamar Serena.
Serena menghempaskan diri ke kasur menenggelamkan wajahnya ke bantal sambil berteriak nyaring.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi-pagi sekali Serena sudah membantu Bi Inem menyiapkan makanan untuk Arka sarapan. Setelah selesai Serena membersihkan tangannya. Serena melirik ke tangga Arka belum muncul juga.
__ADS_1
"Bi."
Bi Inem menoleh. "Ya, Non."
"Bi Inem aja yang siapin Arka makan pagi ini. Aku pamit ke kamar dulu." Serena sedikit berlari menuju kamarnya dan mengunci diri.
Tak berselang lama, Arka muncul di dapur. Arka mencari-cari keberadaan Serena tapi hanya ada Bu Inem.
"Cari Non Serena?" tanya Bi Inem tersenyum mengejek.
"Siapa bilang? Bi Inem sok tau!" Cetus Arka. Arka melihat makanan yang sudah tertata rapi di meja. "Siapa yang masak?" Tanya Arka.
"Non Serena dong." Jawab Bi Inem sedikit tertawa pelan.
"Terus dia di mana?" Tanya Arka lagi.
"Tuh kan. Penasaran?" Bi Inem cekikikan. "Tadi pamit nya ke kamar." Lanjut Bi Inem.
Arka tersenyum miring. 'Apa dia malu dengan kejadian semalam ya' batin Arka.
Arka mencicipi sarapan yang di masak Serena. Setelah selesai makan Arka bergegas pergi ke kantor.
"Bi, bilang sama Serena saya lembur malam ini."
"Siap Den!"
Arka berjalan keluar rumah memasuki mobilnya. Arka meraih ponsel lalu mengirim pesan ke Zerena.
"Sayang, aku jemput ya. Kita jadi liburannya."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...