Menikahi Bodyguard Ayahku

Menikahi Bodyguard Ayahku
03(Khilaf)


__ADS_3

PLAK


Alina langsung menampar Rayyan setelah kejadian tak terduga tersebut. Alina merasa sangat marah atas kejadian tersebut, ia tak menyangka bahwa julukan yang ia berikan untuk Rayyan akhirnya direalisasikan untuknya.


"Lo gila ya!!! kurang ajar banget lo!!! " ucap Alina sambil menatap marah Rayyan.


Namun dasarnya Rayyan sudah bebal karena julukan yang diberikan Alina, ia bahkan menyeringai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Saya hanya merealisasikan julukan yang terus nona berikan kepada saya, bukankah itu bagus? " Rayyan berucap sembari mengelus bibis merah milik Alina


" Nona,anda begitu marah dengan tindakan saya, baiklah saya mengaku ini salah saya, anggap saja saya khilaf, bibir nona ternyata sangat manis" Rayyan kembali tersenyum smirk. Alina tak menyangka bahwa bodyguard ayahnya bukan hanya mesum namun juga tak tahu malu.

__ADS_1


Dengan langkah cepat disertai rasa dongkol di hati Alina, akhirnya ia memutuskan untuk turun dari mobilnya lalu melanjutkan perjalanan pulang kerumahnya menggunakan taksi. Ia masih tak dapat memaafkan perbuatan mesum Rayyan tersebut.


…………………………………………………………………………………


Rumah Alina


"Nona, sebentar... tunggu sebentar! " Rayyan mengejar Alina di dalam rumah sambil sedikit menarik tangan Alina. Sebenarnya tadi ia sempat merasa bersalah, (et tapi bukan karena ia mencium Alina ya, tapi Rayyan merasa bersalah karena Alina kesal dan memilih pulang menggunakan taksi).


"lu tuh ya, emang gak punya sopan santun tau gak !,selain mesum ternyata lu juga gak punya etika, kok bisa ya bokap gue milih lo jadi bodyguardnya? pasti lo jampe-jampein bokap gue ya? " rentetan pertanyaan diajukan Alina kepada Rayyan. Namun dengan pertanyaan tersebut, justru Rayyan merasa Alina tengah menodai harga dirinya. Rayyan semakin marah mendengar ocehan Alina tersebut.


Rayyan yang kesal dengan ocehan Alina tersebut, akhirnya mendorong Alina hingga mereka berdua jatuh tepat di ranjang Alina, Rayyan mengungkung Alina dibawahnya. Alina yang diperlakukan seperti itu merasa sedikit takut, namun ia memilih tidak menunjukkan rasa takutnya dan seolah lebih menantang Rayyan.

__ADS_1


"Anda telah menodai harga diri saya nona, saya bukan orang yang seperti anda sebutkan tadi, saya orang yang beretika, namun dengan anda saya tidak bisa menunjukkan etika saya, karena anda sendiri yang memulai perang dengan saya nona" hembusan nafas Rayyan menerpa muka Alina, kondisi tubuh mereka pun masih saling tindih di ranjang Alina.


'muach' Rayyan dengan tidak sopannya mulai mengecup bibir Alina, Alina seketika shock dengan kejadian yang barusan ia alami.


'muach' untuk kedua kalinya Rayyan mengecup Alina. 'shh...shh.. ' Alina kembali dibuat mendesah oleh Rayyan karena leher jenjang nya mulai di beri cup*ang oleh Rayyan. Bukan hanya di satu tempat, hampir diseluruh leher Alina sudah dipenuhi kiss mark yang diberikan oleh Rayyan.


Rayyan semakin berani menjelajahi tubuh Alina, Alina seakan tidak bertenaga melarang Rayyan menjelajahi tubuh indahnya. Tangan Rayyan semakin turun kebawah dan mulai membuka kemeja yang dikenakan Alina. Setelah kemeja Alina berhasil dibuka Rayyan, tampak dua bukit kembar yang indah masih terbungkus kain berwarna merah menyala. Sontak saja pemandangan indah tersebut membuat sesuatu dibawah pusar Rayyan 'berdiri tegak bak tiang listrik (😜)'.


'Sial' desis Rayyan dalam hati, tadinya ia hanya ingin memberi pelajaran pada Alina, namun ia sendiri yang terjebak dengan situasi tersebut.


Lama menatap bukit indah Alina, Rayyan memberanikan diri mulai mengecup dada Alina,ia bahkan membuka kain penutup bukit kembar tersebut. Setelah berhasil dilepaskan, puncak kemerahan bukit kembar tersebut menantang Rayyan untuk mulai mencicipinya. Rayyan mulai mengecup dada Alina, lalu berlanjut sampai ke puncak bukit tersebut. Seketika Alina mulai mendesah tak karuan karena puncak bukit tersebut merupakan titik sensitif Alina. Bagian bawah Alina pun mulai berkedut dan gatal, Alina merasa 'gila' karena ia ingin lebih dari sekedar kecupan.

__ADS_1


__ADS_2