Menikah Karena Peperangan

Menikah Karena Peperangan
bab 18


__ADS_3

disaat ada penyusup yang ingin mencelakai Dewi . slettt


ternyata bukan Dewi yang terkena , melainkan penyusup itu di panah oleh orang lain , ternyata orang itu adalah sujamal .


sujamal berhasil membuat semua penyusup terkapar tak berdaya , menggunakan panah nya . Dewi senang bisa melihat sujamal lagi ,Dewi langsung menghampiri sujamal . Dewi langsung memegang sepatu sujamal untuk hormat kepada sujamal . sujamal mengelus kepala Dewi .


" kakak sangat menyayangi mu , jaga dirimu baik-baik " ujar sujamal memegang bahu Dewi .


" tentu ,dan aku selalu memakai cincin yang kakak berikan " ujar Dewi sambil menunjukkan cincin di jari manis nya yang diberikan oleh sujamal .


sedangkan kakak Dewi yang lainnya , melihat sujamal dengan tatapan tidak suka, mereka hanya diam karena tidak ingin membuat Dewi sedih.


" aku berjanji ketika kau sudah menikah nanti ,aku akan melindungi suami mu dari orang jahat " ujar sujamal serius dan tulus dengan ucapan nya .


sedangkan Dewi hanya mengangguk senang . kakak Dewi yang lainnya menghampiri Dewi dan mengajak Dewi pulang .


" ayo Dewi kita pulang , hari ini sudah sore dan tidak aman jika kita terlalu lama disini " ujar kakak kedua Dewi .


" tapi aku ingin mandi di sungai Gangga ,karena kebetulan sudah ada kak sujamal ,ayo kita mandi bersama untuk berdoa kepada Tuhan " ajak Dewi .


" tapi Dewi dia seorang penghianat " ujar kakak ketiga Dewi .


" tapi aku mau kak sujamal ikut " kekeh dewi.


" tidak apa-apa Dewi , lebih baik kau saja " ujar sujamal lembut.


" aku tidak ingin ada penolakan " ujar Dewi dan langsung menarik lengan sujamal .


sedangkan kakak Dewi yang lain hanya pasrah dan menurut saja keinginan adik tersayang mereka . akhirnya mereka mandi bersama sambil berdoa kepada Tuhan di sungai Gangga itu.



selesai mandi Dewi kembali bersedih karena sujamal akan pergi .


" kakak pergi dulu " ujar sujamal lembut sambil mengelus kepala Dewi .


lalu sujamal naik kuda nya dan pergi .


" Tuhan , lindungilah kak sujamal dimana pun dia berada " doa Dewi dalam hati .


Dewi dan keempat kakak nya pergi ke tempat para pendeta untuk berdoa . selesai mereka berdoa . Dewi mendengar ada orang yang meminta pajak , mereka adalah orang-orang Mughal , siapapun yang masuk untuk berdoa disitu harus melakukan pajak .


" moti mereka kenapa ?" tanya Dewi .


" seperti nya mereka melakukan pajak " ujar moti Bai.


tiba-tiba ada para pengawal Mughal menghampiri Dewi dan yang lainnya.


" kalian harus membayar pajak berdoa Disni " ujar pengawal itu.


"kenapa kami harus membayar pajak nya ke kalian " ujar bhagwandas.


" karena ini peraturan dari Mughal " ujar salah satu pengawal.


" kami bukan orang Mughal jadi kami tidak akan membayar pajak " ujar Dewi emosi setelah mendengar nama Mughal.


" tenanglah Dewi " ujar moti Bai menahan lengan Dewi yang ingin maju ke depan.


lalu pendeta menghampiri mereka .


" mereka adalah orang Rajput ,jadi mereka tidak berhak membayar pajak untuk kalian " ujar pendeta.


" tapi kami tidak mau tahu ,karena kami sudah ditugaskan untuk meminta pajak kepada siapa pun yang datang kesini " ujar pengawal.


" tapi kami tidak mengikuti aturan Mughal " ujar Dewi.

__ADS_1


diseberang sana terdengar suara wanita dan masuk menghampiri yang lainnya.semua melihat ke arah sumber suara tersebut.


" kalian harus mengikuti aturan Mughal " ujar wanita itu yang tak lain adalah ratu Ruqaiya.


Ruqaiya berjalan dan berhenti di depan Dewi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"perkenalan aku adalah ratu dari raja Mughal " ujar ratu Ruqaiya .


moti Bai langsung ke depan Dewi .


" sedangkan dia adalah putri dari Rajput " ujar moti Bai tidak suka dengan tatapan Ruqaiya.


Ruqaiya melihat Dewi dari atas ke bawah dengan senyuman mengejek nya .


" oh ternyata kau adalah seorang putri dari Amer , seorang Hindu yang berdoa kesini untuk Dewi mereka " ujar Ruqaiya sambil menekankan kata putri .


" siapapun yang berdoa Disini ,baik dia Islam maupun Hindu ,mereka harus membayar pajak " ujar Ruqaiya.


" tapi kami orang Amer tidak akan mengikuti aturan kalian " ujar Dewi.


" kalian harus ikut aturan " ujar Ruqaiya mulai emosi.


" bukankah seharusnya kalian menghormati kami yang beragama Hindu , lagipula apa hubungan nya kami dengan aturan kalian " ujar Dewi .


" kami memang menghormati kalian ,tapi aturan tetap aturan " ujar Ruqaiya.


lalu Dewi tersenyum membalas setiap perkataan jutek dari wanita di depan nya ini.


" tapi di agama kami ,tidak boleh meminta pajak kepada orang yang berdoa " ujar Dewi.


" tapi kalian sedang berada di berbatasan Amer dan Agra , jadi kalian harus mengikuti nya " kekeh Ruqaiya.


" Dewi kami tidak mengajarkan untuk membayar pajak untuk melakukan ibadah " ujar Dewi tetap lembut.


Dewi yang mulai kesal dengan wanita di depan nya ini langsung membuka kalung nya untuk dijadikan membayar pajak mereka berdoa disana.


" ini , kalung ini aku jadikan untuk membayar pajak kami " ujar Dewi menyerahkan kalung nya ke tangan Ruqaiya dan di terima oleh Ruqaiya.


" kenapa tidak dari tadi , kami malas berhadapan dengan kalian yang terlalu berbasa-basi" ujar Ruqaiya tersenyum mengejek.


" karena kami masih menghargai mu yang meminta pajak kepada kami " ujar Dewi dengan nada yang aneh .


" baiklah , karena aku masih banyak urusan di istana lebih baik aku undur diri " ujar Ruqaiya yang merasa malu seperti orang yang meminta minta .


lalu Ruqaiya berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu dengan keadaan setengah marah dan malu.


sesampainya di istana masing-masing.


raja Bharmal dan raja suryaban sedang berdiskusi mengenai perang yang diajukan oleh Mughal , mereka sedang mempersiapkan diri dan para tentara kerajaan .


sama hal nya dengan raksa yang sedang menyusun rencana dan memperkuat para tentara nya .


sekarang raksa sedang menuju perang yang diajukan langsung oleh sekutu nya ,raksa langsung turun tangan karena dia sudah lama tidak berperang secara langsung. biasanya para tentara nya lah yang maju di Medan perang.


raksa setiap hari melatih tentara nya untuk menjadi kuat dan tak terkalahkan sama seperti dirinya . sebenarnya raksa mau turun tangan setiap ada perang ,tapi raksa ingin melatih para tentara nya .


sesampainya raksa di depan gerbang ,raksa melihat bhairam Khan yang sudah bersujud di depan raksa untuk menghalangi raksa keluar .


paman nya melakukan itu karena raksa belum memaafkan dirinya ,jadi dia langsung saja melakukan tindakan lain untuk mendapatkan maaf dari raksa.


" raksa aku mohon undur diri Mughal ,aku ingin pergi sejauh-jauhnya dari kalian semua atas dosa yang telah ku lakukan ,jika nanti aku tiada mohon maafkan diriku " ujar paman nya sambil menunduk .


raksa turun dari kuda nya dan menghampiri Paman nya itu dan memeluk paman nya itu.


" aku tidak akan mencegah kau pergi, dan aku harap kau akan berubah " ujar raksa dingin .

__ADS_1


" aku menyayangimu sama seperti aku menyayangimu ayah ku ,aku berterimakasih kepada mu yang selama ini telah merawat ku dan mengajari ku hingga aku besar " ujar raksa panjang lebar .


" raksa aku melakukan itu semua karena aku juga menganggap mu seperti anakku sendiri ,dan aku harap kau kelak menjadi raja yang bertanggung jawab untuk semua rakyat ku " ujar bhairam Khan.


" tentu aku akan melakukan itu " ujar raksa dengan mata yang memerah menahan tangis nya dan langsung memeluk paman nya .


lalu paman raksa beserta anak dan istri nya minta izin kepada semua orang di istana untuk pergi dari Mughal . raksa juga tidak jadi perang dan dia serahkan kepada kepercayaan raksa.


raksa menatap pamannya dengan sendu


" aku harap kau menjaga dirimu dengan baik sama seperti kau menjaga ku dulu " ujar raksa .


" tentu aku akan menjaga diriku dan keluarga ku" ujar paham raksa.


lalu bhairam Khan memegang wajah raksa dan mencium kening raksa dengan penuh kasih sayang . semua yang disana menjadi sedih karena mereka tahu bhairam Khan lah yang selalu membimbing raksa dari kecil hingga besar ,apa lagi semenjak ayah raksa meninggal.


dengan berat hati raksa melihat paman nya pergi. sedangkan maham Angga hanya menangis pura-pura ,dia mengelap air mata buaya nya dan langsung tersenyum senang, akhirnya saingan nya sudah pergi .


*****


di Rajput para wanita sedang memilih perhiasan yang diberikan oleh keluarga raja suryaban .


" sebentar lagi kau akan pergi dari istana ini " ujar nenek Dewi .


" iya kakak akan ikut ke rumah suami nya kelak " ujar Sifa.


" kami pasti sangat rindu pada kakak " ujar sukanya .


" yaa kalian benar , tapi mau bagaimana lagi itu sudah tradisi semua orang , walaupun terlalu banyak kenangan manis yang akan tergantikan dengan yang lebih manis " ujar nenek mereka .


" tapi aku pasti akan sedih " ujar Dewi dan pergi meninggalkan mereka semua dan ke kamar nya dengan keadaan menangis.


" dewii " ujar ibu dewi.


ratu Fatmawati mengikuti Dewi ke kamar Dewi dan menenangkan Dewi dengan berbagai nasihat , sehingga Dewi menjadi lebih mengerti dan terima jika suatu saat nanti dia akan jauh dari keluarga nya . ratu Fatmawati pun keluar dari kamar Dewi dan kembali menemui keluarga nya yang lain.


sukanya datang dan memeluk Dewi .


" kak maafkan aku jika selama ini aku selalu membuat ku sedih " ujar sukanya.


" tidak sukanya ,kau selalu membuat ku senang dengan hari-hari kita yang telah dilalui " ujar Dewi membalas pelukan sukanya.


" aku harap kau tak akan melupakan ku , aku tahu kadang aku sangat menyebalkan ,tapi sebenarnya aku sangat menyayangi mu " ujar sukanya sambil terisak di pelukan Dewi .


" aku tidak akan melupakan mu , aku juga menyayangi adik ku yang bawel satu ini " ujar Dewi tertawa .


sukanya melepaskan pelukan mereka .


" kakak menyebalkan " ujar sukanya mengerucutkan bibirnya.


" hahahah " tawa Dewi .


" kau juga akan merasakan sama seperti ku nanti " ujar Dewi .


" itu masih lama kakak " ujar sukanya .


" iya iya " ujar Dewi.


sukanya dan Dewi kembali ke ruang keluarga untuk kembali memilih perhiasan.


bersambung:)


jangan lupa di vote ya :)


terimakasih:)

__ADS_1


__ADS_2