Menikah Kontrak Dengan CEO

Menikah Kontrak Dengan CEO
BAP 4


__ADS_3

Pokonya mommy nga setuju kalao Abian menikah dengan gadis kampung itu "ucap Liana menolak pernikahan Abian dan Zahra


Mom dia bukan gadis kampung nama dia Zahra dan kalao pun mommy menolak daddy tetap akan menikah kan mereka "balas Raditya dengan tegas


Terserah daddy yang pasti mommy tidak akan perna menerimah gadis itu sebagai menantu mommy"ucap Liana tegas lalu pergi ke kamar nya


Liana tidak suka dengan Zahra karena Zahra hanya keryawan biasa di perusahaan Raditya


Abian yang mendengar pertenkaran orang tua nya semakin membenci Zahra.


Belum memasuki rumah ini saja daddy dan mommy sudah bertengkar terus wanita itu memang membawa masalah ke rumah ini "ucap Abian berlalu ke kamar nya


Pagi hari nya Zahra melihat ponsel nya yang sudah bebrapa kali berbunyi.


ini udah jam berapa ya?"ucap Zahra melirik jam nya


Pantesan ni bos galak telpon mulu"ucap Zahra menelpon Abian


Halo.kamu kenapa nga masuk kerja "tanya Abian


Maaf pak hari ini saya nga masuk"jawab Zahra malas


Emang kenapa kamu nga masuk kerja jangan mentang-mentang kamu mau jadi istri saya kamu bisah se enak nya "bentak Abian


*bapak itu kenapa si curiga mulu sama saya bunda saya masuk rumah sakit makanya saya nga masuk "balas zahra dengan tegas


Abian sudah tidak mengucap kan apa-apa lagi lalu memutus kan panggilan nya


Bian menurut gue lo udah kelewatan si "ucap Kelvin merasa kasihan dengan Zahra


Nga usah sok nasehatin gue kerjain aja apa yang udah gue suruh "balas Abian tidak ingin mendengar ucapan Kelvin


Kelvin hanya menghela nafas pelan lalu pergi dari ruangan Abian .


ABIAN."Raditya membuka pintu ruangan Abian dengan keras


Apa si dad pagi-pagi sudah teriak-triak "ucap Abian dengan kesal


Kita ke rumah sakit sekarang "Raditya menarik tangan Abian untuk mengikuti nya


Tapi dad emang ada apa si kenapa kita harus ke rumah sakit "tanya Abian


Calon mertua kamu masuk rumah sakit kita harus ke sana melihat ke adaan nya"ucap Raditya menyuruh Abian naik ke mobil


Abian hanya mengikuti Raditya dengan pasrah.


Saat Raditya dan Abian sudah sampai di rumah sakit Raditya melihat Angga yang juga sedang menuju ruangan Nadia


ANNGA.teriak Raditya


Om Raditya "ucap Angga saat melihat Raditya


Maaf om baru bisah datang sekarang om baru tau tadi pagi "ucap Raditya


Enga apa-apa ko om "balas Angga


Kalao gitu kita sekarang pergi lihat bunda kamu "ucap Raditya


Silah kan om "ucap Angga mempersilakan Raditya


Mereka menuju ruangan Nadia bersama-sama saat membuka pintu Angga menghampiri Zahra

__ADS_1


Kak gimana ke adaan bunda "tanya Angga saat sudah berada di kamar tempat Nadia di rawat


Tadi bunda udah sempat sadar "jawap Zahra tersenyum manis


Flashback on


Saat Zahra kembali dari mencari sarapan ia melihat jari Nadia bergerak Zahra menghampiri Nadia dengan sedikit cemas


Bunda udah bangun "ucap Zahra mengusap punggung tangan Nadia lalu memencet tombol darurat yang berada di ruangan itu


Edgar datang ditemani perawat untuk mengecek ke adaan Nadia


Gimana ke adaan bunda saya dok "tanya Zahra


Pasien sudah melewati masa keritis nya dan keadaan bu Nadia juga sudah membaik "ucap Edgar


Zahra merasa senang dengan apa yang ia dengar tanpa sengaja Zahra memeluk Edgar dengan erat


Makasih dok "ucap Zahra sambil memeluk Edgar


Edgar mengendali kan detak jantung nya ia takut kalao Zahra mendengar detak jantung nya yang sangat cepat


emm maaf dok saya nga sengaja "ucap Zahra saat mulai sadar dengan yang ia lakukan


Iya saya mengerti "ucap Edgar menyembunyi kan wajah nya yang memerah


Kalao begitu saya pergi dulu masi ada pasien yang harus saya cek "pamit Edgar


Oh iya silakan dok maaf menganggu waktu dokter "ucap Zahra


Tidak usah minta maaf ini sudah tugas saya "balas Edgar berlalu pergi


Flashback off


maaf om baru datang sekarang "ucap Raditya mengusap rambut Zahra dengan lembut


Zahra melirik Abian yang terlihat acuh dan Zahra yakin kalao Abian pasti datang karena terpaksa


Terima kasih karena om dan pak Abian sudah datang "ucap Zahra tulus


Zahra"panggil Nadia pelan


Iya ada apa bun "tanya Zahra meng hampiri Nadia


Bunda ingin bicara berdua saja dengan pak Raditya "ucap Nadia


Zahra sempat ragu namun karena Nadia memaksa Zahra akhir nya membiar kan Nadia dan Raditya bicara Zahra dan Abian keluar dari ruangan membiar kan Nadia dan Raditya bicara!


Mas aku nga tau aku masih ada waktu atau tidak untuk melihat pernikahan Zahra jadi aku ingin melihat Zahra dan Abian menikah sebelum aku pergi untuk selamanya "ucap Nadia meminta agar Zahra dan Abian menikah hari ini


Iya aku akan mengurus pernikahan mereka hari ini kamu jangan hawatir istirahat lah "ucap Raditya menenang kan Nadia lalu keluar menemui Abian dan Zahra


Abian Zahra daddy ingin bicara dengan kalian berdua "ucap Raditya serius


Ada apa daddy"tanya Abian merasa curiga dengan sikap Raditya


Daddy ingin kalian menikah hari ini "ucap Raditya to the poin


APA.ucap Abian dan Zahra bersamaan


Dad kenapa jadi hari ini "tanya Abian

__ADS_1


Ini permintaan tante Nadia Bian "ucap Raditya


Zahra suda tidak bisah membanta yang Zahra pikir kan kenapa bunda nya meng ingin kan pernikahan nya hari ini Zahra meninggal kan Raditya dan Abian yang sedang berdebat


Zahra meng hampiri Nadia yang sedang memakan makanan nya


Bunda ada yang ingin zahra bicara kan dengan bunda "ucap Zahra lembut


Ada apa sayang"tanya Nadia


Kenapa bunda mau pernikahan Zahra di lakukan hari ini "tanya Zahra pelan tidak ingin menyakiti hati bunda nya


Bunda tidak tau apakah bunda masih kuat kalao menunggu dua minggu lagi bunda takut kalao bunda tidak sempat melihat putri bunda menikah "ucap Nadia menetes kan air mata


Zahra sudah menangis di pangkuan Nadia


Angga yang mendengar semua yang Nadia katakan juga merasa sedih sekaligus takut kalao bunda nya meninggal kan nya!


Angga juga menghampiri Nadia dan memeluk Nadia sambil terisak


Bunda jangan tinggalin Angga dan kak Zahra bun Angga belum siap kalao harus ke hilangan bunda"ucap Angga menanggis di pelukan Nadia


Edgar yang melihat Angga dan Zahra menaggis merasa sedih Edgar menghampiri tempat tidur Nadia untuk memeriksa nya


Ibu ada merasakan sakit "tanya Edgar


Tidak dok saya hanya merasa sedikit pusing "ucap Nadia tersenyum lembut


Dok bunda saya akan sembuh kan dok "tanya Zahra menggengam tangan Edgar dengan erat


Tanpa sadar Edgar menarik Zahra ke pelukan nya hati nya merasa sakit melihat Zahra menaggis tak lama suarah serak Abian terdengar di balik pintu"


Terlihat Abian menatap Edgar dengan tajam


seolah ingin menguliti Edgar.


Edgar yang mendengar suarah Abian melepas kan pelukan nya!


Zahra juga kaget dengan keberadaan Abian!


Raditya sudah datang bersama penghulu yang akan menikah kan Abian dan Zahra sedangkan wali nikah Zahra adalah Angga sendiri


Zahra sudah memakai kebaya putih sambil duduk di samping Abian


Baik lah kita mulai sekarang "ucap pak penghulu


Angga menjabak tangan Abian dengan tegas Angga menatap Abian


Sodara Abian binti Raditya saya nikah kan kamu dengan kakak perempuan saya zahra Aulia binti pratama dengan mas kawin uang senilai 500 jt dan seperangkat alat solat di bayar tunai"ucap Angga


Saya terima nikah dan kawin nya Zahra Aulia binti Pratama dengan mas kawin 500jt dan seperangkat alat solat di bayar tunai"ucap Abian dengan sekali lafas


Bagai mana saksi sahh.


SAHH"ucap semua orang di ruangan itu


Zahra mencium tangan Abian dengan lembut sedangkan Abian mencium kening Zahra juga dengan lembut


Saat mendengar kalao Zahra dan Abian sudah sah jadi suami istri Nadia menutup mata nya untuk selamah nya


Bunda.bunda "panggil Angga menggoyang kan tubuh Nadia dengan pelan

__ADS_1


Beberapa perawat juga datang untuk memeriksa ke adaan Nadia namun Nadia sudah meninggal


__ADS_2