
Hana pun langsung berbalik dan segera menuju keluar..
"ha'hana.. kau mau kemana"sambil mengangkat satu tangan nya,Hana tak menghiraukan Dion ia malah keluar dan pergi.
(Hana).
(di balkon).
"kenapa hal ini bisa terjadi..
aku seharus nya lebih hati hati, aku tidak mau kalau hal ini terjadi lagi, aku sangat merasa tidak enak pada Dion, Pasti dia berfikir yang tidak tidak.."ujar Hana sambil menggenggam kan tangan nya dan merenung.
tanpa ia sadari Dion menghampiri Hana di balkon menggunakan kursi roda nya,Dion langsung memukul bahu Hana dengan pelan.
"Hana kenapa kau meninggalkan ku, aku butuh kau, aku lapar,
tolong buat kan aku sup enak mu, sudah lama aku tak memakan nya"kata Dion sambil memusut perut nya.
Hana terkejut dan langsung berbalik kearah Dion.
"Dion kenapa kau kesini, kau seharus nya diam di kamar dan istirahat, kau sedang sakit"sahut Hana sambil menampil kan wajah kekhawatiran nya.
"hahaha, apa kau menyuruh ku di kamar saja??..
eh Hana aku lapar, masa aku harus diam dikamar dengan keadaan lapar"ujar Dion dengan wajah licik nya.
"iya.. kau bisa teriak memanggil ku kan, dari pada kau kesini dengan susah payah"jawab Hana dengan menundukkan kepala nya.
"aku tidak ingin menghabis kan suara ku..
kau tau kan tenggorokan ku sakit"sahut Dion dengan nada sedang.
...Hana pun langsung mendorong kursi roda Dion dan menuju ke dapur...
(di dapur).
"ya sudah tunggu aku masak dulu sup nya"ujar Hana mencuci tangan nya dan memulai mengambil sayuran.
Dion hanya memperhatikan Hana,pandangan nya tak luput pada Hana , ia slalu memperhatikan gerak gerik Hana.
sesaat Hana melirik kearah Dion, Hana langsung membeku dengan tatapan itu.
"kenapa Hana?"ujar Dion yang berhenti melihat pergerakan pada Hana..
sekejap Hana langsung tersadar dan langsung melanjut kan memasak nya..
ia memotong sayuran dengan kecil dan mencuci nya hingga bersih, setelah itu ia kembali melirik Dion yang masih memperhatikan gerak gerik nya.
__ADS_1
"duh anak ini bikin aku gak konsen lagi"gumam Hana sambil menatap kosong kearah dinding.
skip beberapa menit kemudian Hana telah selesai membuat sup untuk Dion
ia pun menuangkan sup itu pada mangkuk dan memberikan nya pada Dion.
"ini sup nya, tiup dulu itu masih panas"ujar Hana sambil memberikan sup itu pada Dion.
setelah meletakkan sup itu di meja makan Hana pun berjalan menuju kamar nya.
"oy Hana.. siniii"teriak Dion sambil melambaikan tangan nya.
"kenapa Dion, apa ada sesuatu?"tanya Hana sambil mengangkat sebelah kening nya.
"masa aku harus memakan sup ini sendiri..
suapi aku"ujar Dion dengan wajah masam nya karna di tinggal kan Hana.
"apa!! bodoh sekali, kau kan punya tangan Dion.."melipat kan kedua tangan nya sambil bersuara keras pada Dion.
Dion hanya menguap dan kembali meminta Hana menyuapi nya.
"cepat suapi aku, tangan ku sakit baby sister"sahut Dion dengan melihat kearah langit langit rumah yang dihiasi dengan lampu yang bagus.
"manja banget sih"menggelengkan kepala sambil melangkah menuju kearah Dion.
Hana pun mengambil sup itu dan menyuapi Dion dengan sepenuh hati dan senyuman walau pun ada sedikit jantungan.
"Hana, kau cantik sekali"gumam Dion yang memperhatikan Hana yang tersenyum sembari menyuapi nya.
"hana aku baru sadar bahwa kau cantik"ujar Dion didalam hati yang berbunga bunga sedari tadi.
Hana kebingungan karna Dion sangat memperhatikan nya, ia merasa aneh pada Dion yang melotot melihat diri nya, ia semakin takut kalau Dion akan menggigit nya.
"Dion,"menutupi mata Dion dengan tangan nya yang lembut.
Dion sejenak merasakan hangat nya tangan Hana yang menempel di wajah nya, ia merasa nyaman saat di sentuh oleh Hana, padahal ia tak memiliki rasa sedikit pun pada Hana, atau jangan jangan dia mulai memiliki rasa pada Hana, kemungkinan.
setelah itu Hana menarik tangan nya dan tersenyum pada Dion.
Dion semakin getar getir karna senyuman itu, ia merasa sangat berbunga bunga dan hati nya sedang bahagia walaupun dengan keadaan lumpuh itu.
"apa kau sudah kenyang Dion"ujar Hana sambil mencubit hidung Dion dan menggeleng-gelengkan nya.
Dion langsung mengangguk dan berkata,
"Hana aku sedang berbunga bunga, apa kau juga"tak sadar Dion bahwa ia sedang berkata seperti itu dihadapan Hana, ia merasa hanyut karna Hana yang slalu memperhati kan nya, ia menyesal karna kemaren dia mau bundir, lebih baik dia melupakan semuanya dan mulai mendekati Hana, karna Hana memiliki kasih sayang yang sangat dalam pada Dion sebagai saudari,
__ADS_1
namun Dion menganggap Hana menyayangi nya dalam bentuk cinta,padahal Hana tak berfikir sejauh itu.
Hana pun langsung tersedak dan wajah nya langsung pucat seketika.
"Dion, apa ini"berkata kecil sambil membungkuk..
Dion pun langsung menyadari perkataan nya tadi.
"Hana .. eem bukan begitu maksudku, aku hanya bercanda,"ujar Dion sambil menggaruk kepala nya dan menundukkan kepala nya.
...Hana pun pergi dari hadapan Dion dan langsung pergi kekamar nya....
(masih di dapur)
[Dion]°
"apa aku mulai menyukai baby sister ku itu?..
padahal kami beda jauh, dia lebih tua dari ku,.
uh Dion, beda 7 tahun tidak masalah, kalau jodoh takkan kemana"gumam Dion sambil tersenyum senyum sendiri.
Dion pun mulai menjalankan kursi roda nya ia ingin menuju kamar nya, tapi itu sangat sulit dengan keadaan lumpuh nya, ia harus meminta bantuan Hana lagi..
mau tidak mau ia pun memanggil Hana.
"baby sister, bantu aku ke kamar ku"ujar Dion dengan suara keras nya yang sampai ke telinga Hana yang merenung.
Hana langsung berdiri dan membantu Dion yang meminta bantuan.
ia pun membawa Dion ke kamar nya, tapi ia tak mau lagi membantu Dion ke kasur nya.
(di kamar Dion).
"Hana bantu aku ke kasur ku"menarik tangan Hana agar tak pergi meninggal kan nya.
"tidak Dion, tadi kau bisa bangkit dari kasur, masa iya kamu gak bisa kembali ke atas kasur lagi...
bisa turun gak bisa naik gak mungkin"ujar Hana sambil menetral kan wajah nya.
Dion langsung menggertak Hana agar membantu nya, terpaksa Hana membantu nya, dengan terpaksa Hana akhir nya membantu Dion menuju kasur nya.
setelah selesai membaringkan Dion dan menyelimuti nya Hana pun berniat untuk keluar kamar, namun saat ia hendak berbalik lengan Hana langsung di tarik Dion dan untuk kedua kali nya Hana terjebak di atas badan Dion.
ayo cari tahu kelanjutan nya,
jangan lupa like and komen.
__ADS_1
makasih.
seeyuoo