Menikah Kontrak Dengan CEO

Menikah Kontrak Dengan CEO
BAP 3


__ADS_3

Zahra ada yang ingin bunda tanya kan sama kamu "ucap Nadia saat melihat Zahra termenung


Ada apa bun"zahra melihat ke arah Nadia sambil mengenggam tangan wanita yang sudah melahir kan nya itu


Tadi angga bilang ke bunda kalao kamu di antar pria tampan siapa pria itu"tanya Nadia mengusap rambut Zahra dengan lembut


Itu bos Zahra di kantor bun bunda juga pasti kenal kan sama anak bos Zahra"zahra sengaja meng ngungkit tentang Abian dan Raditya


bunda kenal sama pak Raditya dia dulu adalah sahabat ayah kamu tapi bunda tidak terlalu akrap dengan dia "ucap Nadia


Bunda ada yang mau aku bilang sama bunda "ucap Zahra mencoba untuk bicara tentang rencana pernikahan nya dengan Abian


Kamu mau bilang apa sayang cerita sama bunda "ucap Nadia mengusap punggung Zahra seolah memberikan ketenagan untuk Zahra


Zahra akan menikah dengan Anak bos Zahra bun"ucap Zahra menahan nafas karena gugup


Bunda tau soal itu "ucap Nadia dengan tenang


Bunda tau dari mana?"tanya Zahra bingung dengan jawaban Nadia yang terkesan biasa saja


Tadi siang pak Raditya datang untuk melamar kamu dan dia juga bilang kalao kamu juga sudah setuju dengan pernikahan ini " Nadia menjawap pertanyaan Zahra dengan biasa saja ia tau kalao ini pasti akan terjadi karena suami nya dan Raditya sudah pernah berjanji untuk menikahkan anak mereka suatu saat nanti


Jadi bunda udah tau!"ucap Zahra pura-pura kesal


Jadi kamu dari tadi bengong karena mikirin itu "tanya Nadia tertawa karena Zahra telihat imut saat kesal


Iya bun aku pikir bunda belum tau he.he"ucap Zahra menggaruk kepala nya yang tidak gatal


Kamu ini kebiasaan mendam sendiri masalah kamu sudah pergi tidur gih"ucap Nadia menyuruh Zahra untuk tidur


Iya bun Zahra tidur makasih ya bun"ucap Zahra mencium pipi Nadia


Zahra masuk ke kamar nya membaring kan tubuh nya di tempat tidur Zahra terus saja kepikiran dengan kontrak pernikahan nya dengan Abian


Gimana kalao bunda tau tentang surat kontrak itu pasti bunda bakal sedih banget "pikir Zahra memikir kan semua yang terjadi hari ini


Zahra ter tidur karena keletihan memikir kan semua yang akan terjadi ke depan nya


Pagi pagi sekali Zahra sudah siap-siap untuk bekerja ia tidak ingin kalao Bos nya yang dingin itu mencari-cari kesalahan nya


Zahra tumben kamu pagi-pagi udah rapih "tanya Nadia heran melihat Zahra


Mau kerja lah bun emang nya mau kemana lagi "jawap Zahra gemas dengan pertanyaan Bunda nya


Tapi ini kan hari minggu emang kamu kerja?"Ucap Nadia


APA.hari minggu yahh bun Zahra lupa kalao hari ini hari minggu "ucap Zahra tersenyum malu

__ADS_1


Nadia hanya mengeleng pelan melihat sikap Zahra.


Kalao gitu Zahra ganti baju dulu ya bun "ucap Zahra


Sudah kamu makan ajah dulu bunda mau bangunin Angga dia kalao hari libur gini malas banget bangun nya "ucap Nadia menuju kamar Angga


Zahra menuju meja makan yang sudah tersedia nasi goreng dan telur ceplok buatan Nadia


Kakak udah bangun tumben banget biasa nya kalao hari libur gini kakak bangun nya siang."ucap Angga saat berada di dekat Zahra


Kakak lupa kalao hari ini hari libur "jawap Zahra sambil mengunya nasi goreng nya


Angga ikut duduk sambil menyendok nasi goreng ke piring nya.


Bunda mana AN "tanya Zahra tidak melihat Nadia bersama dengan Angga


Bunda lagi di kamar kata nya lagi nga enak badan "jawap Angga


Kalao gitu kakak mau liat bunda dulu " Zahra berdiri menuju kamar Nadia


Tok.tok.tok bunda Zahra masuk ya "ucap Zahra membuka pintu kamar Nadia dengan pelan


BUNDAA."teriak Zahra saat melihat Nadia sudah terbaring di lantai dengan banyak darah yang keluar dari hidung nya


Angga.Angga "teriak Zahra memanggil Angga Zahra sudah menaggis memeluk Nadia dengan erat


Kamu cepetan telfon ambulan "ucap Zahra


Tak lama ambulan datang untuk membawa Nadia menuju rumah sakit.


Bunda harus kuat jangan tinggalin Zahra sama Angga bun "ucap Zahra menanggis


Maaf silakan anda tunggu di luar "ucap Salah satu perawat


Zahra dan Angga menunggu di luar dengan panik


Kak gimana kalao bunda."ucapan Angga terhenti saat Zahra menutup mulut nya


Jangan bicara yang tida-tidak bunda pasti sembuh "ucap Zahra memeluk Angga


Tidak lama dokter keluar dari ruangan ICU.melihat doter keluar Zahra dan Angga menghampiri dokter tersebut


Dengan keluarga pasien "tanya dokter muda itu


Iya benar kami anak dari pasien "jawap Zahra tidak sabar


Apa pasien tidak perna bilang kalao dia terkena kanker darah stadium akhir "ucap Dokter itu

__ADS_1


Zahra hampir saja pingsan saat mendengar ucapan dokter muda itu untung dokter itu cepat menahan tubuh Zahra


Anda tidak Apa-apa "tanya dokter bernama Edgar


Zahra terus saja menangis dia tidak bisa kalao harus ke hilangan bunda nya.


Dok tolong sembukan bunda saya dok saya akan bayar berapa pun yang dokter ingin kan tapi tolong sembukan bunda saya "ucap Zahra mengenggam tangan Edgar dengan erat


Sedangkan Angga sudah masuk di mana Nadia sedang terbaring dengan wajah pucat


Bunda jangan tinggalin Angga bunda"isak Angga menggengam tanga Nadia dan sesekali mencium tangan wanita yang sudah melahirkan nya itu


Zahra menyusul Angga untuk menenangkan Adik nya walao Zahra juga tidak kala sedih melihat bunda nya yang terbaring kaku dan hanya bernafas mengunakan alat-alat medis


Edgar merasa sedih melihat Zahra dan Angga yang terus saja menangis Edgar mendekati Zahra dan Abian


Kami akan berusaha untuk menyembukan ibu Nadia "ucap Edgar


Zahra menghampiri Edgar dan berterima kasih karena masih ada orang baik yang ingin membantu nya


Terima kasih dok "ucap Zahra lalu berbalik melihat Nadia


Malam itu Zahra sendiri yang menjaga Nadia sedangkan Angga ia suruh pulang karena besok Angga harus sekolah walao angga menolak untuk pergi Zahra tetap menyuruh nya untuk pulang .


Edgar pergi menemui Zahra di ruangan Nadia membawa makanan


Bagai mana ke adaan ibu anda "tanya Edgar


Belum sadar dok kapan bunda saya akan sadar "tanya Zahra melihat Edgar


Kami juga belum bisah memastikan kapan ibu anda akan sadar kita hanya bisa berdoa agar ibu anda cepat sadar"jawap Edgar memberikan makanan untuk Zahra


Makanan ini buat saya?"tanya Zahra heran


Iya tadi saya lihat kamu dari tadi belum perna makan jadi saya bawakan makanan buat kamu "jawap Edgar


Terima kasih dok"balas Zahra tersenyum tulus membuat jantung Edgar berdetak dengan cepat


panggil saja saya Edgar "ucap Edgar memperkenal kan nama nya


Saya Zahra "balas Zahra


Kalao begitu saya keluar dulu masi ada yang harus saya kerja kan"ucap Edgar


Silakan dok.e Edgar "ucap Zahra meralat ucapan nya


__ADS_1


Visual Dokter Edgar


__ADS_2