Menikah Karena Peperangan

Menikah Karena Peperangan
bab 17


__ADS_3

" raksa bukan seperti itu seorang raja menghukum rakyat nya ,apalagi jika bukan kesalahan besar ,ingat raksa ini bukan sedang di Medan perang " ujar ratu Hamida.


" bukankah masih ada hukuman yang lain , jangan seperti ini , aku tahu dia berusaha melukai ratu Ruqaiya ,tapi kau seorang raja ,jadi bertindak lah seperti seorang raja " ujar ratu Hamida tegas .


" baiklah ,karena aku menghormati keputusan mu ratu Hamida " ujar raksa cuek .


sedangkan Ruqaiya di belakang raksa hanya diam , lalu raksa melepaskan pedang nya dan pergi dari penjara . raksa berjalan menuju kamar nya . raksa berbaring sambil kesal. Ruqaiya menghampiri raksa dan memberikan cemilan .


" aku rasa cemilan ini dapat menghilangkan kekesalan mu raja" ujar ratu Ruqaiya ikut berbaring di samping raksa .


" terimakasih" ujar raksa sambil mengunyah cemilan di dalam mulut nya .


" bagaimana jika besok kita berburu di hutan , sudah lama kita tidak berburu " ajak Ruqaiya.


" Ruqaiya besok aku masih ada urusan kerajaan yang harus aku selesaikan" ujar raksa lembut.


" ayolah raksa ,aku ingin sekali berburu dengan mu " mohon Ruqaiya.


melihat istri nya memohon raksa jadi tidak tega


" baiklah istri ku " ujar raksa sambil mengusap lembut kepada Ruqaiya.


keesokan harinya ,raksa dan Ruqaiya sedang dalam perjalanan menuju hutan ,sebelum ke hutan , Ruqaiya izin untuk melihat lihat pasar jual beli yang ada di dekat hutan dan disetujui oleh raksa.


sedangkan Dewi bersama 3 kakak nya kebetulan ingin ke pasar jual beli itu juga untuk melihat lihat . sesampainya mereka disana.


" Dewi kami di suruh ayah pulang ,jadi tidak apa bukan kau kami tinggalkan bersama para pelayan dan pengawal untuk menjaga mu " ujar kakak bhagwandas dewi.


" tidak apa-apa kak ,aku mengerti ,lagi pula pasti di istana kakak masih banyak kerjaan " ujar Dewi tersenyum.


" baiklah ,kami pulang dulu " ujar ketiga kakak Dewi.


" iya " ujar Dewi.


Dewi masuk dan berpapasan dengan Ruqaiya yang masuk dari sebrang sana .karena mereka tidak saling kenal jadi merek melanjutkan perjalanan sambil melihat-lihat barang dari ruko-ruko disana .


Dewi melihat ada sari yang bagus dan hendak membeli nya, Dewi hampir mau membayar nya ,tapi di tahan oleh moti bai.


" jangan Dewi ,ini sari dari Mughal " ujar moti Bai .


ya Dewi tidak tahu karena menurut Dewi Sari itu bangus, tapi setelah mendengar itu dari mughal Dewi menjadi tidak tertarik lagi pada sari biru yang di taburi bunga-bunga itu.


" memang nya kenapa jika sari ini dari Mughal ?" tanya penjual bingung.


" karena mughal itu adalah musuh kami ,jadi kami tidak ingin membeli barang dari Mughal " ujar moti Bai.


lalu Dewi dan yang lainnya melangkah pergi , tapi tidak jadi karena mendengar tuturan dari penjual sari itu.


" tapi sari yang sudah di pegang dan di ambil tidak boleh di kembalikan lagi ,karena artinya kalian ingin membeli sari ini " ujar penjual .


Dewi berbalik dan menghampiri ruko tadi.


" sari ini sangat cantik bahkan ratu dari mughal juga sering membeli nya " ujar penjual sambil memamerkan sari ke depan Dewi .


di sebrang sana Ruqaiya mendengar pembicaraan mereka. Ruqaiya terus memperhatikan gerak gerik orang di depan nya .


" baiklah aku akan membeli nya " ujar Dewi .


" tapi Dewi -" ujar moti Bai terpotong.


" moti Bai " ujar Dewi dengan nada yang aneh dan langsung di angguki oleh moti Bai.


lalu Dewi mengambil kantong yang berisi koin emas untuk melakukan pembayaran. sebenarnya Dewi malas membeli nya karena dari Mughal. di saat Dewi menyerahkan koin itu ,penjual sangat senang .

__ADS_1


" bukankah ini lebih dari yang ku bayar " ujar Dewi tersenyum paksa.


" sangat banyak , jadi kau adalah seorang putri " ujar pembeli sambil melihat Dewi dari atas sampai ke bawah.


" iya dia adalah putri dari Rajput " ujar moti Bai.


" terimakasih putri " ujar penjual senang dan hanya di balas Dewi dengan senyuman.


disaat penjual ingin membungkus sari, tapi tidak jadi karena Dewi mengambil nya dulu .Dewi langsung memakaikan dari itu ke bada moti Bai ,membuat moti dan penjual bingung .


" bukankah ini cocok untuk mu ,bahkan kau seperti seorang ratu Mughal " ujar Dewi dengan nada aneh sambil memegang dagu moti .


sedangkan Ruqaiya merasa diperlakukan , bisa-bisa nya sari yang biasa para ratu gunakan dikenakan oleh seorang pelayan putri.


" Rajput dan Mughal tidak pernah akur " ujar Dewi pada penjual .


membuat penjual bingung dengan ucapan Dewi barusan. lalu Dewi dan yang lainnya pergi dari tempat jual beli itu ,yang termasuk di kawasan berbatasan Rajput dan Mughal .


Ruqaiya langsung menghampiri penjual sari itu.


" siapa yang barusan membeli sari disini?" tanya Ruqaiya penasaran siapa yang berani menghina Mughal .


" dia seorang putri dari Rajput ratu " ujar penjual.


Ruqaiya menaikkan alisnya , tiba-tiba ada pengawal yang datang.


" yang mulia raja telah menunggu ratu di hutan untuk berburu " ucap pengawal sambil menunduk.


" baiklah " ujar ratu Ruqaiya , dan berlaku meninggalkan tempat jual beli itu.


Dewi dan para pelayan nya sudah sampai di taman tak jauh dari tempat jual beli .


" Dewi kenapa kau membeli sari ini jika aku yang memakai nya ?" tanya moti Bai sambil mengomel.


" tapi Dewi , arrghhhh " ujar moti Bai terjatuh di lumpur .


" hahaahhahaha , ayo berangkat moti Bai " ujar Dewi sambil terus tertawa.


" kenapa kau malah tertawa " kesal moti Bai .


" lihatlah sari Mughal sudah kotor oleh lumpur dan wajah mu kena imbas dari sari yang kau pakai hahahah " ujar Dewi terus tertawa.


" kau ini menyebalkan " ujar moti Bai kesal.


" lihatlah di depan ada danau , bersihkan diri mu disana" ujar Dewi sambil melihat ada danau di depan mereka .


" baiklah " ujar moti Bai dan turun ke bawah untuk menuju danau.


Dewi melihat ada seekor kelinci yang lari-lari. membuat Dewi ingin mengejar kelinci itu.


"kelinci itu sangat lucu , aku ingin mengejar nya " ujar Dewi dan hendak berlari.


" tapi putri ,kami tidak bisa meninggalkan mu sendiri disini" ujar salah satu pelayan.


" tidak apa-apa ,kalian tunggu saja sebentar , aku tidak akan lama mengejar kelinci itu" ujar Dewi .


" baiklah putri" pasrah pelayan itu.


Dewi terus mengejar kelinci itu dan sudah masuk hutan terlalu dalam.


" dimana kelinci itu , kenapa hilang ?" tanya Dewi pada diri nya sendiri.


Dewi berhenti dan melihat ke arah samping ada orang yang ingin memanah . ratu Ruqaiya lah yang Dewi lihat . Dewi melihat ke depan dan ternyata sasaran nya adalah seekor rusa kecil.

__ADS_1


Dewi yang tidak tega dan kasihan kepada rusa kecil itu dan hendak menolong nya .


" ayo Ruqaiya , langsung saja " ujar raksa.


" bersabarlah aku sedang melihat untuk tepat sasaran" ujar Ruqaiya dan hampir ingin melesatkan anak panah nya.


Dewi berlari dan mengumpulkan dedaunan serta ranting untuk dibakar, Dewi menggesekkan batu untuk menyalakan api , dan berhasil. sehingga membuat asap yang cukup besar .lalu Dewi meniup asap itu untuk mengarahkan ke rusa .


alhasil rusa tersebut lari ,karena merasa ada bahaya api . di saat Ruqaiya melepaskan anak panah nya , rusa itu sudah duluan lari.


" syukurlah , akhirnya rusa itu berhasil lari " ujar Dewi senang sambil mengelus dadanya.


Dewi sangat penyayang terhadap bintang.


sedangkan ratu Ruqaiya kesal .


" bagaimana bisa di lari ,tadi kan rusa itu diam " ujar ratu Ruqaiya.


" dari mana datang nya asal ini , tadi asap ini tidak ada " timpal Ruqaiya lagi marah .


" aku rasa ada orang yang sengaja membuat asap ini agar rusa itu kabur " ujar raksa.


lalu raksa turun dari kuda nya dan hendak menghampiri orang yang telah membuat asap itu. Dewi yang berada di balik pohon mempunyai firasat jika ada yang mengintai nya . Dewi kira orang itu adalah wanita yang memanah tadi .


Dewi bersembunyi dibalik pohon besar , Dewi dan raksa berkeliling pohon itu ,Dewi untuk bersembunyi sedangkan raksa untuk mencari . raksa menemukan ranting bekas api yang di buat oleh seseorang . raksa mengambil nya dan meniupkan nya hingga padam.


sedangkan Dewi langsung berlari ke depan karena merasa orang tersebut tidak mengikuti nya lagi. raksa yang mendengar ada bunyi kaki pun melihat ke belakang. ternyata benar ada seseorang yang melakukan nya . raksa langsung tersenyum ketika melihat wanita itu yang tak lain adalah putri Dewi , raksa tahu betul dari cara berpakaian orang Rajput.


" aku menemukan ranting terbakar ini , ada seseorang yang sengaja agar rusa itu tidak terluka " ujar raksa pada Ruqaiya saat raksa kembali ke kuda nya .


" baiklah" ujar Ruqaiya kesal .


lalu mereka kembali ke istana dengan kuda nya masing-masing.


kini Dewi beserta ke 4 kakak nya sedang melakukan mandi di sungai Gangga , dipercaya untuk mempererat hubungan antara suami dan istri dan untuk diberkati oleh Tuhan . Dewi hanya melihat dari atas ,sedangkan yang mandi hanya kakak laki-laki Dewi .


Dewi menunggu kedatangan sujamal ,karena biasa nya sujamal ikut mandi beserta kakak Dewi yang lainnnya.


" Dewi tidak usah menunggu sujamal ,dia tidak akan datang , penghianat seperti dia tidak pantas mandi di sungai Gangga " ujar kakak Dewi bhagwandas ketika melihat kebelakang .


" iya " ujar Dewi pasrah.


di saat keempat kakak Dewi sedang berdoa di dalam air , dari arah atas ternyata ada penyusup yang membawa panah dan hendak memanah ke arah Dewi dan para kakak Dewi.


slettt


satu anak panah melesat dan lengan kakak bhagwandas yang terkena panahan .


" arghh" teriak bhagwandas .


" kakak " ujar Dewi dan kakak Dewi yang lain.


" ada penyusup kakak " ujar Dewi panik.


" sembunyi Dewi ,ayo kita pergi dari sini " ujar kakak Dewi yang lainnya.


para penyusun menyerang pengawal Rajput yang ikut dengan Dewi dan kakak Dewi.


disaat ada penyusup yang ingin mencelakai Dewi . slettt


ternyata bukan Dewi yang terkena , melainkan penyusup itu di panah oleh orang lain , ternyata orang itu adalah sujamal .


bersambung:)

__ADS_1


__ADS_2