
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Albert melirik arlojinya sudah jam dua belas siang. Albert mengambil piring yang berisi makanan lalu menghampiri Serena.
"Hump!" Mulut Serena yang di tutupi lakban.
Albert menarik lakban itu membuat Serena meringis. .
"Mau kasih aku makan?" Tanya Serena dengan polos.
Albert membuang muka. Serena menangis sesenggukan karena tangannya masih di ikat. Albert menutup kupingnya karena kebisingan mendengar tangisan Serena
"Kamu bodoh menculik aku karena aku tuh gak berharga di mata Arka."
"Diam!" Bentak Albert.
"Dia hanya mencintai Zerena dan aku hanya sebagai pengantin pengganti yang di bayar satu miliar agar keluarganya tidak malu!" Ungkap Serena.
Lagi. Serena menangis. Albert terdiam.
"Tolong jangan bunuh aku. Aku gak tau apa-apa loh."
Albert mengernyitkan dahinya.
"Siapa yang mau bunuh lo!"
Serena tersenyum sambil membuka mulutnya agar di suap oleh Albert.
Dengan dongkol Albert menyuapi Serena.
"Mau lagi." Serena membuka mulut. Albert menyuapi lagi. "Em, enak banget." Serena tersenyum.
__ADS_1
Satu piring porsi kuli itu pun habis tak bersisa sedikit pun. Albert meletakkan piring dan memberi Serena botol air mineral.
"Ambil!" Bentak Albert.
Serena terkekeh geli. "Tangan aku kan masih di ikat."
Dengan kesal Albert membuka tutup botol air mineral itu lalu memberi Serena minum.
"Tuh, Arka gak muncul-muncul juga kan. Aku bilang aku tuh gak berharga. Pasti mereka lagi senang-senang liburan di sana."
Albert mengepalkan tangannya sekilas bayangan Arka dan Zerena sedang bermesraan melintas di pikirannya.
"Bisa diam gak sih!" Bentak Albert.
Serena melotot. "Udahlah, masih banyak cewek lain selain Zerena. Mending lepasin aku." Serena menyodorkan kaki nya yang terikat tali.
Saat Albert mau melepaskan ikatan tali di tangan dan kaki Serena mereka berdua di kagetkan oleh dobrakan pintu.
Arka muncul didepan Serena dan di iringi Zerena di belakang Arka.
"Zerena!" Albert tersenyum.
Zerena memeluk Arka karena ketakutan melihat Albert.
"Lepasin Serena!" Titah Arka.
Albert terkekeh. "Istri lo maksudnya?" Tanya Albert sambil mengejek Arka.
"Istri?" Zerena menatap Arka.
"Wah, jadi masih di rahasiakan ya?" Albert tersenyum.
__ADS_1
Arka menatap Zerena dengan tatapan nanar. Arka berlari menghampiri Serena lalu membantu Serena.
"Lihatlah, Zer, Suami yang sedang menyelamatkan Istri tercinta nya."
Air mata Zerena tak bisa di tahan lagi. Zerena sesenggukan.
"Kamu udah nikah sama dia?" Tunjuk Zerena.
Serena menggelengkan kepalanya.
"Sebentar lagi kita juga akan segera cerai, Zer!" Ungkap Arka sungguh-sungguh.
Serena menatap Arka nanar. Air mata Serena mengalir di pipi chubby nya. Nafas Serena serasa sesak karena hatinya terluka.
"Dia hanya gadis yang di bayar oleh Mami buat gantiin kamu di hari pernikahan kita, Zer." lanjut Arka menjelaskan.
Zerena meremas rambutnya. "Gak mungkin. Kamu beneran sudah menikah sama gadis itu!" Zerena histeris.
"Jadi lebih baik lo sama gue!" Albert memegang tangan Zerena.
Arka melihat itu menarik Albert agar menjauh dari Zerena.
"Dia milik gue!" bentak Arka.
"Itu milik lo bukan ini!" bantah Albert sambil menunjuk Serena yang terdiam membisu.
"Zer, setelah kami cerai kita bisa menikah." Arka memeluk Zerena.
Albert menarik Arka lalu memberi satu bogem di pipi Arka.
"Ah!" jerit Serena.
__ADS_1
Zerena mundur. Serena mencoba melerai mereka berdua tanpa sadar Arka malah meninju wajah Serena membuat Serena terhuyung dan tak sadarkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...