
Zahra pun pinda ke kediaman Raditya
Abian pun membawa Zahra pulang ke rumah Raditya sedangkan Angga kembali ke rumah Nya Angga memilih tetap tinggal di rumah tempat ia dan Zahra di besar kan.
Lo bisah turun sendiri kan"ucap Abian dingin menyuruh Zahra untuk turun dari mobil nya
Zahra hanya diam dan menurut saja apa yang Abian kata kan dia terlalu lelah untuk berdebat atau pun meladeni omongan pedas Dari Abian.
Saat Zahra masuk Liana sudah berdiri di depan pintu menatap Zahra dengan tajam
Kamu mau ke mana haa"Liana menatap Zahra dengan tidak suka
Mom aku serahin Zahra sama mommy terserah mommy mau apain dia aku mau ganti baju dulu mau jemput Jasmine " Abian tidak peduli yang akan Liana lakukan
Zahra yang mendengar ucapan Abian pun merasa kecewa dengan Abian yang menurut Zahra sangat kejam ke pada nya.
Kamu dengar kan yang Abian bilang tadi jadi kamu jangan perna bermimpi untuk jadi menantu yang di anggap di rumah ini "ucap Liana sinis
Liana pun menyuru kedua pembantu nya untuk membawa Zahra ke gudang yang berada di belakang dapur.
Nina titin kamu ambil tas dia dan simpan di gudang belakang "perintah Liana
Baik nyonya "ucap Titin dan Nina bersamaan lalu membawa barang Zahra ke gudang
Dan satu lagi jangan biarkan dia menyentu barang di rumah ini termasuk makan dan minum "ucap Liana
Sedang kan Bi mina hanya menatap Zahra dengan ibah
Bi mina adala pembantu yang paling lama bekerja di kediaman Raditya jadi dia sudah tahu sifat Liana yang memang sombong dan angkuh sedangkan Abian anak yang baik hanya saja dia di buta kan oleh cinta nya kepadah jasmien kekasih nya sedangkan Raditya tidak pernah berubah selalu ramah dan baik kepada semua orang.
Zahra pun mengikuti Nina dan Titin menuju gudang yang akan ia tempati!
Ini kamar kamu dasar wanita matrre "ucap Nina sinis
Iya jangan mimpi kita akan mengangap kamu majikan di rumah ini "ucap Titin mengikuti Nina keluar dari gudang itu
Zahra hanya diam dan menatap ruangan itu gudang yang penuh dengan debu dan kotor
Zahra pun mengambil sapu dan kain pel untuk membersikan gudang itu!
Kamu harus kuat Zahra Aulia ini hanya sementara "ucap Zahra memberi semangat dirinya sendiri
Sekitar 3 jam Zahra pun selesai membersikan ruangan itu Zahra pun ingin keluar untuk mengambil minum karena sudah sangat haus
Saat Zahra ingin mengambil gelas tiba-tiba saja suarah titin berteriak di belakang Zahra
Kamu ngapain "tanya Titin
Saya hanya ingin mengambil minum "jawap Zahra
Kamu nga dengar apa yang nyonya Liana kata kan kamu di larang menyentu semua yang ada di rumah ini termasuk makan dan minum "ucap Titin dengan sinis
__ADS_1
Zahra pun hanya membuang nafas lalu berlalu pergi
Dasar wanita kampung "ucap Titin sengaja agar Zahra mendengar ucapan nya
Zahra yang mendengar ucapan Titin pun memilih masuk ke kamar nya!
Zahra mengambil buku tabungan nya dan juga cek yang di berikan Abian sebagai tanda setuju nikah kontrak Zahra berpikir akan mencair kan cek itu dan menyimpan nya di tabungan nya sebagai pegangan selama ia tinggal di rumah Abian.
Mendingan gue keluarin dulu uang di cek ini lumayan buat belanja keperluan gue selama tinggal di sini "ucap Zahra memasuk kan barang yang akan ia bawa
Mau kemana kamu "tanya Liana
Saya mau keluar beli minum bukanya saya di larang minum di rumah ini "balas Zahra mengingat kan Liana
Bagus kalao kamu sadar diri "ucap Liana melanjutkan membaca majalah nya
Zahra pun pergi ia malas meladeni ucapan Liana!
Pertama-tama yang Zahra lakukan pergi ke Bank untuk mencair kan cek yang Abian berikan !
Mba saya mau mengambil uang ini cek nya "tanya Zahra
Tunggu sebentar ya mba saya ambil kan uang nya "ucap pegawai Bank itu
tak lama karyawan Bank itu pun datang membawa uang Zahra
Ini mba uang nya "ucap karyawan itu
Zahra pun pergi berbelanja untuk keperluan nya.
Air mineral udah cemilan udah ok itu ajah soal makanan bisah pesan go food aja "ucap Zahra melihat belanjaan nya lalu menuju cafe yang akan ia tempati makan malam
Zahra pun pulang membawa semua belanjaan nya saat Zahra masuk ke dalam rumah dia melihat sudah ada Abian dan Jasmien sedang mengobrol dengan Liana sambil tertawa bahagia.
Zahra memilih melanjut kan jalan nya ia malas kalao harus berdebat dengan Liana atau pun Abian
Tante itu siapa "tanya Jasmien
Itu istri Abian tapi kamu tenang aja tente akan buat dia tidak betah di rumah ini "ucap Liana
Sedangkan Abian hanya diam sambil menggengam tangan Jasmien yang terlihat sedih
Sayang kamu jangan hawatir aku nga akan tinggalin kamu aku cuma cinta sama kamu aku menikahi wanita itu cuma karena daddy "pujuk Abian
Iya aku percaya ko sama kamu "balas Jasmien memeluk Abian
Jasmien malam ini kamu menginap di sini ajah lagi pula om Raditya lagi keluar kota jadi nga akan ada yang marah kalao kamu nginap di sini "ucap Liana dengan lembut
Iya tante Jasmien mau nginap di sini kalao itu buat tante senang"ucap Jasmien tersenyum manis
Di dalam kamar Zahra berbaring di kasur yang sudah usang bahkan kasur pembantu pun tidak seburuk kasur yang zahra tempati
__ADS_1
Selesai waktu tidur "ucap Zahra setelah selesai memberes kan belanjaan nya tak lamah Zahra pun tertidur
SRAK.BANGUN"teriak Jasmien setelah menyiram Zahra dengan air
Zahra pun berdiri menatap Jasmien dengan sengit
Kenapa lo liatin gue kaya gitu nga terima gue siram "ucap Jasmien sinis
Zahra mengambil air di botol lalu menyiram Jasmien juga"
AAAA."teriak Jasmien membuat Abian dan Liana masuk ke gudang tempat Zahra
Sayang kamu kenapa bisah basah kaya gini "tanya Abian
Ini semua ulah Zahra sayang dia yang udah nyiram aku "jawap Jasmien pura-pura menangis
Zahra apa-apaan kamu kenapa kamu nyiram Jasmien " Liana menatap Zahra dengan marah
Saya nga akan siram dia kalao bukan dia duluan yang nyiram saya " ucap Zahra tidak mau kalah
Nga tante aku itu cuma mau bantuin Nina buat ngeluarin air bekas pel lantai tadi tapi nga sengaja jatuh dan kena dia "bohong jasmien
Kalao tante nga percaya tanya aja sama Nina "ucap Jasmien sambil mengedip kan mata ke arah Nina
iya bener nyonya tadi nona Jasmien nga sengaja nyiram dia "ucap Nina membela Jasmien
Iya saya percaya ko sama jasmien dan kamu jangan pernah fitnah Jasmien dia itu wanita baik-baik tidak seperti kamu "ucap Liana menunjuk Zahra
Zahra menatap Abian dengan tajam
Ternyata pak Abian adalah orang yang tidak adil semua yang orang katakan di kantor ternyata bohong anda adalah orang yang paling tidak adil yang perna saya temui"ucap Zahra menatap Abian
Adil seperti apa yang kamu kata kan jelas jelas kamu yang sudah menyiram jasmien sedang kan jasmien tidak sengaja "balas Abian tidak terima dengan yang Zahra katakan ke pada nya
Percuma bicara sama orang yang buta akan cinta "ucap Zahra lalu pergi
Dasar tidak tau sopan santun "ucap Liana
Mom aku mau bicara sama jasmien bisa tinggal kan kami berdua "ucap Abian serius
Ya udah kalao gitu mommy ke kamar dulu "balas Liana
Sedangkan jasmien merasa gugup ia tau kalao Abian pasti akan me introgasi nya
Sayang kamu mau bicara apa sama aku "tanya jasmien dengan lembut
Kamu nga usah bohong lagi kamu sengaja kan nyiram Zahra karena tidak mungkin kamu mau ngelakuin pekerjaan pembantu dari dulu kamu paling nga suka nama nya bersi-bersih" ucap Abian menatap jasmien
Iya aku minta maaf aku cuma nga suka dia ada di sini aku yang harus nya jadi istri kamu bukan dia "isak Jasmien membuat Abian tidak tega melihat jasmien menangis
Iya aku maafin tapi jangan lakuin hal itu lagi "ucap Abian mengusap air mata jasmien
__ADS_1
Aku janji "jawap jasmien memeluk Abian