Menikah Karena Peperangan

Menikah Karena Peperangan
bab 19


__ADS_3

sukanya dan Dewi kembali ke ruang keluarga untuk kembali memilih perhiasan.


raksa sedang melakukan rapat bersamaan dewan istana nya . raksa mendengar kabar bahwa adik ipar nya meninggal karena perang kemarin. membuat raksa memikirkan nasib adik perempuan nya itu . raksa mengakhiri rapat dan menuju kamar adik nya .


" hiks hiks kenapa semua ini terjadi pada ku " ujar adik raksa Bhaksi bano.


disana sudah ada ratu Hamida ,ratu Ruqaiya dan maham Angga menenangkan Bhaksi bano. Bhaksi bano yang melihat kakak nya hadir langsung memeluk kakak satu-satunya.


" hiks hiks kakak " tangis Bhaksi bano .


raksa memeluk Bhaksi bano sambil mengelus kepala adik perempuan nya itu.


" dia meninggal kak, dia meninggalkan ku " adu Bhaksi bano .


" bersabarlah Bhaksi bano, jangan menangisi nya , ini sudah takdir " ujar raksa sedih .


" hiks hiks aku mencintai nya kak " ujar Bhaksi bano sambil terus terisak .


" kakak tau kau sangat mencintainya , tapi kakak harap kau jangan menangisi kematian nya , nanti dia tidak akan tenang di alam sana melihat wanita yang dia cintai menangis " ujar raksa menenangkan adik nya itu .


" hiks hiks hiks " Bhaksi bano terus menangis .


" di alam sana dia akan terus melihat mu ,jadi kakak harap kamu jangan menangis lagi , kakak mau dia tenang " ujar raksa.


" hiks hiks ,baiklah kak " ujar Bhaksi bano melepaskan pelukan nya .


" Ruqaiya bawa Bhaksi bano ke kamar nya , aku ingin berbicara dengan ibu dan ibu Angga " ujar raksa .


" baiklah yang mulia raja" ujar ratu Ruqaiya dan langsung membawa Bhaksi bano menuju pemakaman almarhum suami nya .


raksa langsung berbicara pada ratu Hamida dan maham Angga .


" entah mengapa ada yang sengaja membunuh nya di Medan perang ,karena aku tahu bahwa Kidar orang yang kuat dan tangguh" ujar raksa curiga .


" jadi Kidar di bunuh " ujar ratu Hamida menutup mulutnya syok .


" kemungkinan besar dia dibunuh waktu dia menghabisi raja Namrud waktu itu ,karena mereka menang bukan kalah bahkan Kidar sendiri lh yang membunuh raja Namrud" ujar raksa .


" maham Angga " ujar raksa tiba-tiba membuat maham Angga kaget .


" ya raja " ujar maham Angga .


" tolong selidik semua nya ,aku ingin tahu apa yang terjadi di medan perang kemarin , dan juga aku sudah membicarakan kepada kepercayaan ku , kebetulan dia tidak melihat Kidar waktu itu jadi aku tidak bisa mendapatkan informasi yang lengkap " ujar raksa serius .


" baiklah raja " ujar maham Angga .


" orang ini sangat pintar , dia membawa Kidar ke tempat yang sepi setelah Kidar membunuh raja Namrud , sepertinya Kidar ingin membunuh orang ini juga ,tapi siapa dia " tanya raksa sendiri.


" Bhaksi bano pasti sangat merasa kehilangan ,aku takut dia tidak menerima kematian suami nya " ujar ratu Hamida.


" aku akan menenangkan nya nanti " ujar raksa dan pergi dari kamar adik nya dan diikuti maham Angga dan ratu Hamida.


****


di Rajput Dewi , Sifa , sukanya , dan keempat kakak Dewi sedang bermain lado. permainan tradisional yang ada di Amer . keempat kakak Dewi selalu kalah melawan Dewi .Dewi sangat pintar memainkan lado . mereka tertawa dan bercanda ria.


" lihatlah mereka sangat senang " ujar ratu Fatmawati sambil melihat anak-anaknya.


" iya Fatmawati ,aku harap Dewi nanti setelah menikah akan terus mendapatkan senyuman yang seperti itu " ujar raja Bharmal sambil melihat senyum merekah Dewi .


" aku juga berharap nanti Dewi selalu bahagia dengan suami nya " ujar ratu Fatmawati yang berdiri di balik tembok bersama raja Bharmal untuk melihat anak-anaknya.


" kak kau kalah jadi apa hadiah ku " ujar Dewi pada kak bhagwandas nya .


" kakak akan memberikan kau makanan yang banyak " canda bhagwandas .


" aku tidak mau makan yang banyak nanti aku gemuk dong " ujar Dewi cemberut.

__ADS_1


" hahah tapi nanti kau pasti lucu dengan pipi chubby mu " ujar kakak kedua Dewi .


" aku tidak mau " ujar Dewi cemberut.


" hahaha kakak hanya bercanda ,baiklah apa yang kau mau ?" tanya bhagwandas.


" aku mau keponakan yang banyak" ujar Dewi .


" hahah baiklah nanti akan kakak usahakan " ujar bhagwandas membuat semua orang tertawa .


keesokan harinya.


Raja Bharmal dan ratu Fatmawati mengundang pendeta datang untuk menentukan tanggal pernikahan Dewi dan raja suryaban .


" pernikahan Putri Dewi dan raja suryaban akan baiknya dilaksanakan pada Minggu depan ,karena di hari itu akan ada kebahagiaan untuk pengantin baru " ujar pendeta itu .


semua orang yang mendengar itu senang akan kabar gembira yang pendeta itu sampaikan .


" selamat kak " ujar sukanya menghampiri Dewi dan memeluk Dewi di arah samping.


" selamat kakak ku sayang " ujar sifa dan memeluk Dewi di arah samping.


" terimakasih " ujar Dewi sambil membalas pelukan sukanya dan sifa.


bahkan Dewi mendapat selamat dari semua orang , Dewi juga senang bahkan sangat senang .


" akhirnya Dewi akan menikah secepatnya dengan raja suryaban , dan bukan dengan Mughal ,aku yakin shaguni Bai salah kali ini " ujar ratu Fatmawati percaya diri .


" iya ,aku juga senang itu tidak akan terjadi " ujar raja Bharmal pada ratu Fatmawati.


****


di tenda orang-orang sedang menyusun strategi untuk menyerang Rajput dari berbagai penjuru . baik di sebelah selatan,Utara ,timur dan barat . dialah Syarifudin dan sujamal .


" kita akan lebih mudah menyerang Rajput dari arah barat " tunjuk sujamal pada peta .


" kenapa begitu ,bukankah mereka akan membawa pasukan ke arah selatan " ujar Syarifudin.


" subhanallah ,kau sangat cerdik " ujar Syarifudin dan di balas senyuman oleh sujamal.


lalu Syarifudin dan sujamal berpelukan ala pria .lalu sujamal pergi dan meninggalkan Syarifudin seorang diri di tenda karena hanya lainnya juga ikut keluar .


Syarifudin mengitari peta istana Rajput dan tertawa keras.


"hahaha kau sangat bodoh sujamal ,aku hanya memanfaatkan mu , kau dengan mudahnya menyerahkan kelemahan Rajput kepada kami hahaha " tawa sujamal keras .


" kau memang seorang penghianat yang bodoh " ujar sujamal lagi .


" hahahaha " tawa Syarifudin terus .


di istana raksa sedang berdiskusi dengan maham Angga tentang pembunuhan terhadap adik ipar raksa . sebenarnya yang membunuh Kidar adalah Adam , anaknya maham Angga ,Adam takut jika nanti kekuasaan Kidar di istana akan besar dan susah untuk Adam kalahkan.


" bagaimana ini Adam " ujar maham Angga saat kembali ke kamar adama.


" bagaimana apa nya Bu ?" tanya Adam bingung .


" aku takut raksa akan mencurigai mu , bagaimana jika terbongkar ,habislah kita " ujar maham Angga khawatir.


" tidak akan ibu, lagipula tidak ada bukti bahwa aku yang membunuh nya , lagipula orang pasti akan mengira bahwa orang-orang raja Namrud yang membunuh Kidar " ujar adam santai sambil berbaring.


" Adam aku serius jangan meremehkan masalah ini " ujar maham Angga kesal melihat anaknya santai .


" aku juga serius Bu ,ibu tenang saja " ujar adam.


" terserah padamu " ujar maham Angga kesal dam Keluar dari kamar Adam.


" hahah ibu-ibu, ada-ada saja , lagipula aku yakin bahwa raksa tidak akan tahu kali ini " ujar Adam santai dan percaya diri.

__ADS_1


****


di Rajput Dewi , ratu Fatmawati dan para wanita di istana sedang melakukan puja di kuil Dewi kali , karena kabar dari pendeta itu .


kali ini Dewi yang memimpin puja , tiba-tiba dari arah sana datang shaguni Bai. shaguni Bai melihat ke arah ratu Fatmawati dan ratu Fatmawati terkejut melihat kedatangan shaguni Bai . ratu Fatmawati bangkit dari duduk nya dan menghampiri shaguni Bai.


" lihatlah shaguni Bai , Dewi sebentar lagi akan menikah dengan raja suryaban dan aku rasa kali ini ramalan mu salah " ujar ratu Fatmawati ketua kepada shaguni Bai.


" kau lihat dan tunggulah Fatmawati ,jangan terlalu percaya diri" ujar shaguni Bai santai dan yakin dengan ucapannya.


" kau lihatlah sekarang Dewi sedang berdoa untuk pernikahan nya kelak dengan raja suryaban ,jadi aku harap kau merestui Dewi kami " ujar ratu Fatmawati tetap teguh pendirian pada pikiran nya dan beranjak kembali menemui Dewi .


" terserah kamu mau bertindak bagaimana ,karena nanti Dewi tetap akan menjadi ratu Mughal dan Dewi kali tau tentang itu " ujar shaguni Bai .


" hahahah " tawa shaguni Bai yang melihat wajah ratu Fatmawati pucat .


" bahkan Dewi kali merestui putri mu dengan Mughal ,kenapa kamu tidak hahaha " ujar shaguni Bai .


ratu Fatmawati gugup jika itu akan terjadi ,ratu Fatmawati melihat kearah Dewi yang masih melakukan puja .


****


di istana Mughal Adam yang sedang menunggu ibu nya solat duduk di kamar ibunya .


" ada apa Adam kau menunggu ku ?" tanya maham Angga yang selesai melakukan solat .


" ibu bagaimana ini ,aku sudah berhasil membunuh bhairam Khan" ujar Adam pura-pura sedih .


" Apa!, kau berhasil putra ku ,selamat sayang" ujar maham Angga yang ikut pura-pura sedih sambil memeluk Adam.


" hahahah " tawa kedua nya .


" kerja yang bagus Adam , aku ingin menemui raksa secepatnya dan bersandiwara di depan nya " ujar maham Angga .


" baiklah Bu ,silahkan " ujar Adam pura-pura sedih.


maham Angga berjalan ke kamar raksa sambil mengeluarkan air mata buaya nya .


sedangkan di kamar raksa.


raksa sedang mondar mandir, perasaan nya tidak karuan . tidak enak , khawatir, takut bercampur aduk menjadi satu .


" raja kenapa kau terlihat seperti orang yang sedang mengkhawatirkan sesuatu, apa ada masalah ?" tanya ratu Ruqaiya yang masuk ke kamar raksa .


" entahlah Ruqaiya , perasaan ku tidak enak mengenai Khan baba " ujar raksa jujur .


" semoga saja paman bhairam baik-baik saja " ujar Ruqaiya menenangkan raksa .


tak lama datanglah maham Angga yang berpura-pura sedih.


" raksa " ujar maham Angga .


" ada apa Bu?" tanya raksa.


" hiks hiks raksa ?" kenapa Bu tanya raksa yang mulai panik melihat maham Angga menangis .


" pa..man mu " ujar maham Angga bergetar .


" paman!, kenapa paman Bu ?" tanya raksa sambil menggoyangkan badan maham Angga .


" bhairam Khan dibunuh ,dan sekarang dia tiada " ujar maham Angga .


jedderrr


raksa duduk tiba-tiba, kaki nya lemas dan tak berdaya.


bersambung:))

__ADS_1


jangan lupa di like dan vote ya


terimakasih:)


__ADS_2