
Zahra ada yang ingin bunda tanya kan sama kamu "ucap Nadia saat melihat Zahra termenung
Ada apa bun"zahra melihat ke arah Nadia sambil mengenggam tangan wanita yang sudah melahir kan nya itu
Tadi angga bilang ke bunda kalao kamu di antar pria tampan siapa pria itu"tanya Nadia mengusap rambut Zahra dengan lembut
Itu bos Zahra di kantor bun bunda juga pasti kenal kan sama anak bos Zahra"zahra sengaja meng ngungkit tentang Abian dan Raditya
bunda kenal sama pak Raditya dia dulu adalah sahabat ayah kamu tapi bunda tidak terlalu akrap dengan dia "ucap Nadia
Bunda ada yang mau aku bilang sama bunda "ucap Zahra mencoba untuk bicara tentang rencana pernikahan nya dengan Abian
Kamu mau bilang apa sayang cerita sama bunda "ucap Nadia mengusap punggung Zahra seolah memberikan ketenagan untuk Zahra
Zahra akan menikah dengan Anak bos Zahra bun"ucap Zahra menahan nafas karena gugup
Bunda tau soal itu "ucap Nadia dengan tenang
Bunda tau dari mana?"tanya Zahra bingung dengan jawaban Nadia yang terkesan biasa saja
Tadi siang pak Raditya datang untuk melamar kamu dan dia juga bilang kalao kamu juga sudah setuju dengan pernikahan ini " Nadia menjawap pertanyaan Zahra dengan biasa saja ia tau kalao ini pasti akan terjadi karena suami nya dan Raditya sudah pernah berjanji untuk menikahkan anak mereka suatu saat nanti
Jadi bunda udah tau!"ucap Zahra pura-pura kesal
Jadi kamu dari tadi bengong karena mikirin itu "tanya Nadia tertawa karena Zahra telihat imut saat kesal
Iya bun aku pikir bunda belum tau he.he"ucap Zahra menggaruk kepala nya yang tidak gatal
Kamu ini kebiasaan mendam sendiri masalah kamu sudah pergi tidur gih"ucap Nadia menyuruh Zahra untuk tidur
Iya bun Zahra tidur makasih ya bun"ucap Zahra mencium pipi Nadia
Zahra masuk ke kamar nya membaring kan tubuh nya di tempat tidur Zahra terus saja kepikiran dengan kontrak pernikahan nya dengan Abian
Gimana kalao bunda tau tentang surat kontrak itu pasti bunda bakal sedih banget "pikir Zahra memikir kan semua yang terjadi hari ini
Zahra ter tidur karena keletihan memikir kan semua yang akan terjadi ke depan nya
Pagi pagi sekali Zahra sudah siap-siap untuk bekerja ia tidak ingin kalao Bos nya yang dingin itu mencari-cari kesalahan nya
Zahra tumben kamu pagi-pagi udah rapih "tanya Nadia heran melihat Zahra
Mau kerja lah bun emang nya mau kemana lagi "jawap Zahra gemas dengan pertanyaan Bunda nya
Tapi ini kan hari minggu emang kamu kerja?"Ucap Nadia
APA.hari minggu yahh bun Zahra lupa kalao hari ini hari minggu "ucap Zahra tersenyum malu
__ADS_1
Nadia hanya mengeleng pelan melihat sikap Zahra.
Kalao gitu Zahra ganti baju dulu ya bun "ucap Zahra
Sudah kamu makan ajah dulu bunda mau bangunin Angga dia kalao hari libur gini malas banget bangun nya "ucap Nadia menuju kamar Angga
Zahra menuju meja makan yang sudah tersedia nasi goreng dan telur ceplok buatan Nadia
Kakak udah bangun tumben banget biasa nya kalao hari libur gini kakak bangun nya siang."ucap Angga saat berada di dekat Zahra
Kakak lupa kalao hari ini hari libur "jawap Zahra sambil mengunya nasi goreng nya
Angga ikut duduk sambil menyendok nasi goreng ke piring nya.
Bunda mana AN "tanya Zahra tidak melihat Nadia bersama dengan Angga
Bunda lagi di kamar kata nya lagi nga enak badan "jawap Angga
Kalao gitu kakak mau liat bunda dulu " Zahra berdiri menuju kamar Nadia
Tok.tok.tok bunda Zahra masuk ya "ucap Zahra membuka pintu kamar Nadia dengan pelan
BUNDAA."teriak Zahra saat melihat Nadia sudah terbaring di lantai dengan banyak darah yang keluar dari hidung nya
Angga.Angga "teriak Zahra memanggil Angga Zahra sudah menaggis memeluk Nadia dengan erat
Kamu cepetan telfon ambulan "ucap Zahra
Tak lama ambulan datang untuk membawa Nadia menuju rumah sakit.
Bunda harus kuat jangan tinggalin Zahra sama Angga bun "ucap Zahra menanggis
Maaf silakan anda tunggu di luar "ucap Salah satu perawat
Zahra dan Angga menunggu di luar dengan panik
Kak gimana kalao bunda."ucapan Angga terhenti saat Zahra menutup mulut nya
Jangan bicara yang tida-tidak bunda pasti sembuh "ucap Zahra memeluk Angga
Tidak lama dokter keluar dari ruangan ICU.melihat doter keluar Zahra dan Angga menghampiri dokter tersebut
Dengan keluarga pasien "tanya dokter muda itu
Iya benar kami anak dari pasien "jawap Zahra tidak sabar
Apa pasien tidak perna bilang kalao dia terkena kanker darah stadium akhir "ucap Dokter itu
__ADS_1
Zahra hampir saja pingsan saat mendengar ucapan dokter muda itu untung dokter itu cepat menahan tubuh Zahra
Anda tidak Apa-apa "tanya dokter bernama Edgar
Zahra terus saja menangis dia tidak bisa kalao harus ke hilangan bunda nya.
Dok tolong sembukan bunda saya dok saya akan bayar berapa pun yang dokter ingin kan tapi tolong sembukan bunda saya "ucap Zahra mengenggam tangan Edgar dengan erat
Sedangkan Angga sudah masuk di mana Nadia sedang terbaring dengan wajah pucat
Bunda jangan tinggalin Angga bunda"isak Angga menggengam tanga Nadia dan sesekali mencium tangan wanita yang sudah melahirkan nya itu
Zahra menyusul Angga untuk menenangkan Adik nya walao Zahra juga tidak kala sedih melihat bunda nya yang terbaring kaku dan hanya bernafas mengunakan alat-alat medis
Edgar merasa sedih melihat Zahra dan Angga yang terus saja menangis Edgar mendekati Zahra dan Abian
Kami akan berusaha untuk menyembukan ibu Nadia "ucap Edgar
Zahra menghampiri Edgar dan berterima kasih karena masih ada orang baik yang ingin membantu nya
Terima kasih dok "ucap Zahra lalu berbalik melihat Nadia
Malam itu Zahra sendiri yang menjaga Nadia sedangkan Angga ia suruh pulang karena besok Angga harus sekolah walao angga menolak untuk pergi Zahra tetap menyuruh nya untuk pulang .
Edgar pergi menemui Zahra di ruangan Nadia membawa makanan
Bagai mana ke adaan ibu anda "tanya Edgar
Belum sadar dok kapan bunda saya akan sadar "tanya Zahra melihat Edgar
Kami juga belum bisah memastikan kapan ibu anda akan sadar kita hanya bisa berdoa agar ibu anda cepat sadar"jawap Edgar memberikan makanan untuk Zahra
Makanan ini buat saya?"tanya Zahra heran
Iya tadi saya lihat kamu dari tadi belum perna makan jadi saya bawakan makanan buat kamu "jawap Edgar
Terima kasih dok"balas Zahra tersenyum tulus membuat jantung Edgar berdetak dengan cepat
panggil saja saya Edgar "ucap Edgar memperkenal kan nama nya
Saya Zahra "balas Zahra
Kalao begitu saya keluar dulu masi ada yang harus saya kerja kan"ucap Edgar
Silakan dok.e Edgar "ucap Zahra meralat ucapan nya
__ADS_1
Visual Dokter Edgar