
Usai pergulatan panas yang telah dilakukan oleh pasangan dadakan tersebut, kini Alina dan Rayyan sama-sama mulai menetralkan deru napas setelah olahraga yang cukup menguras energi tersebut. Peluh hasil percintaan mereka pun masih terlihat di dahi kedua insan kaula muda tersebut.
Rayyan yang semula terlentang di samping Alina, kini mulai memiringkan tubuhnya menghadap Alina dengan tangan sebagai tumpuan kepalanya. Rayyan menatap Alina dengan pandangan bahagia. Alina yang diperhatikan Rayyan dengan seksama, mulai merasa risih dengan sikapnya tersebut.
"Om, aku tau kalau aku cantik, tapi gak usah sampe ngeliatin kayak gitu juga dong" Ketus Alina.
"Memang kenapa kalau saya memperhatikan kamu?, harusnya kamu senang karena kamu beruntung bisa menjadi orang yang saya perhatikan " Jelas Rayyan dengan nada bicara khasnya yang tidak ketinggalan.
"Saya sekarang ingin bicara dari hati ke hati dengan kamu, dengarkan saya, sekarang kita sudah menjadi suami istri, sudah sepatutnya kamu mulai merubah sikap kamu kepada saya, saya terima kalau memang kamu tidak ingin pernikahan kita diumbar ke banyak orang, namun jangan lupakan status kamu yang sudah berubah menjadi istri saya "
Rayyan memulai pembicaraan yang serius usai pergulatan panas mereka. Tatapannya masih tertuju pada wajah cantik Alina, ia mulai memainkan jarinya di wajah Alina, merapihkan anak rambut Alina yang berantakan karena ulahnya.
__ADS_1
Kalau bicara mengenai hati, mungkin bisa dibilang Rayyan sudah mulai tertarik atau mungkin sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan anak tuannya tersebut. Awal mulanya memang ia bertugas menjaga ayah Alina sebagai bodyguard, namun setelah bertemu Alina, hatinya mulai tertarik untuk mendekati anak sang tuannya.
"Hmmm" Alina hanya bergumam menanggapi pembicaraan suaminya tersebut.
"Apa kamu paham? " Tanya Rayyan
"Hooh om, aku ngerti kok, tenang aja aku bakal sadar posisi aku sebagai istri om, aku juga gak akan macem-macem di luaran sana,tapi om juga harus terima persyaratan dari aku"
"Persyaratan nya yaitu om harus ngebebasin pergaulan aku, aku gak akan macem-macem, aku juga pengen om gak boleh ngelarang aku buat ngejar cita-cita aku"
"Baiklah, jika itu persyaratan nya, maka saya terima, tapi mulai dari sekarang saya akan jadi bodyguard kamu, tanpa bantahan! "Rayyan memberikan jawaban sekaligus perintah.
__ADS_1
Setelah percakapan dari hati ke hati antara Rayyan dan Alina, kini Alina mulai menggoda Rayyan, entah datang darimana keberanian Alina untuk menggoda Rayyan, namun ia senang bisa melihat Rayyan yang 'menginginkan' tubuhnya kembali. Tangan Alina yang semula bermain di dada Rayyan,kini mulai turun membelai burung perkutut kepunyaan Rayyan.
'Eugh' desah Rayyan, matanya mulai dikabuti gairah, akhirnya pertahanan diri Rayyan runtuh. Rayyan kembali mengukung tubuh Alina dibawahnya, ia mulai ******* bibir indah milik sang istri. Tangan Rayyan mulai meremas kedua gunung kembar Alina, ciumannya mulai turun ke leher jenjang lalu beralih kepucuk gunung kembar Alina.
Alina yang mendapat perlakuan seperti itu, kini mulai meremas rambut Rayyan dan menekankan kepala Rayyan yang sedang berada di dadanya.
Ciuman Rayyan kini beralih ke inti tubuh Alina, lidahnya bermain di gua sempit tersebut. Namun sebelum Alina mendapatkan pelepasan, Rayyan bangun dan beralih mengambil es batu yang berada di lemari es dalam kamar Alina. Alina heran dengan tingkah Rayyan,namun ia tetap menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan Rayyan.
Rayyan yang sudah membawa es batu,kini kembali ke ranjang milik mereka. Es batu yang sudah ia ambil, kini ia masukkan kedalam mulutnya sendiri. Setelah itu ia sedikit mengeluarkan es batu tersebut dari mulutnya. Mulut Rayyan yang sudah terdapat es batu tersebut ia arahkan ke inti tubuh Alina.
Alina yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti itu,kembali tersentak dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Es batu yang ada dimulutnya, mulai Rayyan masukkan kedalam lubang Alina.
__ADS_1